Dirjen Hubla Terima Anugerah Satyalancana dari Presiden Jokowi

Adhitya Himawan

Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:13 WIB
Dirjen Hubla Terima Anugerah Satyalancana dari Presiden Jokowi
Gedung Kementerian Perhubungan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Ir. A. Tonny Budiono, MM. Tanda penghargaan dari Pemerintah Indonesia itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertepatan dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu  (17/8/2016).

Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya. Kali ini penghargaan tersebut diberikan kepada Dirjen Hubla yang telah 30 tahun mengabdikan dirinya kepada Negara.

Penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya tersebut diberikan oleh Presiden RI berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/TK/Tahun 2016 tertanggal 3 Agustus 2016.

Dirjen Hubla Tonny Budiono mengaku bersyukur dan bahagia mendapat penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo tersebut. Meskipun demikian, Dirjen Tonny Budiono penghargaan tersebut mengandung arti bahwa tugas dan tanggung jawab pengabdiannya kepada bangsa dan negara semakin besar dan berat.

“Tentu saya bahagia dan bersyukur mendapat penghargaan dari Presiden RI seperti sekarang ini. Tetapi, penganugerahan kehormatan ini juga mengandung arti saya harus bekerja lebih sungguh-sungguh lagi untuk menciptakan keselamatan dan keamanan maritim. Termasuk turut menyukseskan program Tol Laut dan Poros Maritim Dunia yang dicanangkan oleh Bapak Presiden dan Wakil Presiden," ujar Tonny Budiono.

Dirjen Tonny Budiono juga menilai,  kepercayaan negara kepada dirinya harus dijaga dan diimplementasikan dengan kerja nyata. Sebab, anugerah itu bukan hanya sekadar diberikan begitu saja, tetapi penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Negara dan Pemerintah RI memberikan kepercayaan bahwa dirinya mampu mengemban tugas-tugas negara dengan baik.

“Penghargaan ini mengandung konsekuensi yang tidak main-main, yakni bagaimana saya mampu mempertahankan kepercayaan negara dan pemerintah Indonesia, khususnya Presiden RI Joko Widodo agar saya semakin meningkatkan kinerja dan pengabdian,” tuturnya.

Meskipun demikian, Dirjen Tonny Budiono merasa, penghargaan ini masih belum sebanding dengan pengabdian para pejuang dan pahlawan nasional. Apalagi, di Indonesia banyak para pahlawan yang tanpa nama dan tanpa tanda jasa.

“Para pejuang dan pahlawan itu lah yang sebenernya paling layak mendapat kehormatan, bukan saja dari negara tetapi dari seluruh rakyat Indonesia. Sebab, dengan perjuangan merekalah kita sampai di titik ini, yakni dapat menikmati alam kemerdekaan yang ke-71 tahun,” ungkap Tonny Budiono.

Tonny Budiono yang lahir di Pekalongan 13 Juli 1958 adalah salah seorang pejabat karir Kementerian Perhubungan yang menapaki karirnya dari bawah.

Dedikasinya yang begitu besar di sektor perhubungan laut menjadikannya dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 16 Mei 2016 lalu.

Tangga karir Tonny Budiono yang mendapatkan gelar S1 Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini ditapaki dari mulai staf biasa pada tahun 1986. Dua tahun kemudian menjadi Kepala Seksi Pengamatan Laut, Direktorat Kenavigasian (1988-1998). Kemudian Kepala Subdit Bina Sarana dan Prasarana, Direktorat Kenavigasian (1998 - 2002).

Tonny Budiono sempat juga menjabat sebagai Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (2002 - 2009). Setelah itu menjabat sebagai Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya (2009 - 2010), Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda (2010 - 2012).

Tahun 2012, Tonny Budiono dipercaya sebagai Direktur Kenavigasian. Jabatan itu diembannya sampai tahun 2015 ketika dipercaya menjadi Direktur Pelabuhan dan Pengerukan. Tidak lama menjabat Direktur Pelabuhan dan Pengerukan, Tonny Budiono berpindah tugas menjadi staf ahli Menteri Perhubungan sampai dia ditunjuk Oleh Menteri Perhubungan kala itu, Ignasius Jonan untuk menempati posisi Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 16 Mei 2016 lalu.

Dalam bekerja Tonny selalu berpegang teguh pada prinsip kompeten, profesionalisme, dan kejujuran. Tahun 1999, ia menyelesaikan program pascasarjana di Universitas Pancasila untuk gelar Master Manajemen dan berhasil menjadi lulusan terbaik sehingga menyandang predikat Cum Laude.

Salah satu prestasi Tonny yang tidak dapat dipungkiri dan diakui oleh dunia adalah pada saat kejadian jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Selat Karimata menjelang akhir tahun 2014 lalu. Saat itu Tonny Budiono, yang bertindak selaku Koordinator Tim Operasi SAR di Kapal KN Jadayat berhasil menemukan black box (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501. Hal tersebut merupakan pencapaian besar yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Di balik proses pencarian yang terbilang tak mudah, Tonny menyebut keberhasilan tim menemukan kotak hitam merupakan kerja keras dan atas kehendak Sang Maha Kuasa.

Sebagai Dirjen Perhubungan Laut, kinerja Tonny Budiono semakin menunjukkan kualitasnya, terutama pasca Angkutan Lebaran 2016/1437 H yang berhasil mencapai target zero accident. Selama musim Angkutan Lebaran tahun ini, tidak ada satupun pelayanan penumpang pun yang tidak tertangani dengan baik. Bahkan jumlah penumpang kapal laut selama masa Angkutan Lebaran 2016 mengalami peningkatan hingga sekitar 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerjanya sendiri juga terbukti dengan adanya catatan dan pemberitaan angkutan laut Lebaran yang sangat baik oleh sejumlah media nasional.

Tonny juga pernah mengikuti beberapa pendidikan dan pelatihan internasional, di antaranya Hydrographic Survey di Tokyo, Jepang dan Technical Aids to Navigation di Houston, Amerika Serikat, serta telah mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) selama 7,5 bulan.

Selain dikenal sebagai pribadi yang ramah dan terbuka, Tonny Budiono juga begitu dekat dengan keluarga dan menganggap keluarga sebagai pendukung utama karirnya. Tonny Budiono memiliki seorang istri bernama Dra. Sri Laksmani dan dikaruniai 2 orang anak bernama Marinda Anggana Putri dan Hadi Prabowo.

Sekarang, di era Menhub Budi Karya Sumadi, Tonny Budiono berkomitmen untuk meneruskan usaha-usaha dan kinerjanya yang baik agar masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai standar minimum demi kemajuan transportasi laut di Indonesia. "Dengan semangat kemerdekaan RI ke 71 ini saya akan ajak jajaran saya untuk bekerja lebih baik, cerdas dan ikhlas dan menjadikan transportasi laut di Indonesia lebih baik lagi," tutup Tonny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Golkar Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI

Partai Golkar Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI

Foto | Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:09 WIB

PDI Perjuangan Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI

PDI Perjuangan Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 10:54 WIB

Warga Belanda Ini Hadir Saksikan Ahok Jadi Irup Upacara HUT RI

Warga Belanda Ini Hadir Saksikan Ahok Jadi Irup Upacara HUT RI

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 10:01 WIB

Tim Arjuna Bertugas Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka

Tim Arjuna Bertugas Kibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 09:45 WIB

Ahok: Kita Nggak Diminta Korbankan Nyawa, Hanya Tak Terima Suap

Ahok: Kita Nggak Diminta Korbankan Nyawa, Hanya Tak Terima Suap

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 09:27 WIB

Rayakan HUT RI, BRI Salurkan CSR BUMN Hadir Untuk Negeri

Rayakan HUT RI, BRI Salurkan CSR BUMN Hadir Untuk Negeri

Press Release | Rabu, 17 Agustus 2016 | 09:15 WIB

Istana Merdeka Mulai Dipadati Tamu Undangan Upacara HUT RI

Istana Merdeka Mulai Dipadati Tamu Undangan Upacara HUT RI

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 09:08 WIB

Paspampres Amankan Orang yang Ngaku Anaknya Jenderal M. Jasin

Paspampres Amankan Orang yang Ngaku Anaknya Jenderal M. Jasin

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 08:53 WIB

Ratusan Warga Nonton Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Ratusan Warga Nonton Upacara HUT RI di Istana Merdeka

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 08:28 WIB

Polda Metro Alihkan Lalu Lintas di Depan Istana Merdeka

Polda Metro Alihkan Lalu Lintas di Depan Istana Merdeka

News | Rabu, 17 Agustus 2016 | 06:45 WIB

Terkini

Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi

Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:28 WIB

Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'

Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

1.273 Personel Gabungan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini

1.273 Personel Gabungan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:01 WIB

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB