Jalur Puncak-Cianjur Putus Gara-gara Longsor

Siswanto

Jum'at, 01 April 2016 | 19:52 WIB
Jalur Puncak-Cianjur Putus Gara-gara Longsor
Antrean kendaraan di jalur puncak Cisarua, Bogor, Jawa Barat, sore hari. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jalur Puncak-Cianjur, tepatnya di Kampung Pos, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat, kembali terputus akibat longsor pada tebing setinggi 20 meter yang terletak di pinggir jalan utama.

Longsor mengakibatkan antrean panjang kendaraan pada Jumat (1/4/2016) petang. Dari kedua arah terlihat antrean panjang karena material longsor menutup sebagian besar badan jalan sepanjang 10 meter.

Tebing longsor setelah hujan deras mengguyur. Tebing yang menjulang di atas jalan ambruk, tapi tidak ada korban jiwa.

Koordinator Satgana PMI Cianjur, Heri Hidyat, mengatakan hujan deras menyebabkan tebing setinggi 20 meter ambruk dan menutup badan jalan. Saat peristiwa terjadi arus kendaraan yang melintas sepi, sehingga sampai menimbulkan korban.

"Jarak dari lokasi longsor beberapa bulan yang lalu, sekitar 300 meter ke arah Cipanas kalau dari Cianjur. Material longsoran menutupi sebagian besar landasan jalan, namun saat ini kendaraan sudah dapat melintas secara bergiliran," katanya.

Saat ini, ungkap dia, aparat kepolisian dan TNI bersama dengan warga berusaha membersihkan jalan dari material longsor."Saat ini baru bisa dilalui satu arah secara bergantian, petugas dibantu warga tengah bergotong-royong menyingkirkan material batu dan tanah yang terbawa longsor," katanya.

Sementara hingga malam menjelang, antrean kendaraan terus memanjang karena tingginya volume kendaraan dari kedua arah baik dari Cianjur menuju Cipanas atau sebaliknya. Sebagian besar pengendara baik sepeda motor dan mobil mengaku terjebak kemacetan hingga satu jam.

Sedangkan Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Hilman, mengatakan bersama tim gabungan berusaha menyingkirkan material longsor yang menutup jalan penghubung utama antarkabupaten agar dapat kembali dilalui secara normal.

"Hingga pukul 18.00 WIB, jalan baru bisa dilalui satu arah, rencana malam kita akan berlakukan sistem buka tutup ketika alat berat menyingkirkan material. Saat ini kami masih melakukan evakuasi dengan alat manual," katanya.

Dia mengimbau bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut, agar waspada dan ekstra hati-hati terutama ketika hujan turun dengan deras.

"Kita akan memasang papan imbauan dari kedua arah agar pengguna jalan waspada dan hati-hati saat melintas jalur rawan longsor di sepanjang Jalur Puncak-Cianjur," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya

Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya

News | Jum'at, 25 Maret 2016 | 21:06 WIB

Cuma Arah Jakarta yang Boleh Lewat Puncak Sore Ini, Jangan Emosi

Cuma Arah Jakarta yang Boleh Lewat Puncak Sore Ini, Jangan Emosi

News | Jum'at, 25 Maret 2016 | 17:12 WIB

Mau ke Puncak Hari Ini? Cek Jadwal Buka Tutup Jalan

Mau ke Puncak Hari Ini? Cek Jadwal Buka Tutup Jalan

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 10:39 WIB

Terkini

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

×