Bekas Sandera Abu Sayyaf Pura-pura Jadi Mualaf Agar Selamat

Tomi Tresnady, Nikolaus Tolen

Senin, 02 Mei 2016 | 15:46 WIB
Bekas Sandera Abu Sayyaf Pura-pura Jadi Mualaf Agar Selamat
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memimpin prosesi serah terima 10 orang WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di kantor Kemenlu RI Jakarta, Senin (2/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Peter Tonson, Nahkoda Kapal Tunda Brahma 12 harus berpura-berpura dirinya seorang mualaf demi menyelamatkan diri saat berada dalam tangan penyadera milisi Abu Sayyaf.
 
Tidak hanya Peter, dua orang teman lainnya juga harus melakukan hal yang sama agar bisa dibebaskan oleh para perompak yang menguasai perairan Tawi-Tawi, Filipina.
 
"Waktu kemari demi menyelamatkan nyawa kita. Saya dan kawan dua orang," kata Peter di Auditorium Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin(2/5/2016).
 
Menurutnya,  taktik mualaf yang dilakukan oleh Peter, karena saat ini sedang terjadi konflik Agama di Filipina. Agar tidak menghindari konflik, dia dan temannya mengambil taktik seperti itu.
 
"Sebelum mereka nanya, mereka selalu mengatakan mereka perang agama. Saya melakukan ini bukan untuk melalukan provokasi, saya mengatakan saya mualaf," kata Peter.
 
Lebih lanjut, Peter juga bercerita kebiasaan yang dijalani para sandera ketika bersama Abu Sayyaf. Kata Peter, para sandera terpaksa tidur di tanah dan terekadang hanya beralaskan daun kelapa.
 
"Tidak sakit, tapi ya, biasalah, gatal-gatal saja," ucap dia.
 
Dia mengaku sempat mendapat ancaman dan ternyata hal itu cuma gertakan semata. Ancaman itu dilakukan Abu Sayyaf agar pihak pemerintah atau perusahaan segera membayar uang tebusan sebesar Rp14,3 miliar.
 
"Nggak ada, ancaman dan tekanan tidak ada. Mungkin mereka pengen masuk biar cepat ditebus atau bagaimana. Tekanan hanya nakut-nakutin kita. Ultimatum segala macam tapi hanya bercanda," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:28 WIB

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:01 WIB

10 ABK Dibebaskan, Mbai: Keinginan Teroris Tercapai, Selesai

10 ABK Dibebaskan, Mbai: Keinginan Teroris Tercapai, Selesai

News | Senin, 02 Mei 2016 | 14:22 WIB

DPR Sayangkan Banyak Pihak Klaim Bebaskan 10 WNI Korban Sandera

DPR Sayangkan Banyak Pihak Klaim Bebaskan 10 WNI Korban Sandera

News | Senin, 02 Mei 2016 | 13:25 WIB

RSPAD: 10 ABK Korban Sandera Sehat Fisik dan Mental

RSPAD: 10 ABK Korban Sandera Sehat Fisik dan Mental

News | Senin, 02 Mei 2016 | 12:56 WIB

Usai Dicek di RSPAD, 10 ABK Diserahkan ke Kemlu

Usai Dicek di RSPAD, 10 ABK Diserahkan ke Kemlu

News | Senin, 02 Mei 2016 | 12:51 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×