Kursi Mendes Jadi Incaran, Ada yang Usik Hubungan PKB-PDIP

Siswanto, Bagus Santosa

Kamis, 07 April 2016 | 12:50 WIB
Kursi Mendes Jadi Incaran, Ada yang Usik Hubungan PKB-PDIP
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. [Suara.com/Bagus Santosa]
Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding curiga ada yang sedang mengganggu hubungan PKB dan PDI Perjuangan. Pernyataan Karding untuk menanggapi isu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar akan diganti kader PDI Perjuangan.

"Saya tegaskan, di politik itu nggak ada yang tertutup. Kita ngapain saja bisa ketahuan. Jadi kalau bermain, bermainlah yang cantik," kata Karding di DPR, Kamis (7/4/2016).

Indikasi upaya memecah belah hubungan kedua partai, menurut Karding, Istana langsung menerima perwakilan demonstran yang menuntut transparansi dalam rekrutmen petugas pendamping dana desa.
 
Ketika itu, sekitar 200 demonstran dari Aliansi Pendamping Profesional Desa Jawa Barat menuntut Presiden Joko Widodo mengusut dugaan politisasi dalam rekrutmen pendamping dana desa yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Selanjutnya, 15 perwakilan demonstran diterima Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Ini seperti ada yang mengorganisir demo. Ada demo yang diterima cepat, sementara guru honorer yang ratusan ribu tidak diterima, sementara yang demo untuk Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) juga nggak diterima. Ini 100 orang-300 orang demo menteri desa langsung diterima," katanya.
‎Karding menduga posisi kementerian desa menjadi incaran karena anggaran yang dikelolanya mencapai Rp20 triliun lebih. Dari sisi politik, kementerian ini juga strategis karena langsung berhubungan dengan masyarakat.

"Mendes ini kan anggarannya besar, lalu di sisi kewenangan juga banyak yang berkepentingan untuk mengambil (jabatan) itu. Jadi wajar (jadi rebutan). ‎Kewenangannya bagus karena rakyat desa yang dikelola," kata dia.
Tapi, kata Karding, peristiwa tersebut tidak membuat hubungan PKB dengan PDI Perjuangan meregang. Menurut dia komunikasinya dengan PDI Perjuangan tetap baik.

"(Komunikasi) jalan. Saya telepon-teleponan dengan teman-teman (PDIP)," kata Karding.

Karding mengatakan reshuffle merupakan kewenangan Presiden Jokowi. Karding menambahkan kebijakan tersebut tidak boleh diintervensi.

"Dan, saya kira PKB sangat loyal mengikuti seluruh kebijakan pemerintah dan terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan pemerintah yang baik," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan Desa Pakai Dana Desa Harus Bersifat Padat Karya

Pembangunan Desa Pakai Dana Desa Harus Bersifat Padat Karya

Bisnis | Jum'at, 25 Maret 2016 | 14:57 WIB

Tolak Politisasi Rekrutmen Pendamping Dana Desa

Tolak Politisasi Rekrutmen Pendamping Dana Desa

Foto | Rabu, 23 Maret 2016 | 10:52 WIB

DPR Ingin Hambatan Penyaluran Dana Desa Bisa Diatasi

DPR Ingin Hambatan Penyaluran Dana Desa Bisa Diatasi

Bisnis | Selasa, 22 Maret 2016 | 19:36 WIB

KPK Tidak Awasi Dana Desa Sampai Desa-desa

KPK Tidak Awasi Dana Desa Sampai Desa-desa

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 15:38 WIB

Target Pajak Tercapai Dirasa Percuma Jika Masyarakat Tetap Miskin

Target Pajak Tercapai Dirasa Percuma Jika Masyarakat Tetap Miskin

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 12:38 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×