Ahok Dicibir di DKI, Tapi Dipuji Warga Dadap Tangerang

Siswanto, Nikolaus Tolen

Jum'at, 20 Mei 2016 | 18:53 WIB
Ahok Dicibir di DKI, Tapi Dipuji Warga Dadap Tangerang
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memanggil Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, di Jakarta, Jumat (20/5). [suara.com/Oke Atmaja]
Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana menertibkan lokalisasi Dadap dan Kampung Nelayan Dadap pada 23 Mei 2016. Sebanyak 387 keluarga dan 418 bangunan terancam terkena kebijakan tersebut.

Namun, rencana tersebut tak berjalan mulus. Warga melawan. Mereka menilai Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar belum menjalankan prosedur.

Warga Dadap meminta Bupati Zaki meniru cara Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjalankan prosedur, terutama kompensasi, sebelum eksekusi.

"Setahu kami, setiap kali pemerintah melakukan penggusuran, yang utama adalah pastikan dulu tahapan-tahapannya. Harus ada sosialisasinya, paling kurang dua tahunlah. Pak Ahok kalau buat penggusuran, dia sudah siapkan semuanya, dia sudah siapkan rumah susunnya, transportasinya, cobalah Pemkab Tangerang juga seperti itu," kata warga bernama Heri Afrizal.

Heri mengatakan itu ketika turut hadir dalam pertemuan antara warga Dadap dan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dimediasi oleh Ombudsmen RI di gedung ombudsman, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016).

Heri menilai selama ini, warga Tangerang, terutama warga Kampung Dadap, tidak pernah merasakan pelayanan aparat pemerintah dengan baik. Contohnya dalam membuat Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

"Satu lagi Pak Bupati, Bapak tahu nggak, betapa susahnya beban kami ketika membuat KTP. Biaya yang harus kami keluarkan adalah Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, buat KK harus keluarkan uang sampai satu juta berapa. Kenapa besar begitu, karena ada yang jadi calo, dan itu adalah pejabat sendiri, Bapak harus tahu ini, makanya kami tidak percaya dengan bapak," kata Heri diiringi tepukan dan sorakan warga.

Dia juga mengkritik pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dia menyontohkan pengalaman ketika membawa anak ke puskesmas. Layanannya mengecewakan.

"Namun, apa yang saya dapat, orang puskesmas bilang mereka bisa mengobati anak saya, alhamdulillah saya senang, karena pihak puskesmas sudah bisa mengobati orang sakit, anak saya pun dinyatakan negatif DBD. Tetapi saat dibawa pulang, sampai di rumah sakit lagi, saya bawa ke Rumah Sakit Cengkareng karena dekat, ternyata anak saya positif DBD. Ini kan pembohongan, kalau anak saya terjadi apa-apa, ini masukan buat Bapak, tolong berikan yang terbaik," kata Heri.

Heri mengingatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang agar jangan sewenang-wenang, terutama melalui kebijakan penertiban terhadap pemukiman penduduk.

"Mungkin kalau bebek atau kambing, dia dipindahkan tidak berkomentar pak, tapi saya manusia, kita ini manusia, kita butuh hidup juga," kata Heri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ombudsman: Ada 9 Masalah dalam Rencana Gusur Kampung Dadap

Ombudsman: Ada 9 Masalah dalam Rencana Gusur Kampung Dadap

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 18:23 WIB

Pertemuan Bupati Tangerang-Ombudsman Diwarnai Demonstrasi

Pertemuan Bupati Tangerang-Ombudsman Diwarnai Demonstrasi

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 17:55 WIB

Terkini

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

×