Curah Hujan Tinggi, Sukabumi Siaga I Bencana

Ardi Mandiri

Minggu, 20 Desember 2015 | 05:19 WIB
Curah Hujan Tinggi, Sukabumi Siaga I Bencana
Ilustrasi longsor (Shuttestock).

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat menetapkan status siaga satu bencana karena intensitas curah hujan tinggi bisa berpotensi terjadi bencana.

Dengan ditetapkannya siaga tersebut masyarakat diimbau agar lebih waspada dan siaga terutama pada saat terjadi hujan deras disertai angin kencang karena berpotensi terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor, kata Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan di Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, dari hasil pemetaan daerah rawan bencana dari tujuh kecamatan, empat kecamatan dinyatakan rawan bencana yakni Kecamatan Cikole, Gunungpuyuh, Warudoyong, dan Kecamatan Baros.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir ini hujan deras yang disertai angin kencang kerap menumbangkan pohon besar, namun tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.

Selanjutanya, untuk wilayah kelurahan yang termasuk rawan terjadi bencana tanah longsor yakni Kelurahan Cisarua dan Subangjaya di Kecamatan Cikole, kemudian Kelurahan Karangtengah di Kecamatan Gunungpuyuh, serta Kelurahan Jayaraksa dan Kelurahan Jayamekar di Kecamatan Baros.

"Saat ini daerah rawan bencana di Kota Sukabumi meluas apalagi saat musim penghujan ini bisa saja terjadi longsor seperti di empat kecamatan itu karena kontur tanah berbentuk tebing dan labil serta sering terjadi pergeseran tanah," tambahnya.

Sesuai data BPBD setempat, Asep mengatakan terhitung sejak Januari sampai 11 Desember sudah terjadi sebanyak 131 kali kejadian bencana dengan rincian 23 kali bencana kebakaran, 19 kali banjir, 33 kali tanah longsor, 33 kali angin topan atau puting beliung dan tiga kali gempa bumi.

Untuk penanganan kejadian bencana alam pihaknya sudah menugaskan tim khusus yang berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan instansi terkait serta melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi bencana.

Disamping itu, pihaknya juga mengimbau kepada warga apabila terjadi bencana di wilayahnya masing-masing agar segera menghubungi petugas terdekat seperti petugas kelurahan dan kecamatan atau bisa langsung ke BPBD untuk mempercepat penanggulangannya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Banjarnegara

Satu Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Banjarnegara

News | Selasa, 15 Desember 2015 | 10:11 WIB

Waspada, Sumsel Rawan Tanah Longsor dan Banjir

Waspada, Sumsel Rawan Tanah Longsor dan Banjir

News | Senin, 14 Desember 2015 | 08:32 WIB

Longsor di Bengkulu, 15 Warga Masih Tertimbun

Longsor di Bengkulu, 15 Warga Masih Tertimbun

News | Jum'at, 04 Desember 2015 | 13:42 WIB

Jabar Daerah Paling Rawan Longsor

Jabar Daerah Paling Rawan Longsor

News | Minggu, 29 November 2015 | 22:52 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×