Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun

Ririn Indriani, Erick Tanjung

Senin, 18 April 2016 | 21:24 WIB
Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tragedi September 1965 yang dikenal dengan 'G 30 S' menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, keluarga korban pembantaian massal yang konon dilakukan oleh angkatan darat hingga kini masih mengalami intimidasi dan stigmatisasi oleh sekelompok masyarakat dan Pemerintah.

Tak hanya itu, tragedi 1965 juga telah memenjara banyak orang tanpa diadili di pengadilan. Ini menunjukkan betapa kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia pada masa lalu‎ belum tuntas. Negara tampak masih enggan mengungkap kebenaran sejarah tersebut.

‎Salah satu korban yang pernah dipenjara tanpa diadili di tragedi 1965 tersebut adalah Nani Nurani. Perempuan‎ berusia 70 Tahun ini mengungkapkan bahwa negara telah abai terhadap hak warganya.

Nani mengaku dipenjara tanpa tahu apa kesalahannya. Ia mengaku mengetahui peristiwa pada 30 September 1965 (pembunuhan para jenderal) dari radio pukul 10.00 WIB.

Nani tidak tahu menahu penyebab kejadian itu. "Saya ditangkap dan dipenjara, karena dituduh sebagai Biro Khusus PKI (Partai Komunis Indonesia). Padahal saya bukan PKI dan tidak tahu salah saya apa," ceritanya dalam Simposium Nasional Tragedi 1965/1966 di hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).

‎Nani mengaku ketika pulang ke kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat, untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di rumah, tiba-tiba didatangi oleh dua prajurit angkatan darat bersenjata lengkap.

"Ketika saya berkumpul dengan keluarga tiba-tiba saya ditangkap oleh dua tentara bersenjata laras panjang dan menodongkannya ke saya. Kemudian saya dipenjara di Bukit Duri (Jakarta) selama tujuh tahun dan tanpa diadili di pengadilan," bebernya.

‎Nani meniai pemerintah menuduhnya sebagai pemberontak hanya karena pernah mengisi acara HUT PKI sebagai penyanyi. Inilah yang dijadikan alasan aparat menuduh dirinya terlibat pemberontak bersama PKI.

"Pada Juni 1965 saya diminta menyanyi di acara PKI. Saya menyanyi sebagai seniman dan saya bekerja di Dinas Kebudayaan. Ketika itu PKI juga partai yang sah. ‎Saya juga bertugas sebagai penyanyi di Istana Cipanas kalau Presiden Soekarno ada acara kenegaraan," ungkap dia.

Pada 1975, Nani dibebaskan karena dianggap tidak terbukti terlibat pemberontakan dan ikut kegiatan PKI. Namun setelah keluar hak kewarganegaraannya dicabut, Nani tetap dicap sebagai PKI.

"Pada tahun 1975 saya bebas dan disuruh tandatangan dan disumpah agar tidak menuntut. Namun saat umur saya 62 Tahun saya tidak dapat KTP seumur hidup," bebernya lagi.

Kemudian sekitar 2003 Nani didampingi LBH Jakarta menggugat haknya sebagai warga negara agar dapat KTP ke pengadilan tata usaha negara (PTUN) dan menang. Namun Camat Koja naik banding, kemudian berlanjut ke Mahkamah Agung dan menang dengan memiliki keputusan hukum tetap atau inkrah.

Lalu pada 2011 ia kembali menuntut rehabilitasi namanya yang distigma, dicap sebagai pemberontak ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun Pengadilan mengatakan bukan kewenangannya. Lalu berlanjut ke Pengadilan Tinggi DKI, hingga sekarang belum juga rampung.

‎Di usianya yang senja, Nani menegaskan tidak membutuhkan permintaan maaf dari pemerintah. Ia hanya menginginkan keadilan dan pemulihan nama baiknya demi anak-anak dan cucunya.

"Saya hanya ingin nama baik saya direhabilitasi, ketika nanti saya mati saya bisa bahagia dan bisa tersenyum saat bertemu orangtua saya dikubur. Saya berdoa pada Allah semoga dapat keadilan. Saya yakin Allah selalu hadir, tidak tidur dan tidak buta.‎ Saya belum rela mati, karena kasus saya belum tuntas." tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kesaksian Ketua Ranting Gerwani Soal Tragedi 1965

Ini Kesaksian Ketua Ranting Gerwani Soal Tragedi 1965

News | Senin, 18 April 2016 | 17:59 WIB

Pendemo Sebut Simposium Nasional Tragedi 1965 Jadi 'Markas PKI'

Pendemo Sebut Simposium Nasional Tragedi 1965 Jadi 'Markas PKI'

News | Senin, 18 April 2016 | 14:20 WIB

Terkini

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 17:03 WIB

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:00 WIB

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:55 WIB

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

×