Ada Delapan Agen Perjalanan Haji Ilegal yang Berangkatkan 177 WNI

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2016 | 15:11 WIB
Ada Delapan Agen Perjalanan Haji Ilegal yang Berangkatkan 177 WNI
Inspektur Jenderal Kemenag, Muhamad Jasin. (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kementerian Agama sudah memastikan bahwa biro jasa perjalanan dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang memberangkatkan 177 Warga Negara Indonesia untuk ibadah haji adalah ilegal.

Kemenag pun sudah mengidentifikasinya, dan didapatkan 8 agen travel yang diduga terlibat dalam pengiriman haji asal Indonesia dari luar negeri tersebut.

Para agen travel tersebut diduga membantu sindikat asing di dalam membujuk calon haji asal Indonesia untuk berangkat haji menggunakan jalur tidak resmi.

"Dari identifikasi, ada beberapa perusahaan travel itu, ada 8 kelompok yang kami identifikasi yang memberangkatkan jemaah yang berasal dari 8-10 provinsi," kata Inspektur Jenderal Kemenag, Muhamad Jasin di gedung KPK, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).

Kata Jasin, beberapa perusahaan travel yang diduga bekerja sama dengan pihak asing teraebut pernah mendapat izin dari Kemenag. Kemudian, karena pernah terlibat kasus akhirnya beberapa pernah diberhentikan. Namun, rupanya beberapa travel tersebut kembali berusaha untuk aktif.

"Jadi, kami menerjunkan tim untuk memverifikasi tentang keberadaan pihak-pihak yang ikut bekerja sama dengan sindikat asing dalam melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan," katanya.

Menurut Jasin, beberapa indikasi yang ditemukan Kemenag, sejumlah perusahaan travel melakukan penipuan dengan pemalsuan dokumen. Namun, untuk hal tersebut, Kemenag hanya bisa menangani persoalan administrasi. Sementara kasus penipuan diserahkan kepada penegak hukum, Badan Reserse Kriminal Polri.

Sebanyak 177 WNI ditangkap imigrasi Bandara Internasional Manila karena menggunakan paspor Filipina, Sabtu (20/8/2016). Peristiwa tersebut terbongkar ketika imigrasi Filipina mencari dua warga Filipina yang diduga bertindak sebagai pendamping untuk sekelompok orang Indonesia yang ingin berangkat ke Mekkah 17 dan 18 Agustus.

Komisaris Badan Imigrasi Filipina Jaime Morente mengatakan mereka malah bertemu dengan 177 warga Indonesia yang sudah bersiap untuk terbang ke Madinah. Jamaah haji asal Indonesia berpaspor Filipina itu akhirnya ditahan karena saat diperiksa oleh pihak keimigrasian Filipina, mereka tidak dapat berbicara dengan dialek lokal seperti Tagalog, Maranao, Cebuano, atau Maguindanao. Mereka hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Pilih jalur resmi naik haji

Kementerian Agama sangat menyayangkan kejadian yang menimpa 177 Warga Negara Indonesia yang gagal berangkat naik haji karena tertahan di pihak imigrasi Filipina. Pasalnya, selain karena mengalami kerugian finansial yang besar, mereka juga harus menerima nasib malang karena harus berurusan dengan pihak berwajib.

"Gagal berangkat, kasian kan rugi uangnya," kata Jasin.

Menurut Jasin, apabila 177 orang tersebut tetap diberangkatkan, maka ada banyak masalah yang akan menimpa mereka. Kata dia, masalah yang paling sering terjadi adalah terkait keamananan 177 WNI yang memakai paspor Filipina tersebut. Jasin berharap agar masyarakat yang hendak naik haji menggunakan jalur resmi. Sebab dengan demikian, kejadian sekarang tidak akan terulang lagi.

"Kita harus mengedukasi kepada masyarakat ini,ada pembelajaran yang baik bahwa dengan tertangkapnya 177 orang ini, kita harus mengedukasi kepada masyarakat jangan memilih jalur yang tidak resmi. Pilihlah jalur resmi yang diselenggarakan pemerintah melalui Kemenag, yaitu reguler dan haji khusus yang melalui antrian," kata Jasin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Semua Jadi Haji Mabrur, DPR Bentuk Dua Tim Pengawas

Agar Semua Jadi Haji Mabrur, DPR Bentuk Dua Tim Pengawas

DPR | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:47 WIB

Sebanyak 11 Ribu Jamaah Haji Indonesia Sakit

Sebanyak 11 Ribu Jamaah Haji Indonesia Sakit

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 15:15 WIB

Empat Calon Haji Meninggal Dunia di Madinah

Empat Calon Haji Meninggal Dunia di Madinah

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 03:23 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB