Dinkes Bekasi Klaim Sudah Curiga pada RS Hosana

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:59 WIB
Dinkes Bekasi Klaim Sudah Curiga pada RS Hosana
Ratusan keluarga yang curiga anaknya menjadi korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bekasi telah mencurigai adanya pembelian vaksin palsu di Rumah Sakit Hosana Medika, Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Juni 2016.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung mengatakan sebelum Kementerian Kesehatan mengumumkan daftar rumah sakit pihak telah melakukan sidak ke beberapa rumah sakit di Bekasi. Sidak tersebut dilakukan Dinkes Bekasi sejak kasus vaksin mencuat pada Juni 2016.

"Khusus untuk Hosana Medika, sebelum ada pengumuman kemarin oleh Kementerian Kesehatan, kami sudah mencurigai,"ujar Tetty dalam jumpa pers terkait temuan vaksin palsu di Media Center Pemerintah Kota Bekasi, Bekasi, Jumat (15/7/2016).

Kata Tetty, kecurigaan Dinkes Bekasi bermula saat pihaknya melakukan sidak pada 24 Juni hingga 25 Juni 2016, ditemukan adanya faktur pembelian vaksin dari distributor yang tidak resmi. Saat dimintai keterangan, kata Tetty, pihaknya tidak bisa bertemu pihak RS Hosana.

"Kami sudah melihat fakturnya ada pembelian ke Azka Medika. Begitu besoknya kita datang lagi orangnya nggak ada,"ucapnya.

Meski mencurigai RS Hosana membeli vaksin palsu, pihaknya tidak langsyng mengumumkan rumah sakit tersebut, namun Dinas Kesehatan Kota Bekasi menunggu dari pengumuman Kementerian Kesehatan.

"Tapi kami tidak mengumumkan karena menunggu pengumuman resmi dari pemerintah,"ungkapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan tiga Rumah Sakit di Kota Bekasi yang menerima vaksin palsu dari 14 daftar rumah sakit yang telah diumumkan Kementerian Kesehatan.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan tiga RS yang menerima vaksin palsu adalah RS  ST Elizabeth, Narogong, Bekasi, RS Permata Bekasi dan RS Hosana Medika, Bekasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkot Bekasi Buka Posko untuk Korban Vaksin Palsu

Pemkot Bekasi Buka Posko untuk Korban Vaksin Palsu

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:52 WIB

Pemkot Bekasi Beberkan Tiga Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

Pemkot Bekasi Beberkan Tiga Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:26 WIB

Keluarga Korban Vaksin Palsu Geruduk RS Harapan Bunda

Keluarga Korban Vaksin Palsu Geruduk RS Harapan Bunda

Foto | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:22 WIB

DPR Duga Pemerintah Belum Transparan Soal Nama RS Penerima Vaksin

DPR Duga Pemerintah Belum Transparan Soal Nama RS Penerima Vaksin

DPR | Jum'at, 15 Juli 2016 | 12:15 WIB

RS Elisabeth Data Pasien Pengguna Vaksin Palsu

RS Elisabeth Data Pasien Pengguna Vaksin Palsu

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 11:21 WIB

Jokowi Perintahkan 14 Rumah Sakit Terkait Vaksin Palsu Diperiksa

Jokowi Perintahkan 14 Rumah Sakit Terkait Vaksin Palsu Diperiksa

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 11:19 WIB

Awasi Peredaran Obat dan Vaksin, DPR Akan Bentuk Tim Khusus

Awasi Peredaran Obat dan Vaksin, DPR Akan Bentuk Tim Khusus

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 02:04 WIB

Legislator: Jika Dibiarkan Vaksin Palsu Bisa Jadi Genosida

Legislator: Jika Dibiarkan Vaksin Palsu Bisa Jadi Genosida

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 05:00 WIB

Dinkes Bekasi Segera Verifikasi RS Pengguna Vaksin Palsu

Dinkes Bekasi Segera Verifikasi RS Pengguna Vaksin Palsu

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 21:06 WIB

Fadli Zon Minta Kasus Vaksin Palsu Dibedah

Fadli Zon Minta Kasus Vaksin Palsu Dibedah

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 20:47 WIB

Terkini

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB