Pujian Selangit untuk Orasi Ilmiah Megawati

Siswanto

Rabu, 25 Mei 2016 | 16:19 WIB
Pujian Selangit untuk Orasi Ilmiah Megawati
Megawati Soekarnoputri [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memuji sosok mantan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai sosok Ibu Bangsa yang senantiasa melontarkan berbagai gagasan strategis.

"Saya pikir sangat pantas, layak dan patut kalau hari ini Universitas Padjadjaran Bandung memberikan anugerah gelar doktor honoris causa kepada Ibu Megawati," ujarnya usai menghadiri Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan kepada Megawati Soekarnoputri dari Universitas Padjadjaran di Kota Bandung, Rabu.

Ia menuturkan ada sejumlah hal yang bisa diambil dari orasi ilmiah berjudul Bernegara Dengan Satu Keyakinan Ideologi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut, di antaranya kesadaran tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Negara harus segera melakukan langkah-langkah konstitusional untuk menata semangat kehidupan ber-Pancasila. Jadi, Pancasila tidak menjadi tafsir rezim yang dalam setiap rezim memiliki tafsir tersendiri terhadap Pancasila," katanya.

Selain itu, tentang rasa keadilan masyarakat, yakni masyarakat saat ini harus mendapatkan perlindungan lebih lanjut.

"Kalau kemarin Ibu Megawati menggagas jaminan kesehatan, hari tua, pendidikan. Maka, jaminan itu jangan sekedar ada, namun harus lebih memberikan perlindungan yang menyeluruh untuk masyarakat," katanya.

Hal lain, dia menilai orasi ilmiah Megawati tentang kedaulatan negara meliputi penguasaan laut yang tidak boleh ada batasan antara kabupaten atau provinsi karena itu merupakan zona yang sangat terbuka.

"Saya catat dari orasi ilmiah Ibu Mega tadi adalah tentang kemandirian ekonomi bangsa. Bahwa kita memiliki kekayaan cukup, kemampuan keuangan cukup manakala birokrasi memiliki aspek perencanaan keuangan yang memadai yang berorientasi kepada kepentingan publik," ujarnya.

Menurut dia selama ini keuangan di negara ini lebih banyak untuk keperluan aspek administratif di pemerintahan dan kegiatan yang tidak memiliki efektivitas untuk kepentingan publik.

"Tetapi, persoalan ini berbenturan dengan politik akomodatif dan kelembagaan negara dan badan serta dinas kantor di tiap kabupaten dan kota," katanya.

Orasi ilmiah Megawati yang juga menarik dicermati, ditambahkannya, adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk masyarakat ke depan.

"Karena tidak akan ada artinya ekonomi kalau lingkungan kita hancur," demikian Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Jawa Barat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Megawati Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Ahok Kirim Bunga

Megawati Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Ahok Kirim Bunga

News | Rabu, 25 Mei 2016 | 12:42 WIB

Jelang Pilkada DKI, Gembong: Megawati Orangnya "Welcome"

Jelang Pilkada DKI, Gembong: Megawati Orangnya "Welcome"

News | Selasa, 24 Mei 2016 | 15:58 WIB

Enggan Komentari Isu Nasional, Mega Hanya Beri Tips Sukses SBMPTN

Enggan Komentari Isu Nasional, Mega Hanya Beri Tips Sukses SBMPTN

News | Sabtu, 21 Mei 2016 | 14:04 WIB

Megawati Dukung UU Penghapusan Kekerasan Seksual

Megawati Dukung UU Penghapusan Kekerasan Seksual

Foto | Kamis, 12 Mei 2016 | 16:21 WIB

Terkini

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:49 WIB

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

×