Kisah Tuti, Penyanyi Istana Hibur Tokoh Dunia Zaman Bung Karno

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 02 Agustus 2016 | 19:33 WIB
Kisah Tuti, Penyanyi  Istana Hibur Tokoh Dunia Zaman Bung Karno
Mujiastuti (68), mantan penyanyi Istana Kepresidenan zaman Soekarno [suara.com/Erick Tanjung]
Tak banyak penyanyi di negeri ini berkesempatan untuk bernyanyi di Istana Kepresidenan. Bernyanyi di hadapan orang nomor satu di Republik ini dan tamu-tamu negara merupakan kebanggaan tersendiri bagi sebagian seniman.
 
Salah satu penyanyi yang pernah mendapatkan kesempatan emas itu adalah Tuti. Perempuan yang kini berusia 68 itu menyanyi di Istana zaman Presiden Sukarno.
 
Wartawan Suara.com mendapatkan kesempatan untuk berbincang santai dengan Tuti di kediamannya kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2016).
 
Bersama grup bernama Gembira, perempuan yang memiliki nama lengkap Mujiastuti kerab bernyanyi di Istana Bogor dan Istana Negara Jakarta untuk menghibur Bung Karno dan tamu-tamu negara.   
 
"Saya nyanyi di Istana Negara awal 1964 sampai akhir 1965. Dulu tamu negara yang datang ke Istana ada Ho Chi Minh dari Vietnam, tetapi saya belum ikut waktu itu. Lalu saya pernah nyanyi untuk menghibur delegasi dari Cina, Korea, Kuba dan tamu negara-negara lainnya," kata Tuti.
 
Dia menuturkan ada empat lagu yang wajib dinyanyikan di Istana untuk menghibur para tamu negara. Yaitu lagu Keroncong, lagu daerah, lagu negara yang diundang, dan lagu nasional Indonesia. 
 
"Jadi ada empat lagu yang harus dinyanyikan, termasuk lagu negara yang diundang. Misalnya Bung Karno mengundag tamu negara dari Cina, ya kami menyanyikan lagu Cina juga. Saya pernah menyanyikan lagu Kuba, Korea, dan macam-macam," ujar dia.
 
Menurut dia, mereka para seniman yang bernyanyi di Istana ketika itu harus menghafalkan lagu negara yang menjadi tamu undangan Bung Karno dalam waktu yang terbatas. Namun mereka semua bisa melaksanakan tugas tersebut.  
 
"Kami menghafali dulu dalam waktu singkat loh, pertama kami belajar notasi dulu, dan ucapan sampai bisa," tutur dia.
 
Dia menambahkan selama bernyanyi di Istana para seniman tersebut tidak pernah mengharapkan bayaran, dan memang tidak dibayar. Bernyanyi, menghibur para tamu negara di Istana Kepresidenan adalah suatu kebanggaan bagi mereka.
 
"Kami tidak pernah berhitung soal bayaran. Saya nggak pernah merasakan dibayar. Kami senang-senang saja, bangga dong nyanyi di Istana. Tanya Titiek Puspa deh, pernah nggak dibayar, nggak pernah. Mungkin pengganti transpor ada," ujar dia.
 
Ketika masih aktif menyanyi di Istana, usia Tuti masih belia, 16 tahun.
 
Dia adalah penyanyi perempuan termuda ketika itu. 
 
"Bung Karno memanggil saya si kecil, ketika itu memang saya yang paling muda," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB