Pendemo Sebut Simposium Nasional Tragedi 1965 Jadi 'Markas PKI'

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 18 April 2016 | 14:20 WIB
Pendemo Sebut Simposium Nasional Tragedi 1965 Jadi 'Markas PKI'
Pendemo Simposium Nasional Tragedi 1965. (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Sejumlah orang yang mengatasnamakan perkumpulan Front Pancasila melakukan demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).

Mereka menolak pelaksanaan Simposium Nasional bertajuk 'Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan' yang tengah berlangsung ‎di Hotel Aryaduta, di dekat Tugu Tani.

Aksi unjukrasa ini mendapat penjagaan ketat dari aparat k‎epolisian. Karena kelompok ini menuntut pembubaran simposium, polisi menyuruh mereka berunjukrasa di kawasan patung kuda dekat Tugu Monas. Namun massa menolak.

Kelompok massa ini menuding bahwa simposium tersebut adalah acara simpatisan PKI‎ (partai komunis Indonesia).

"Kami tidak mau dipindah ke patung kuda, kami mau ke markas PKI di Hotel Aryaduta," kata Alfian Tanjung, Koordinator aksi di lokasi.

Akibat perlawanan masa yang hanya berjumlah belasan orang tersebut, sempat terjadi ketegangan dengan aparat kepolisian. Polisi menarik spanduk yang mereka bawa, dua dari massa ditangkap.

"‎Polisi tangkap teman kami, polisi PKI," tandas dia.

Polisi pun akhirnya menggiring massa bersama mobil komando mereka ke arah patung kuda, kawasan Monas. Akisi ini membuat ruas jalan di kawasan Tugu Tani macet parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tunggu Masukan untuk Selesaikan Kasus 1965

Pemerintah Tunggu Masukan untuk Selesaikan Kasus 1965

News | Senin, 18 April 2016 | 13:30 WIB

Pemerintah Tegaskan Tak Akan Minta Maaf ke Korban Pelanggaran HAM

Pemerintah Tegaskan Tak Akan Minta Maaf ke Korban Pelanggaran HAM

News | Senin, 18 April 2016 | 12:44 WIB

Luhut: Kita Harus Berdamai dengan Masa Lalu

Luhut: Kita Harus Berdamai dengan Masa Lalu

News | Senin, 18 April 2016 | 11:03 WIB

Simposium Tragedi 1965 Digelar Hari Ini

Simposium Tragedi 1965 Digelar Hari Ini

News | Senin, 18 April 2016 | 08:43 WIB

Ulloa Batalkan Kemenangan West Ham, Leicester Tetap di Puncak

Ulloa Batalkan Kemenangan West Ham, Leicester Tetap di Puncak

Bola | Minggu, 17 April 2016 | 21:32 WIB

Vardy Cetak Gol, Leicester Sementara Ungguli West Ham

Vardy Cetak Gol, Leicester Sementara Ungguli West Ham

Bola | Minggu, 17 April 2016 | 20:16 WIB

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

Front Pancasila Tolak Penyelenggaraan Simposium Tragedi 1965

News | Sabtu, 16 April 2016 | 17:02 WIB

Komite Kepresidenan Perlu Dibentuk untuk Usut Pelanggaran HAM

Komite Kepresidenan Perlu Dibentuk untuk Usut Pelanggaran HAM

News | Jum'at, 15 April 2016 | 19:24 WIB

Pegiat HAM Minta Korban Bisa Bersaksi di Simposium Tragedi 1965

Pegiat HAM Minta Korban Bisa Bersaksi di Simposium Tragedi 1965

News | Jum'at, 15 April 2016 | 18:03 WIB

Simposium Tragedi 1965 Tak Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Simposium Tragedi 1965 Tak Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

News | Jum'at, 15 April 2016 | 17:37 WIB

Terkini

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53 WIB

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB