Legislator: Jika Dibiarkan Vaksin Palsu Bisa Jadi Genosida

Ririn Indriani, Bagus Santosa

Jum'at, 15 Juli 2016 | 05:00 WIB
Legislator: Jika Dibiarkan Vaksin Palsu Bisa Jadi Genosida
Menkes Beberkan 14 Rumah Sakit Penerima Vaksin Palsu

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra Roberth Rouw ‎menilai kejahatan peredaran dan penggunaan vaksin palsu secara masif sama dengan genosida atau penghancurkan sebuah generasi.

Karenanya, dia meminta pelaku yang terkait dalam vaksin palsu ini diberi hukuman seberat-beratnya dan dijerat dengan pasal berlapis.

"Ini perbuatan yang sangat keji. Dan bila dibiarkan ini bisa terjadi genosida, artinya kita bisa kehilangan satu generasi," kata Roberth dalam rapat kerja antara Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Kabareskrim Polri, Kamis (14/7/2016).

Dia juga mendesak kepada Satgas penanganan vaksin palsu dan BPOM untuk segera melakukan penelitian dan investigasi terhadap kasus vaksin palsu ini. Langkah ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui peredarannya lantaran vaksin ini disebutkan sudah beredar di sembilan kota.

"Untuk menjawab kegelisahan vaksin palsu maka harus ada pemeriksaan menyeluruh di seluruh Indonesia dan tidak hanya di 9 provinsi saja. Libatkan Balai Besar POM di setiap provinsi untuk mengungkap peredaran ini. Sehingga, ada jawaban pemeriksaan di 34 provinsi dan bagaimana hasilnya," kata Roberth panjang lebar.

Dia juga mengatakan agar Satgas penanganan vaksin palsu kembali memeriksa anak-anak yang telah melakukan vaksinasi di rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan yang diduga menggunakan vaksin palsu.‎ Pemeriksaan ulang ini dibutuhkan agar vaksinasi yang dilakukan tidak sia-sia.

"Kemenkes memiliki data lengkap anak-anak yang telah melakukan vaksinasi di rumah sakit, Puskesmas, atau Fasyankes lainnya yang diduga menggunakan vaksin palsu. Periksa dan ambil sample anak-anak itu, jangan sampai anak-anak itu menjadi korban," ujar Roberth.

Dia juga berharap pemerintah meminta maaf atas beredarnya vaksin palsu ini sejak 2003. Permintaan maaf ini, menurut Roberth, diperlukan agar ada pertanggungjawaban dari pihak pemerintah.

"Harus ada permohonan maaf dari pemerintah, bukan malah masyarakat dibiarkan begini saja. walau kita tahu Ibu (Nila F Moeloek, red) baru jadi menteri, tapi ini negara. Siapapun yang menjadi pemimpin harus bertanggungjawab bagi negara," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dinkes Bekasi Segera Verifikasi RS Pengguna Vaksin Palsu

Dinkes Bekasi Segera Verifikasi RS Pengguna Vaksin Palsu

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 21:06 WIB

Fadli Zon Minta Kasus Vaksin Palsu Dibedah

Fadli Zon Minta Kasus Vaksin Palsu Dibedah

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 20:47 WIB

Menkes: Daftar 14 Rumah Sakit Gunakan Vaksin Palsu dari Bareskrim

Menkes: Daftar 14 Rumah Sakit Gunakan Vaksin Palsu dari Bareskrim

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 20:38 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×