Operasi Pengejaran Santoso di Poso Diperpanjang

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 09 Maret 2016 | 23:14 WIB
Operasi Pengejaran Santoso di Poso Diperpanjang
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. [suara.com/Welly]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan memutuskan operasi pengejaran kelompok Santoso dengan sandi Tinombala akan diperpanjang selama enam bulan ke depan.

Hal itu dikatakan Luhut dalam kunjungannya di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016). Personel untuk melakukan pengejaran pun ditambah.

"Untuk Operasi Tinombala 2016 tahap awal yang berakhir pada hari ini, kembali kita lanjutkan hingga enam bulan ke depan. Sementara untuk personil tambahan, nanti kita lihat," ungkapnya.

Menteri menjelaskan perpanjangan operasi kembali dilakukan. Mengingat belum tuntasnya gangguan keamanan dari kelompok Santoso yang hingga kini belum juga berhasil ditumpas termasuk Santoso sebagai target utama.

Menteri mengharapkan partisipasi Pemerintah Daerah serta seluruh masyarakat Poso sangat diperlukan, untuk ikut membantu aparat keamanan dalam penyelesaian jaringan teroris kelompok Santoso cs.

Operasi Tinombala tahap pertama dimulai 9 Januari sampai 9 Maret 2016, yang melibatkan sedikitnya 2.500 pasukan gabungan TNI-Polri.

Tiga bulan pelaksanaan operasi Tinombala, tim gabungan TNI-Polri telah berhasil menangkap beberapa orang anggota kelompok Santoso yang masuk dalam daftar DPO Polisi. Selain menangkap kelompok DPO, tim gabungan juga telah berhasil mengamankan ratusan jenis barang bukti yang diduga sebagai milik kelompok Santoso seperti bom rakitan, senjata api dan amunisi.

Dalam Kunjungan tersebut Menkopolhukam juga membahas tiga agenda penting yakni Radikalisasi-Deradikalisasi, masalah Narkoba dan program penggunaan dana desa.

Sosialisasi berlangsung selama dua jam digelar di aula rumah jabatan Bupati Poso. Kunjungan pertama kalinya di Poso bersama rombongan selama satu hari tersebut untuk bertemu dengan pihak pemerintah kabupaten, unsur TNI-Polri serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalaluddin Rakhmat: Benih Radikalisme dan Intoleransi Indonesia

Jalaluddin Rakhmat: Benih Radikalisme dan Intoleransi Indonesia

wawancara | Senin, 07 Maret 2016 | 07:00 WIB

Diancam Teror, Gujarat Siaga 1

Diancam Teror, Gujarat Siaga 1

News | Minggu, 06 Maret 2016 | 17:23 WIB

Terduga Teroris di Cilacap dan Malang dari Kelompok Bom Thamrin

Terduga Teroris di Cilacap dan Malang dari Kelompok Bom Thamrin

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 14:49 WIB

Tangkal Radikalisme, Gubernur NTB Larang Siswa Bawa Ponsel

Tangkal Radikalisme, Gubernur NTB Larang Siswa Bawa Ponsel

News | Sabtu, 27 Februari 2016 | 06:18 WIB

Kapolri: Satu Pelaku Bom Thamrin Masih Buron

Kapolri: Satu Pelaku Bom Thamrin Masih Buron

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 19:46 WIB

Indonesia Jadi Role Model Penanganan Terorisme di Dunia

Indonesia Jadi Role Model Penanganan Terorisme di Dunia

News | Jum'at, 26 Februari 2016 | 15:25 WIB

Australia Keluarkan "Travel Advisory", Ini Kata Istana

Australia Keluarkan "Travel Advisory", Ini Kata Istana

News | Kamis, 25 Februari 2016 | 18:21 WIB

Luhut: Ancaman Narkoba Lebih Serius daripada Teroris

Luhut: Ancaman Narkoba Lebih Serius daripada Teroris

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 11:54 WIB

BNPT Dorong Pengawasan Terhadap 18 Ponpes Terindikasi Radikalisme

BNPT Dorong Pengawasan Terhadap 18 Ponpes Terindikasi Radikalisme

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 06:51 WIB

Kapolri: 4 WNI Dideportasi Singapura Anak Buah Aman Abdurahman

Kapolri: 4 WNI Dideportasi Singapura Anak Buah Aman Abdurahman

News | Senin, 22 Februari 2016 | 18:48 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×