Pemimpin Partai Komunis Vietnam Kecam Para Pengkritiknya

Tomi Tresnady | Suara.com

Jum'at, 29 Januari 2016 | 03:30 WIB
Pemimpin Partai Komunis Vietnam Kecam Para Pengkritiknya
Kehidupan orang Vietnam di kota Hanoi [shutterstock]

Suara.com - Pemimpin tertinggi partai komunis Vietnam yang baru terpilih kembali Nguyen Phu Trong mengecam kritik terhadap sistem satu partainya, dengan mengatakan pengambilan keputusan bersama "lebih demokratis" daripada bangsa-bangsa yang mengadakan pemilihan berdasarkan popularitas.

Trong yang juga anggota partai komunis yang konservatif berkomentar setelah terpilih kembali sebagai pemimpin pada Rabu (27/1/2016), membawa Kongres lima tahunan Partai Komunis itu semakin dekat dengan kemenangan gemilang untuk politisi senior partai setelah berminggu-minggu pertikaian.

Pejabat berusia 70 tahun itu mempelajari gaya ekonomi Soviet dan dipandang dekat dengan Beijing daripada mantan saingannya, Perdana Menteri Nguyen Tan Dung. Dia melalui pidato pertamanya menyuarakan istilah baru untuk membela sistem otoriter Vietnam, yang mentolerir sedikit perbedaan pendapat.

"Saya tidak ingin menyebut nama, tapi beberapa negara yang merupakan negara demokrasi justru individu (pemimpin) memutuskan semuanya," katanya.

"Dengan begitu, siapa yang lebih demokratis?" tanya dia.

Saingan Trong, Perdana Menteri Dung yang seorang pendukung perubahan, yang secara luas dinilai mendorong rencana pro-bisnis, kalah dalam pemilihan umum internal dan akan mengundurkan diri pada Mei.

Penggantinya diharapkan Nguyen Xuan Phuc, yang saat ini menjabat wakil perdana menteri, kata media setempat.

Trong telah menjadi pemimpin partai sejak 2011 dan akan menjalankan kesepakatan kompromi yang analis katakan berbeda dengan masa sepuluh tahun kekuasaan Dung yang berwibawa dan pergeseran kembali ke pengambilan keputusan melalui musyawarah.

Trong mengatakan "terkejut" diminta tetap menjalankan pekerjaan tertinggi partai, tapi bersiap untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dia mengirimkan pesan jelas melalui pidato bahwa Vietnam, yang selalu dikritik oleh kelompok kanan dan pemerintah asing atas ketidaktolerannya pada perbedaan pendapat dalam negeri, tidak akan mengubah taktik.

"Negara tanpa disiplin, berada di dalam kekacauan dan ketidakstabilan, merupakan negara yang tidak dapat berkembang. Jadi, demokrasi dan disiplin harus berjalan bersama-sama," katanya.

Presiden baru negara itu, dikatakan dijabat Tran Dai Quang oleh media setempat, seorang jenderal polisi yang naik pangkat di dalam Kementerian Keamanan Publik Vietnam yang kuat.

Pencapaian Trong yang mendapatkan keuntungan dari perpecahan popularitas Dung - tidak mungkin menandai perubahan drastis pada masalah-masalah kunci seperti sengketa dengan Beijing atas wilayah Laut Tiongkok Selatan dan keterlibatan dalam serangkaian transaksi perdagangan, termasuk Kemitraan Trans-Pasifik pimpinan Amerika Serikat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia yang Unik dan Beda dari Kopi Vietnam

Ini Dia yang Unik dan Beda dari Kopi Vietnam

Lifestyle | Kamis, 14 Januari 2016 | 07:00 WIB

Mentan Tegaskan Keberadaan Beras Impor Cuma untuk Cadangan

Mentan Tegaskan Keberadaan Beras Impor Cuma untuk Cadangan

Bisnis | Kamis, 07 Januari 2016 | 01:17 WIB

Indonesia Selalu Impor Beras, Ini Sebabnya

Indonesia Selalu Impor Beras, Ini Sebabnya

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2015 | 12:31 WIB

Investasi Perusahaan Indonesia di Vietnam Capai 500 Juta Dolar AS

Investasi Perusahaan Indonesia di Vietnam Capai 500 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 23 November 2015 | 11:48 WIB

Indonesia Terjepit Jika Terjadi Perang Kurs di Asia

Indonesia Terjepit Jika Terjadi Perang Kurs di Asia

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 14:43 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB