Polisi Bogor Antisipasi Buku Pelajaran TK Berunsur Radikalisme

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 22 Januari 2016 | 07:32 WIB
Polisi Bogor Antisipasi Buku Pelajaran TK Berunsur Radikalisme
Ilustrasi buku. (Shutterstock)

Suara.com - Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Jawa Barat, melakukan upaya antisipasi beredarnya buku pelajaran mengandung unsur radikalisme dengan meningkatkan kewaspadaan dan imbauan kepada masyarakat untuk sama-sama mengawasi.

"Sesuai instruksi Kapolres agar kepolisian di wilayah ini bersama-sama masyarakat melakukan pengawasan, jika ditemukan segera melapor jangan sampai wilayah Bogor juga tersebar buku pelajaran tersebut," kata Kasubag Humas Polres Bogor Kabupaten, AKP Ita Puspitalena, di Cibinong, Jumat.

Ita mengatakan, setelah menyebarnya berita penemuan buku pelajaran Taman Kanak-Kanak (TK) yang mengandung unsur radikalisme di Depok, Kapolres Bogor langsung menginstruksikan seluruh Polsek di wilayah Kabupaten Bogor untuk memberikan sosialisasi kepada para kepala sekolah.

"Kita sama-sama mengantisipasi, jangan sampai beredar di wilayah Bogor," katanya.

Instruksi serupa, juga disampaikan kepada para Kepala Satuan dan anggota Babinkamtibmas untuk mengimbau ke sekolah-sekolah dan Dinas Pendidikan setempat untuk mengantisipasi peredaran buku pelajaran berbau radikalisme.

"Kita mengimbau agar guru-guru juga mengantisipasi, sebelum buku pelajaran dibagikan kepada siswa, agar dilihat atau dicek halaman per halamnya terlebih dahulu," katanya.

Ita menambahkan, hingga kini belum diperoleh laporan adanya penemuan buku berbau radikalisme yang menyebar di wilayah Kabupaten Bogor.

"Belum ada laporan, kami masih terus memantau," katanya.

Sementara itu, dalam pesan informasi yang disampaikan Humas Polres Bogor Kabupaten menginformasikan, peredarnya buku pelajaran tingkat TK yang mengandung unsur radikalisme terjadi di wilayah Depok terungkap oleh Gerakan Pemuda (GP) Anshor berdasarkan laporan dari masyarakat.

Dalam penelusuran, buku pelajaran tersebut dicetak di Solo, Jawa Tengah. Buku dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis. Terdapat kalimat berbunyi 'Selesai-Raih-Bantai-Kiyai'.

Terdapat sekitar 32 kalimat yang mengarah pada tindakan radikalisme di antaranya 'sabotase', 'gelora hati ke Saudi', 'bom', 'Sahid di medan jihad', dan 'cari lokasi di Kota Bekasi'.

Ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti rela', 'basoka dibawa lari', 'selesai raih bantai kirai', dan 'kenapa fobia pada agama'.

Buku pelajaran tersebut terdapat lima jilid. Buku merupakan cetakan pertama tahun 1999 kemudian tahun 2015 sudah mencapai cetakan ke-167. Penulis buku juga memasukkan aspek ideologi seperti di halaman 18 buku jilid 4 yang menyebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buku TK Isi Ajaran Radikal, Moreno Minta Jangan Membuat Heboh

Buku TK Isi Ajaran Radikal, Moreno Minta Jangan Membuat Heboh

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 16:16 WIB

#iniNegrikuA Visual Journey, Narasi Keindahan Nusantara

#iniNegrikuA Visual Journey, Narasi Keindahan Nusantara

Lifestyle | Kamis, 14 Januari 2016 | 12:51 WIB

Terkini

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB