Anak Korban Kanjeng Dimas Curiga Bundanya Dibunuh

Dythia Novianty

Rabu, 05 Oktober 2016 | 01:14 WIB
Anak Korban Kanjeng Dimas Curiga Bundanya Dibunuh
Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam salah satu adegan videonya. [YouTube/screen grab]

Suara.com - Muhammad Nur Jamil, anak bungsu almarhumah Hj Najmiah Muin, korban penipuan dan penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi senilai Rp200 miliar lebih di Makassar, Sulawesi Selatan menduga bundanya meninggal karena dibunuh.

"Kami menganalisa ada kecurigaan, waktu kami bawa ke rumah sakit di Makassar saat diangnosa pertama terkena maag. Kami kemudian kurang puas hasil diagnosa dokter waktu itu, lalu kami dibawa ke Singapura untuk berobat," sebut Nur di kediaman pribadinya jalan Sunu blok K/10, Tallo, Makassar, Selasa malam (4/10/2016).

Dirinya menyatakan, ibundanya dibawa ke Singapura untuk berobat dan memastikan penyakit yang diderita bundanya. Kemudian sang bunda pun meninggal dunia setelah berobat di negara tetangga itu lima bulan lalu.

"Dokter di sana mengatakan tidak apa-apa. Tetapi sewaktu masuk ICU sudah mulai terlihat keanehan, dari tangan terlihat mulai kehitaman dan lama kelamaan sampai pada kukunya terlihat hitam pekat," beber dia.

Sebelumnya, ia juga mengatakan, ada hubungan penyebab kematian ibundanya diketahui merupakan pebisnis jual beli tanah itu, setelah meminum air dalam botol kiriman dari suruhan Kanjeng Dimas atas nama VJ. Kendati demikian, dirinya tidak tahu persis berapa kali menerima air tersebut.

"Ada kiriman air dibawa suruhan Kanjeng Dimas itu ke bunda untuk diminum. Tetapi beberapa selang kemudian bunda jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit, setelah beberapa saaat dirawat bahkan dibawa ke Singapura, namun bunda akhirnya meninggal dunia," ungkapnya.

Nur Jamil juga mengemukakan, telah beberapa kali protes dan memberikan saran serta memperingatkan ibu kandungnya itu agar tidak mempercayai adanya modus penggandaan uang, meski dilarang, bunda tetap tidak bergeming dan malah meminta dirinya ikut menemui kanjeng Dimas di Padepokan tepatnya di Probolinggo.

"Waktu itu saya akhirnya diajak kesana, awalnya saya curiga kenapa bawa koper, mungkin pakaian isinya, tetapi setiba disana setelah dibuka ternyata isinya uang semua, saya kaget," ulasnya menceritakan.

Selain itu, dirinya selalu mempertanyakan mengapa selalu mengirim uang sebanyak itu kesana bisa saja uang itu dipakai usaha lain, apakah itu dijamin. Tetapi bundanya mengatakan, uang tersebut akan dijadikan mahar dan akan mendapatkan keuntungan berlipat dan bisa dibagi-bagikan ke masyarakat.

"Almarhum memang punya sifat sosial yang tinggi. Awalnya, ada orang datang mempengaruhi dengan membawa ajaran agama, bunda kan orangnya beragama, setelah dipengaruhi akhirnya ikut hingga beberapa tahun. Mungkin saja bunda beberapa kali menuntut uang digadakan secepatnya agar kembali, tetapi ditolak oknum, kemudian diduga kuat bisa saja akhirnya diselesaikan," ungkap Nur.

Saat ditanyakan barang-barang yang disimpan bundanya yang kini diamankan polisi berupa emas batangan 400 kilo gram, mustika, keris yang diduga palsu termasuk uang palsu disimpan pada sembilan koper, kata dia membenarkan itu.

"Benar ada emas batangan beratnya sekitar 400 kilo gram, uang rupiah dan asing diduga palsu. jenglot, mustika dan keris lainnya dalam koper itu ada disimpan bunda. Sejak awal memang saya selalu curiga, dan ingin membuka, tapi bunda melarang karena masuk informasi bila membuka tanpa seizin kanjeng akan kena musibah," ucapnya.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha lintas kabupaten ini mengaku, setiap peti itu ingin dibuka ada telepon masuk dan melarang membuka peti lalu meminta mahar, pernah sebanyak Rp400 juta. Bahkan, ironisnya semua peti harus diminyaki dengan minyak khusus dengan harga cukup mahal.

"Katanya, kalau mau dibuka harus minta petunjuk kanjeng. Kalau tidak seizin kanjeng dibuka maka tidak jadi uang. Koper-koper itu datang satu persatu ada yang dibawakan dan adapula bunda yang bawa sendiri pulang," ulasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pengakuan Pengikut Dimas Kanjeng yang Sulit Dinalar

Ini Pengakuan Pengikut Dimas Kanjeng yang Sulit Dinalar

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 19:40 WIB

Mengapa Dimas Kanjeng Diundang ke Istana Negara, Coba Tebak

Mengapa Dimas Kanjeng Diundang ke Istana Negara, Coba Tebak

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 19:30 WIB

Ini Rupanya yang Bikin Anggota DPR Temui Dimas Kanjeng

Ini Rupanya yang Bikin Anggota DPR Temui Dimas Kanjeng

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 19:25 WIB

Ada Pengikut Dimas Kanjeng Tinggali Tempat Mirip Kandang Kambing

Ada Pengikut Dimas Kanjeng Tinggali Tempat Mirip Kandang Kambing

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 12:10 WIB

Pembunuhan Pengikut Dimas Kanjeng, Mayat Dilempar ke Waduk

Pembunuhan Pengikut Dimas Kanjeng, Mayat Dilempar ke Waduk

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 11:13 WIB

Terkini

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB