Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 02 April 2016 | 17:59 WIB
Ini Keadaan Terakhir 10 WNI Sepekan Disandera Abu Sayyaf
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin apel gelar pasukan Komando Operasi Pengamanan KTT OKI di Silang Monas, Jakarta, Selasa (1/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengklaim kondisi 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok milisi Abu Sayyaf dalam keadaan sehat. Mereka masih berada di Filipina.

"Dari informasi pemerintah Filipina, sampai saat ini 10 WNI yang disandera masih dalam keadaan sehat," kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (2/4/2016).

TNI siap memberikan bantuan apabila ada permintaan dari Pemerintah Filipina dalam menangani penyanderaan oleh Abu Sayyaf. Namun Filipina belum melakukannya.

Bahkan, pemerintah Filipina kata Nurmantyo telah berjanji kepada pemerintah Indonesia akan berusaha dengan berbagai cara untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Kita harus menghargai niat baik dari pemerintah Filipina dan kita harus yakin akan hal itu," ujar jenderal bintang empat itu.

Sejauh ini, kata Nurmantyo, TNI hanya bisa melakukan pemantauan dan menunggu koordinasi dengan Filipina terkait upaya yang akan diambil untuk membebaskan sandera. Karena bagaimanapun, TNI juga tidak bisa memaksa masuk tanpa seizin dari Filipina, mengingat itu bagian dari teritori negara Filipina.

Menurut Nurmantyo, TNI baru boleh masuk jika sudah ada izin dari pemerintah Filipina. Hal ini sama ketika operasi pembebasan sandera Woyla di Thailand, ketika itu Indonesia diberikan izin oleh Thailand dalam penugasan pembebasan sandera.

"Kita harus yakin dengan Filipina. Karena kalau ada pembajakan di negara kita, negara lain ingin masuk tentu juga tidak boleh tanpa ada koordinasi. Karenanya, sebagai negara bertetangga kita harus menghormati dan saling percaya," katanya.

Namun demikian, jika nanti diminta TNI untuk melakukan upaya pembebasan, tentu TNI akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan pemerintah Filipina.

"Jadi saat ini TNI hanya bisa menunggu dan memonitor. Tetapi kalupun diminta kita akan selalu siap," katanya.

Untuk itu, Panglima TNI berharap keluarga 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf untuk tetap bersabar dan berdoa agar semuanya diberikan kesehatan.

"Tetap berdoa dan bersabar serta percayakan semuanya kepada TNI," kata Nurmantyo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 23:57 WIB

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Selain 10 WNI, 11 WNA Juga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 15:00 WIB

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

Suami Disandera Abu Sayyaf, Halimatus Terkejut dan Menangis

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 03:00 WIB

Jalur Lobi Diyakini Bisa Bebaskan 10 WNI yang Disandera

Jalur Lobi Diyakini Bisa Bebaskan 10 WNI yang Disandera

News | Rabu, 30 Maret 2016 | 18:25 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×