YLBHI: Jangan-jangan SBY Ingin Balas Tekanan Jokowi

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 03 November 2016 | 15:55 WIB
YLBHI: Jangan-jangan SBY Ingin Balas Tekanan Jokowi
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Julius Ibrani menganalisa reaksi keras Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan kemarin, kemungkinan bertujuan untuk membalas sikap Presiden Joko Widodo yang dianggap menyudutkan dalam kasus hilangnya dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta pembunuhan aktivis HAM Munir.

"Jangan-jangan juga SBY memanfaatkan tekanan Jokowi terkait TPF Munir. Kami menduga jangan-jangan arahnya ke sana. Dia ditekan oleh TPF Munir, lalu dia memanfaatkan situasi ini untuk membuat kekisruhan lagi," kata Julius Ibrani di kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).

Menurut analisa Julius, melalui konferensi pers kemarin, Yudhoyono menunjukkan bahwa dia tidak bisa diremehkan Presiden Jokowi. Itu sebabnya, menurut Julius Ibrani, Yudhoyono memanfaatkan momen yang ada sekarang untuk keluar dari tekanan Jokowi terkait kasus dokumen TPF Munir.

"Dan sekaligus menyatakan kepada pihak yang merasa terancam yaitu Jokowi. Karena ini ketertiban dan keamanan ini di bawah kekuasaannya. Dia bilang, 'gue juga punya massa.' Dia bisa saja ikut dalam 4 November nanti dan mengerahkan massa. Tetapi dia nggak mau, permintaan dia ini (bebas dari TPF Munir)," katanya.

Menurut Julius pesan Yudhoyono sangat jelas. Julius mengatakan Yudhoyono seakan ingin menaikkan daya tawar dengan Jokowi, antara aksi 4 November dan dokumen TPF Munir.

"Kami duga ada kepentingan seperti itu yang ditunggangi oleh SBY dalam isu 4 november. Ini, jadi bargaining bukan hanya teralihkan. Lu jangan nyalahin gue tentang  TPF, kalau nyalahin gue,  4 November gue kirim orang. Kalau elu nggak nyalahin gue, 4 November gue diam," kata Julius.

"Jadi ada tungangan yang lain. Jadi ini yang kami sampaikan ke publik mudah-mudahan sampai di telinga SBY untuk dia berdewasa sebagai presiden selama dua periode. Jangan memainkan politisasi SARA kayak gini. Apalagi menunggangi dengan isu TPF Munir  yang ditekan oleh Jokowi lewat jaksa agung," Julius menambahkan.

Oleh karena itu, SBY membuat konferensi pers dengan mendesak aparat penegak hukum dibawah pemerintahan Jokowi untuk mengusut tuntas kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Bahkan desakan tersebut dilakukan melalui aksi demo pada tanggal 4 November besok.

Dalam konferensi pers, mantan Presiden itu bicara sejumlah hal, seperti rencana demonstrasi yang akan dilakukan ormas Islam pada 4 November, kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama, dokumen Tim Pencari Fakta kematian Munir, tudingan memiliki harta Rp9 triliun, sampai rumah pemberian negara untuk mantan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain menanggapi kasus dokumen TPF Munir, bagian yang paling menonjol yang disampaikan Yudhoyono adalah tentang kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok.

Yudhoyono meminta aparat penegak hukum tetap memproses kasus Ahok jika tidak ingin negara tidak terbakar amarah penuntut keadilan.

Yudhoyono menambahkan setelah nanti Ahok diproses secara hukum, semua pihak harus tetap saling menghormati.

BERITA MENARIK LAINNYA:

Usai Diusir Massa, Ahok: Kalau Begini Kasihan Warga Jadi Takut

Warga Beringas yang Kejar Ahok, Pukul Ketua RT sampai Masuk RS

PKL Janji Dukung Asalkan Bebas Jualan di Kota Tua, Apa Kata Agus?

Djarot Baru Tahu Foto Ahok Beredar di Suriah

Akhirnya SBY Bicara Demo 4 November sampai Isu Harta Rp9 Triliun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Momen SBY, Anies Baswedan dan AHY Ngobrol Santai Saat Halalbihalal di Cikeas

Momen SBY, Anies Baswedan dan AHY Ngobrol Santai Saat Halalbihalal di Cikeas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:54 WIB

Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono

Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:30 WIB

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

Silaturahmi Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Hangat Kunjungan SBY dan Keluarga

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:13 WIB

Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya

Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:45 WIB

SBY Wanti-wanti Konflik Iran vs AS-Israel Merembet Jadi Perang Dunia III

SBY Wanti-wanti Konflik Iran vs AS-Israel Merembet Jadi Perang Dunia III

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 19:40 WIB

AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana

AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 22:38 WIB

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:57 WIB

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:49 WIB

Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka

Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:21 WIB

SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?

SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 21:13 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB