SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 19 Januari 2026 | 12:05 WIB
SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA/HO-Puspen Kementerian Dalam Negeri)
  • Presiden SBY menyuarakan kekhawatiran eskalasi geopolitik global berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga.
  • SBY menyoroti kemiripan situasi dengan kondisi sebelum PD I dan PD II terjadi saat ini.
  • Ia mengusulkan PBB segera menggelar Sidang Umum Darurat untuk mencegah krisis dunia besar.

Suara.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap eskalasi geopolitik global saat ini.

Melalui pernyataan resmi di akun X miliknya @SBYudhoyono, SBY memperingatkan bahwa dunia sedang berada di ambang Perang Dunia Ketiga yang berpotensi membawa kehancuran total.

SBY, yang selama puluhan tahun mendalami bidang geopolitik serta perdamaian dan keamanan internasional, menyebut situasi saat ini memiliki kemiripan yang mengkhawatirkan dengan kondisi menjelang Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945), kemiripan situasi tersebut diantaranya munculnya pemimpin yang haus perang, adanya persekutuan negara, dan sebagainya.

“Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas," tulis SBY dalam unggahannya, dikutip Senin (19/1/2026).

SBY menekankan bahwa jika perang total yang melibatkan senjata nuklir terjadi, dampaknya tidak akan menyisakan peradaban.

Ia juga melihat dari berbagai studi yang menyebutkan bahwa jika perang dunia itu terjadi, maka korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia.

"Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia," tegasnya.

Ia pun menyayangkan sejarah yang seolah berulang, dimana langkah nyata untuk mencegah peperangan sering kali tidak terjadi meskipun tanda-tanda kehancuran sudah terlihat jelas di depan mata.

Sebagai solusi konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil inisiatif luar biasa.

Ia mendesak PBB untuk mengundang para pemimpin dunia di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly).

“Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru,” usul SBY.

Meskipun ia mengakui bahwa saat ini PBB tampak kurang berdaya dalam menghadapi dinamika kekuatan global, SBY menegaskan bahwa lembaga internasional tersebut tidak boleh diam dan membiarkan sejarah mencatat mereka melakukan pembiaran dan juga doing nothing.

Menutup narasinya, SBY menuliskan sebuah pesan optimisme untuk para pemimpin hingga seluruh masyarakat.

“Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. SBY” tutup SBY.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD

Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD

Liks | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:52 WIB

Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo

Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:46 WIB

Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY

Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:36 WIB

SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY

SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:16 WIB

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

Liks | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:21 WIB

Terkini

JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?

JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?

News | Minggu, 19 April 2026 | 12:05 WIB

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB