Beredar Vaksin Palsu, Para Ibu Kesal Pemerintah Kebobolan

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 26 Juni 2016 | 13:15 WIB
Beredar Vaksin Palsu, Para Ibu Kesal Pemerintah Kebobolan
Ilustrasi vaksin. (foto: www.foxnews.com)

Dalam beberapa hari terkahir, masyarakat diresahkan dengan adanya penemuan vaksin palsu yang beredar di beberapa provinsi di Indonesia. Pihak kepolisian sampai saat ini baru menemukan peredaran vaksin palsu di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Menanggapi hal tersebut, para ibu mengaku risau dan takut jika anak-anaknya harus melakukan imunisasi. Seperti yang dirasakan oleh Dewi seorang ibu dengan dua anaknya yang masih membutuhkan vaksinasi.

"Kita mau vaksin anak kita jadi takut. Anak saya ada dua, masih butuh vaksin lagi. Kalau nanti seperti kasus yang bayi meninggal gimana. Jadi bingung mau vaksin tapi ada vaksin palsu, kalau nggak vaksin anak saya butuh divaksin," kata Dewi saat ditemui suara.com di pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/6/2016).

Hal senada juga diungkapkan oleh Syifa yang mengaku geram, kesal dan heran kepada pemerintah yang dinilai bisa kebobolan dengan peredaran vaksin palsu ini. Pasalnya, vaksinasi untuk bayi dan balita menjadi hal yang sangat penting harus dilakukan.

"Kalau dibilang kesel ya kesel mbak. Pemerintah kan bilang kalau anak harus divaksin, tapi kok ini pemerintah nggak menjaga vaksin ini sampai bisa kebobolan rumah sakit sediakan vaksin palsu. Memang pengawasannya bagaimana sih. Sampai kesel saya, karena ini sudah ada yang merenggut nyawa soalnya," kata Syifa.

Ia pun berharap, pemerintah bisa dengan cepat menyelesaikan permasalahan peredaran vaksin palsu ini. Agar para ibu menjadi tenang dan tidak khawatir saat memberikan vaksin kepada buah hatinya.

"Semoga kasus ini bisa cepat selesai. Jadi kita nyaman dan nggak khawatir kalau mau imunisasi anak. Terus pemerintah harus meyakinkan kita juga sebagai ibu kalau memang kondisi vaksin ini sudah aman," tegasnya.

Seperti diketahui, terbongkarnya perederan vaksin palsu lantaran ada kasus penemuan bayi yang meninggal setelah diimunisasi. Praktik pemalsuan vaksin yang dijual ke sejumlah rumah sakit berhasil dibongkar aparat kepolisian. Bareskrim Polri berhasil menggerebek para pelaku di pabrik mereka yang berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Selasa (21/6/2016).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPAI Minta Pelaku Vaksin Palsu Dihukum Seberat-beratnya

KPAI Minta Pelaku Vaksin Palsu Dihukum Seberat-beratnya

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 18:56 WIB

Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan Dampak Vaksin Palsu

Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan Dampak Vaksin Palsu

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 16:28 WIB

Masuk Kejahatan Kemanusiaan, Pemalsuan Vaksin Harus Dituntaskan

Masuk Kejahatan Kemanusiaan, Pemalsuan Vaksin Harus Dituntaskan

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 13:49 WIB

Unair Siap Bantu Kepolisian Kaji Vaksin Palsu

Unair Siap Bantu Kepolisian Kaji Vaksin Palsu

News | Sabtu, 25 Juni 2016 | 06:32 WIB

BPOM: Pemalsu Vaksin adalah Pemain Lama

BPOM: Pemalsu Vaksin adalah Pemain Lama

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 17:57 WIB

Vaksin Palsu, Jika Ragu, Ortu Bisa Minta Anaknya Divaksin Ulang

Vaksin Palsu, Jika Ragu, Ortu Bisa Minta Anaknya Divaksin Ulang

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 16:09 WIB

Ini Dampak Bila Anak Disuntik Vaksin Palsu

Ini Dampak Bila Anak Disuntik Vaksin Palsu

Health | Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:42 WIB

Menkes Bicara Vaksin Palsu

Menkes Bicara Vaksin Palsu

Foto | Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:39 WIB

Vaksin Palsu, Menkes: Kasus Serupa Pernah Terjadi 2013

Vaksin Palsu, Menkes: Kasus Serupa Pernah Terjadi 2013

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 15:28 WIB

Ini Penjelasan Menkes Soal Vaksin Palsu di Tangsel

Ini Penjelasan Menkes Soal Vaksin Palsu di Tangsel

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 14:47 WIB

Terkini

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Jogja | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:31 WIB

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:29 WIB

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

Lampung | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:27 WIB

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:26 WIB

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:25 WIB

Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September

Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:21 WIB

×