LIPI: Pilkada Belum Hasilkan Pemimpin yang Bertanggung Jawab

Ardi Mandiri

Kamis, 17 Desember 2015 | 09:04 WIB
LIPI: Pilkada Belum Hasilkan Pemimpin yang Bertanggung Jawab
Ilustrasi pilkada

Suara.com - Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris menyatakan penyelenggaraan Pilkada dari tahun ke tahun belum sepenuhnya menghasilkan pemimpin yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas masa depan bangsa ini.

"Memang ada Jokowi, Ahok, Risma dan juga yang lainnya, tetapi persentasenya masih cukup kecil, masih sedikit dibanding kebutuhan kita untuk menghasilkan pemimpin yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas masa depan bangsa ini," kata Syamsuddin di Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Hal tersebut, ia sampaikan dalam diskusi media akhir tahun dengan tema "Evaluasi Politik dan Demokrasi 2015: Menuju Keseimbangan Baru?" yang diadakan Populi Center bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Menurutnya, memang betul Indonesia sudah menyelenggarakan pemilu-pemilu yang semakin baik sejak 1999.

"Bahkan sejak 2004 dan 2005 kita melaksanakan pemilu langsung untuk presiden dan pilkada langsung untuk kepala daerah, tetapi itu belum mengubah secara mendasar politik bangsa kita. Dalam pengertian bahwa belum menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab," tuturnya.

Ia berpendapat bahwa salah satu faktor utamanya adalah bangsa kita terlalu menganut sistem otoriter hampir empat dekade mulai dari 1958 sampai 1998.

"Nah sistem otoriter ini tidak hanya membunuh potensi kepemimpinan dari semua golongan dan kelompok masyarakat, tetapi juga mewariskan saling curiga di antara bangsa kita yang sampai saat ini masih melembaga. Kelompok satu curiga atas yang lainnya," ucap dia.

Sebanyak 264 pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia pada Rabu (9/12) dilaporkan berjalan aman dan lancar.

Pilkada serentak tersebut merupakan sejarah terbesar dalam penyelenggaraan demokrasi tingkat lokal di Indonesia.

Jumlah pilkada itu sekitar 50 persen lebih jumlah daerah. Sisanya direncanakan akan dilakukan pilkada pada 2017 dan 2018. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2015 Turun 20 Persen

Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2015 Turun 20 Persen

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 17:24 WIB

Diduga Palsukan Tanda Tangan, Djan Faridz Polisikan Ujang-Jawawi

Diduga Palsukan Tanda Tangan, Djan Faridz Polisikan Ujang-Jawawi

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 15:48 WIB

Polri Proses 29 Kasus Pidana Sengketa Pilkada Serentak

Polri Proses 29 Kasus Pidana Sengketa Pilkada Serentak

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 14:27 WIB

Polri Tangani 29 Kasus Pilkada Serentak Libatkan Kepala Daerah

Polri Tangani 29 Kasus Pilkada Serentak Libatkan Kepala Daerah

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 12:11 WIB

Terkini

Ramalan Shio 23 September 2026, 4 Shio Ini Mulai Lepas dari Kesepian

Ramalan Shio 23 September 2026, 4 Shio Ini Mulai Lepas dari Kesepian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 19:31 WIB

Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 19:30 WIB

Mengapa Bahasa Pakar Bikin Politisi Meradang? Menjembatani Sains-Populisme

Mengapa Bahasa Pakar Bikin Politisi Meradang? Menjembatani Sains-Populisme

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:30 WIB

Bisa Dikuasai Anak Ranking Bawah, Ini Rahasia Paham Aturan Sinus dan Cosinus untuk UTBK SNBT

Bisa Dikuasai Anak Ranking Bawah, Ini Rahasia Paham Aturan Sinus dan Cosinus untuk UTBK SNBT

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 19:27 WIB

Viral Video Jurnalis Sekaligus Calon Gubernur Peru Susy Isabel Tewas Ditembak Saat Kampanye

Viral Video Jurnalis Sekaligus Calon Gubernur Peru Susy Isabel Tewas Ditembak Saat Kampanye

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:25 WIB

Desil Tak Sesuai, Perempuan Mahardhika Soroti Dampaknya ke Korban KDRT

Desil Tak Sesuai, Perempuan Mahardhika Soroti Dampaknya ke Korban KDRT

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:21 WIB

Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan

Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:20 WIB

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Dukung Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk Dukung Nasabah Flores NTT Bangkit dan Kembali Berusaha

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 19:17 WIB

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Video | Selasa, 22 September 2026 | 19:11 WIB

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Kronologi Penonaktifan Dosen ISI Yogyakarta Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 22 September 2026 | 19:10 WIB

×