Keluhkan Harga Bahan Pokok, Ahok Sebut Sandiaga Tak Kasih Solusi

Madinah, Dian Rosmala

Sabtu, 13 Agustus 2016 | 14:31 WIB
Keluhkan Harga Bahan Pokok, Ahok Sebut Sandiaga Tak Kasih Solusi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bersama stafnya Sunny Tanuwidjaja, tampil bersaksi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberkan isi pembicaraannya dengan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga menyampaikan soal harga kebutuhan pokok yang melonjak.

"Dia (Sandiaga) cerita, saya harus datang karena udah ketemu Sekda, ngomongin harga-harga yang naik. Nggak kasih solusi juga," kata Ahok di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (13/8/2016).

"Dia bilang ada aplikasi. Saya bilang kita udah punya aplikasi, silahkan dicocokkan. kita kan akan membangun pasar grosir Kramat Jati," ujar Ahok menambahkan.

Ahok tak berbicara banyak dengan Sandiaga. Sebab, dia sadar kedatangan Sandiaga ke ruangannya hanya karena merasa tak enak lantaran sduah lebih dulu bertemu dengan Sekretaris Daerah Saefullah.

"Saya nggak cerita sama dia (Sandiaga) juga, karena dia cuma ngomong gitu tapi ngggak kasih solusi. Jadi dia lebih cenderung datang ketemu saya, itu nggak enak, ketemu sekda tidak temuin saya," tutur Ahok.

Sandiaga, kata Ahok, menemuinya atas nama ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Namun, Ahok mempertanyakan kenapa Sandiaga tidak menemuinya terlebih dahulu, jika maksud kedatangan tersebut mewakili pedagang pasar se Indonesia.

"Dia menjual sebagai Ketua APPSI sebetulnya. Kalau mau ketemu Sekda silahkan. Biasanya kalau resmi ketemu Gubernur langsung kan," kata Ahok.

Sandiaga juga menawarkan solusi mengatasi harga-harga yang makin mahal. Namun, menurut Ahok Sandiaga sama sekali tak sedang memberi solusi.

"Akhir Desember ini akan keluar Pasar Grosir Kramat Jati. Karena sistem dagang, kenapa pasar kita tidak bisa jual barang murah? Karena belinya, sudah harga mahal. Makanya, sekarang kami mau main grosir, supaya pedagang kita beli langsung harga distributor pertama. Kita punya pasar, kita kontrol. Dia akan menawarkan solusi itu, saya bilang itu bukan solusi," kata Ahok.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (12/8/2016) Sandiaga Uno berkunjung ke kantor Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah. Usai bertemu Saefullah, Sandiaga juga mampir menemui Ahok di ruangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Didatangi Sandiaga, Ahok Sebut Saefullah Takut Dipecat

Didatangi Sandiaga, Ahok Sebut Saefullah Takut Dipecat

News | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 14:06 WIB

Sandiaga Sowan ke Balai Kota, Ahok: Nggak Ada di Jadwal

Sandiaga Sowan ke Balai Kota, Ahok: Nggak Ada di Jadwal

News | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 13:52 WIB

Ini yang Tak Disukai PDIP Dari Seorang Ahok

Ini yang Tak Disukai PDIP Dari Seorang Ahok

News | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 12:24 WIB

Soal Sikap PDIP, Ahok Mengaku Diminta Megawati untuk Menunggu

Soal Sikap PDIP, Ahok Mengaku Diminta Megawati untuk Menunggu

News | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 11:50 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×