Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Ronald Seger Prabowo

Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
Warga mengamati rumah rusak akibat gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) [SuaraSulsel.id/Antara]
baca 10 detik
  • BMKG mencatat 960 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 melanda wilayah Barat Daya Pantai Ternate, Kamis (2/4).
  • Sebanyak 22 kali gempa susulan dirasakan warga hingga Minggu (5/4) sebagai dampak pelepasan energi dari pergeseran bidang patahan.
  • Fenomena gempa susulan merupakan proses alami kerak bumi dalam menyesuaikan diri untuk mencapai kembali kondisi yang lebih stabil.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi merekam 960 gempa susulan usai gempa utama magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/3036) pagi di Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

BMKG mencatat, hingga Minggu (5/4/2026) pukul 11:48 WIB, jumlah gempa bumi susulan yang dirasakan sebanyak 22 kali,"

"Terjadinya gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi merupakan fenomena yang umum setelah terjadinya gempa bumi utama berkekuatan besar, yaitu magnitudo 7,6," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli.

Dia memaparkan, gempa susulan ini terjadi sebagai bagian dari proses penyesuaian kerak bumi akibat perubahan distribusi tegangan setelah gempa utama.

Pada saat gempa utama terjadi, energi yang sangat besar dilepaskan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan pergeseran pada bidang patahan.

Peristiwa ini mengubah keseimbangan tegangan di sekitar zona sumber gempa. Akibatnya, bagian kerak bumi yang sebelumnya dalam kondisi stabil menjadi mengalami ketidakseimbangan dan memicu pelepasan energi lanjutan dalam bentuk gempa susulan.

"Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo yang lebih kecil dibandingkan gempa utama dan dapat terjadi dalam jumlah yang cukup banyak pada fase awal, kemudian frekuensinya akan berangsur menurun seiring waktu," ujarnya

Hal ini menunjukkan bahwa sistem kerak bumi secara bertahap sedang menuju kondisi yang lebih stabil.

"Dengan demikian, kejadian gempa susulan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah yang menunjukkan bahwa kerak bumi sedang melakukan penyesuaian untuk mencapai kembali kondisi kestabilannya," katanya menambahkan.

baca juga

Sebelumnya, pada Kamis, 02 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6, sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak

Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak

Video | Jum'at, 03 April 2026 | 15:15 WIB

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB

BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado

BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado

Video | Jum'at, 03 April 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Air Fryer Hemat Listrik Berapa Watt? Ini 7 Rekomendasi Daya Paling Rendah

Air Fryer Hemat Listrik Berapa Watt? Ini 7 Rekomendasi Daya Paling Rendah

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Pemprov DKI Sanksi 44 Warga Nekat Bakar Sampah Sembarangan

Pemprov DKI Sanksi 44 Warga Nekat Bakar Sampah Sembarangan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Sidang MK Soal Ijazah Gibran: Ahli dan Saksi Debat Perbedaan Sertifikat Attendance dan Ijazah

Sidang MK Soal Ijazah Gibran: Ahli dan Saksi Debat Perbedaan Sertifikat Attendance dan Ijazah

Video | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×