Fadli Zon: Full Day School Jangan-jangan Ide Jokowi

Siswanto, Dian Rosmala

Kamis, 11 Agustus 2016 | 12:37 WIB
Fadli Zon: Full Day School Jangan-jangan Ide Jokowi
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan darimana ide penerapan full day school yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy muncul.

"Saya nggak tahu ini ide siapa. Mendikbud atau Presiden. Karena Presiden selalu menyampaikan tidak ada visi misi menteri, yang ada visi misi Presiden," kata Fadli di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Fadli menilai statement Presiden berarti menunjukkan para menteri hanya menjalankan perintah Kepala Negara, termasuk Muhadjir.

"Jadi menteri cuma pelaksana dari Presiden. Ini jangan-jangan ide Presiden," tutur Fadli.

Fadli berharap pergantian menteri jangan selalu disusul dengan perubahan kebijakan, selama kebijakan sebelumnya baik.

"Tapi sekali lagi yang perlu kita cermati jangan sampai ganti menteri, ganti kebijakan. Ini adagium lama, tapi masih terjadi," kata Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengingatkan jangan sampai pemerintah menjadikan murid sekolah sebagai kelinci percobaan kebijakan.

"Dunia pendidikan kita ini jangan dijadikan kelinci percobaan. Ini bukan waktunya untuk menjadikan kelinci percobaan. Dan siswa-siswa kita juga bukan kelinci untuk dijadikan percobaan," ujar Fadli.

Itu sebabnya, Fadli meminta supaya ide Muhadjir benar-benar dikaji secara matang sebelum diterapkan.

"Jadi harus dikaji dengan matang dulu, sebaiknya seperti apa. Baru kemudian diuji coba dan dibikin percontohannya dulu. Karena ini tidak mudah secara filosofis dan teknis," kata Fadli.

Salah satu alasan Muhadjir melontarkan wacana program full day school kepada murid SD dan SMP yaitu agar mereka menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.

"Saya ingin sekolah jadi rumah kedua bagi anak-anak setelah rumah. Jangan swalayan, mal jadi rumah kedua mereka," kata Muhadjir dalam konferensi pers di Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016).

Dia berharap dengan lebih banyak waktu berada di lingkungan sekolah, anak-anak akan melakukan kegiatan positif.

Tetapi, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan sekarang ini program tersebut masih dalam tahap pengkajian. Dia menyampaikan ide ini sebagai bagian dari sosialisasi sekaligus mencari umpan balik.

"Intinya terserah kepada Presiden (Joko Widodo). Kalau sudah dikaji secara menyeluruh akan diberitahu kepada masyarakat jadi ini baru ide dan gagasan," kata Muhadjir

"Saya harus lontarkan kepada masyarakat jangan ternyata tidak cocok mendingan sebelumnya sudah bully daripada nanti sudah jadi malah jadi ribut," Muhadjir menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×