Setara Institute Tak Yakin MKD Bisa Tegas Hukum Novanto

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 16 Desember 2015 | 18:35 WIB
Setara Institute Tak Yakin MKD Bisa Tegas Hukum Novanto
Ketua DPR RI Setya Novanto saat meninggalkan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos, ‎pesimistis Majelis Kehormatan Dewan dapat profesional dalam memutuskan kasus dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, Rabu (16/12/2015). Novanto dinilai memiliki kekuatan politik yang kuat sehingga banyak anggota dewan yang mendukungnya.

‎"Melihat situasi politik saat ini, MKD tidak bisa diharapkan. Elit-elit politik di MKD masih kuat dan mendukung Setnov,"‎ kata Bonar Tigor di Kafe Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Menurut dia kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham PT. Freeport Indonesia sebagai imbalan atas andil usaha perpanjangan kontrak karya jelas melanggar hukum. Tindakan Novanto, katanya, merupakan pemufakatan jahat dan masuk kategori korupsi.

"Kasus Setnov ini jelas pelanggaran hukum. Maka MKD kalau mau bicara hati nurani, keputusan yang adil adalah Setnov dicopot sebagai Ketua DPR dan diberhentikan sebagai anggota DPR. Itu adalah keputusan yang sesuai dengan akal sehat," terangnya.

Lebih jauh, Bonar Tigor mengimbau masyarakat jangan salah memilih anggota DPR.

"Imbauan kami ke depan adalah jangan pilih politisi busuk semacam itu lagi," katanya.

Saat ini, sidang Mahkamah Kehormatan Dewan sedang jeda untuk istirahat. Malam nanti, kasus Novanto akan diputus.

Sejauh ini, dari 17 anggota MKD, delapan anggota menyatakan Novanto melanggar etika tingkat sedang, sedangkan enam anggota lainnya menyatakan melanggar sanksi kategori berat.
Anggota MKD yang memberikan sanksi tingkat sedang, antara lain, Darizal Basir (Demokrat), Guntur Sasongkoo (Demokrat), Risa Mariska (PDI Perjuangan), Maman Imanulhaq (PKB), Victor Laiskodat (Nasional Demokrat).

Sedangkan anggota MKD yang setuju sanksi berat, antara lain Prakosa (PDI Perjuangan), Sukiman (PAN), Dimyati Natakusumah (PPP), dan Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra).

Mereka menyatakan ada bukti yang menyebutkan Novanto melanggar etika dengan melakukan pertemuan dengan pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan membicarakan saham serta perpanjangan kontrak Freeport.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akbar Faisal Disingkirkan, Fahri Hamzah akan Dilaporkan ke MKD

Akbar Faisal Disingkirkan, Fahri Hamzah akan Dilaporkan ke MKD

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 18:27 WIB

Ruhut Sitompul Teriak Yakin Novanto Dicopot dari Ketua DPR

Ruhut Sitompul Teriak Yakin Novanto Dicopot dari Ketua DPR

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 18:09 WIB

Rakyat Papua Desak Presiden Jokowi Tutup Operasi PT Freeport

Rakyat Papua Desak Presiden Jokowi Tutup Operasi PT Freeport

Bisnis | Rabu, 16 Desember 2015 | 18:08 WIB

Anggota DPR Nobar TV Siaran Sidang Putusan Novanto

Anggota DPR Nobar TV Siaran Sidang Putusan Novanto

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 18:00 WIB

6 Anggota MKD Sebut Novanto Langgar Etika Berat, 8 Tingkat Sedang

6 Anggota MKD Sebut Novanto Langgar Etika Berat, 8 Tingkat Sedang

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 17:49 WIB

Alasan Anggota MKD Setuju Novanto Dicopot dari Ketua DPR

Alasan Anggota MKD Setuju Novanto Dicopot dari Ketua DPR

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 17:25 WIB

Terkini

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:20 WIB

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:59 WIB

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:57 WIB

Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah

Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:56 WIB

BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan

BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:51 WIB

Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR

Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:48 WIB

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:37 WIB

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

×