PBNU Anggap Bom Madinah Layak Dikutuk Umat Islam Seluruh Dunia

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Juli 2016 | 06:44 WIB
PBNU Anggap Bom Madinah Layak Dikutuk Umat Islam Seluruh Dunia
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan keterangan pers terkait penetapan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (30/5). [suara.com/Oke Atmaja]

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan teror bom di Madinah, Arab Saudi, merupakan perilaku tak beradab, sehingga layak dikutuk oleh umat di seluruh dunia.

"Perilaku tak beradab itu layak dikutuk bukan saja oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia, tapi juga oleh siapapun yang mencintai perdamaian," kata Ketua PBNU bidang hukum, perundang-undangan dan hak asasi manusia Robikin Emhas di Jakarta, Selasa (5/7/2016).

Robikin berharap otoritas keamanan dan bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga terhadap bom bunuh diri di Madinah tersebut.

"Satu dan lain hal agar secara dini mampu bergandeng tangan untuk mencegah sehingga peristiwa seperti itu tidak terjadi," kata Robikin.

Dia juga menyampaikan duka mendalam atas terjadinya peristiwa yang memakan korban lima orang tewas tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya dilaporkan pelaku bom bunuh diri menyerang tiga kota Arab Saudi, yakni di Madinah, Qatif dan Jeddah yang menyebabkan lima orang tewas dan dua terluka.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Reuters, bom bunuh diri di kawasan Masjid Nabawi Madinah menyebabkan tiga orang tewas di antaranya dua petugas keamanan Masjid Nabawi dan seorang pelaku bom bunuh diri.

Bom bunuh diri itu terjadi saat petugas keamanan itu berbuka puasa pada Senin (4/7/2016) waktu setempat.

Sementara ledakan bom juga terjadi di dekat gedung Konsulat AS di Jeddah. Petugas keamanan Arab Saudi menyebutkan pelaku bom memarkir mobilnya dekat konsulat AS dan meledakan mobil itu sehingga menyebabkan dua orang terluka dan satu orang (pelaku) tewas.

Pelaku bom bunuh diri juga terjadi di kota Qatif yang merupakan kawasan komunitas Syiah.

Disebutkan tidak ada warga yang tewas dalam serangan tersebut, namun pelaku bom itu tewas meledakkan dirinya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sedang Buka Puasa, 2 Penjaga Tewas Akibat Bom Masjid Nabawi

Sedang Buka Puasa, 2 Penjaga Tewas Akibat Bom Masjid Nabawi

News | Selasa, 05 Juli 2016 | 01:37 WIB

Bank Mandiri Luncurkan Kartu Debit "KARTANU"

Bank Mandiri Luncurkan Kartu Debit "KARTANU"

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 17:20 WIB

Tingkatkan Pembiayaan, Bank Muamalat Jalin Kerjasama dengan NU

Tingkatkan Pembiayaan, Bank Muamalat Jalin Kerjasama dengan NU

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 12:40 WIB

NU: Radikalisme Susupi Kalangan Remaja Berbasis Agama Lemah

NU: Radikalisme Susupi Kalangan Remaja Berbasis Agama Lemah

News | Jum'at, 10 Juni 2016 | 00:58 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

×