Array

Rizal Ramli Nyindir: Masa ke Jakarta Isinya Mal Doang

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 18:25 WIB
Rizal Ramli Nyindir: Masa ke Jakarta Isinya Mal Doang
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli berjanji akan mendigitaliasi karya sastra dari sastrawan, penyair yang menjadi koleksi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin agar bisa dijangkau di semua kalangan baik di Indonesia maupun internasional.

Hal ini diungkapkan Rizal usai berkunjung ke Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin dan melihat kondisi koleksi sastra yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Insya Allah kita digitalisasi supaya anak muda bisa search di Google. Kemudian, kita harus bangun tempat sepadan dengan kebudayaan kita," ujar Rizal.

Menurutnya, pusat kebudayaan seperti karya sastra yang ditulis oleh penyair ternama seperti Chairil Anwar, W. S Rendra , dan sastrawan lainnya, harus diabadikan, agar generasi bangsa bisa belajar dari sejarah.

"Kalau kita ke Washington, ada museum untuk menghormati Lincon, Rossevelt, Kennedy, ada tulisan di batu yang mengingatkan kekuatan kebudayaan bangsanya. Ini harus kita abadikan, supaya generasi yang akan datang belajar dari sejarah untuk melihat masa depan. Yang menghargai budaya," katanya

Ia pun menilai seharusnya ibukota khususnya Jakarta, tidak hanya sebagai kota bisnis atau pemerintahan, melainkan menjadi pusat kebudayaan.

"Ibukota bukan hanya kota bisnis, pemerintahan, tapi juga harus jadi roh dan jiwa, harus jadi pusat kebudayaan. Supaya seluruh warga negara yang datang ke Jakarta berkembang jiwanya, selain berkembang badannya," papar Rizal.

Kata Rizal, Indonesia memiliki keunggulan di bidang sastra, film, Puisi, drama, dan lainnya dibanding negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Namun kenyataanya, Ibu kota seperti Jakarta hanya mengedepankan pembangunan pusat perbelanjaan dibanding pusat kebudayaan

"Bangsa Indonesia secara budaya lebih unggul dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia. Baik itu di bidang sastra, film, musik, teater, drama, seni lukis, dan yang lainnya. Tetapi kalau kita ke Jakarta masa isinya mal-mal doang, ini bangsa mal? Masa kelasnya cuma segitu," imbuhnya.

Ia pun mengakui sosok Ali Sadikin yang pernah menjadi gubernur DKI Jakarta, merupakan pemimpin yang mengedepankan kebudayaan. Pasalnya selama menjadi gubernur, dirinya selalu memperhatikan pusat kebudayaan dengan membangun pusat kebudayaan seperti PDS H.B Jassin, Museum Tekstil, Sinematografi Usmar Ismail, dan beberapa pusat kebudayaan serta memberikan anggaran kepada pusat kebudayaan.

"Bang Ali punya visi, ibukota negara harus jadi pusat kebudayaan Indonesia. Cuma kali sedih sekali datang ke sini, bersama JJ Rizal, dokumentasi luar biasa dari tahun 1800-an zaman Belanda, awal dari sastra Indonesia kenapa disia-siakan begitu saja," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI