Danau Maninjau Tercemar Berat

Ardi Mandiri

Jum'at, 29 Januari 2016 | 06:06 WIB
Danau Maninjau Tercemar Berat
Ilustrasi danau

Suara.com - Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan kualitas air Danau Maninjau tercemar berat pada kelas tiga atau tidak layak digunakan sebagai tempat budidaya ikan air tawar.

"Ini berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas air yang dilakukan tim dari BPLH," kata Kepala BPLH setempat, Edi Busti di Lubuk Basung, Kamis.

Dengan kondisi ini, tambahnya, air danau vulkanik tersebut tidak bisa digunakan untuk dikonsumsi atau digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti mencuci pakaian, piring dan mandi.

Menurut dia, kondisi air dengan kelas tiga ini disebabkan karena tumpukan sisa pakan ikan dari keramba jaring apung (KJA) dengan jumlah sekitar 18.000 unit.

"Setiap hari sekitar lima ton pakan ikan yang diberikan petani kepada ikan mereka dan sekitar 30 persen dari pakan itu mengendap di dasar danau," katanya.

Sementara dari hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), daya tampung dan daya dukung Danau Maninjau dengan luas sekitar 99,5 km� dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter hanya sekitar 6.000 unit.

"Dengan kondisi ini, daya tampung dan daya dukung danau sudah melebihi kapasitas, sehingga pakan ikan mengendap di danau itu yang mengakibatkan air tercemar," katanya.

Untuk memulihkan air danau, katanya, membutuhkan waktu 25 tahun dengan kondisi KJA di danau tersebut harus kosong.

Namun ini tidak mungkin terwujud akibat danau merupakan sumber ekonomi masyarakat.

Tetapi ini harus disikapi oleh intansi terkait dengan cara mengurangi jumlah keramba jaring apung yang ada sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pelestarian Kawasan Danau Maninjau.

"Dalam Perda itu, jumlah keramba jaring apung hanya diperbolehkan sebanyak 6.000 unit dan apabila limbah tersebut disedot, maka akan merusak ekosistem ikan rinuak karena ikan tersebut hanya hidup di Danau Maninjau," katanya.

Salah seorang warga Tanjung Raya, Samsir (50), mendukung program pemerintah dalam pemulihan air danau tersebut, karena selama ini pihaknya telah membersihkan sisa pakan ikan di dasar danau dengan mengunakan "dauh" yang merupakan alat untuk membersihkan sisa pakan ikan.

Sekali digunakan dauh bisa mengeluarkan sisa pakan sekitar 200 kilogram. Sisa pakan ini bisa digunakan untuk membuat batu bata dan pupuk untuk tanaman.

"Saya melakukan ini setelah danau tercemar dan masyarakat tidak ada memanfaatkan air danau untuk mandi, mencuci dan lainnya," tambahnya.

Sebelumnya, danau tersebut dimanfaatkan masyarakat banyak untuk mandi, mencuci pakaian dan lainnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Bentuk Badan Otoritas di 10 Kawasan Wisata Pada 2016

Pemerintah Bentuk Badan Otoritas di 10 Kawasan Wisata Pada 2016

Bisnis | Minggu, 10 Januari 2016 | 21:02 WIB

Danau Vulkanik di Islandia Ini Begitu Fotogenik

Danau Vulkanik di Islandia Ini Begitu Fotogenik

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2015 | 10:30 WIB

Terkini

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 09:59 WIB

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

×