Rachmawati Tuding Pemerintahan Jokowi-JK Dikendalikan Asing

Ardi Mandiri, Dian Rosmala

Minggu, 20 November 2016 | 17:26 WIB
Rachmawati Tuding Pemerintahan Jokowi-JK Dikendalikan Asing
Rachmawati Soekarnoputri saat mendatangi DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2014). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri menuding pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di bawah tekanan kepentingan negara asing. Katanya, pernyataan itu didasarkan pada penguasaan sumber daya alam Indonesia yang semakin banyak dikuasai oleh negara lain.

"Mereka mengobrak-abrik NKRI, UUD 1945. NKRI ini telah dikuasai bangsa asing, kesejahteraan jauh dari yang kita harapkan. Kita terjebak dalam perangkap kapitalisme global," kata Rachmawati dalam acara Konsolidasi Tokoh Nasional dengan tema 'Kembali ke Kiblat Bangsa' di Aula Dr. Ir. Soekarno, Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

"Kita terpinggirkan. Eksploitasi sumber daya alam terus digerus. Jokowi cs sudah terbelenggu dengan kapitalis," Racmawati menambahkan.

Sementara itu, Rachmawati juga mengaku menaruh curiga pada buruh Cina yang masuk ke Indonesia. Katanya, bisa jadi buruh-buruh itu adalah intelijen Cina yang sengaja dikirim ke Indonesia untuk memantau situasi di dalam negeri.

"Saya mendengar kabar sekian juta orang Cina diimpor masuk ke Indonesia sebagai buruh. Padahal itu hanya kedok, bisa jadi sebenarnya intelejen. Karena apa? Pada 4 November ada laporan, ada kapal perang Cina merapat di Tanjung Priok," ujar Rachmawati.

Menurut dia, hal ini semakin membuktukan bahwa Presiden Jokowi sudah terperangkap ke dalam kepentingan imperialisme timur, yang tidak lain adalah Cina.

Ia juga mengatakan, hal ini tidak terlepas dari kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Masyarakat kita sengsara. Pejabat kita sudah ada yang bersikap fasis, rasis. Ini menjadikan pemerintah masa lalu kembali. Kita mendengar adanya dukungan untuk Ahok dari Cina. Menjadi agen berlangsungnya struktur kolonialisme," tutur Rachmawati.

Sebab itu, Rachmawati mengajak rakyat Indonesia untuk terus mengawal pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kita harus serius, pejabat nasional harus sesuai dengan kiblat dasar. Perlu dan sangat perlu kita lakukan konsolidasi. Lakukan aksi. Menyatakan sikap kepada  pemerintahan Jokowi," kata Rachmawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rachmawati Cs Konsolidasi Menyikapi Kasus Ahok

Rachmawati Cs Konsolidasi Menyikapi Kasus Ahok

News | Minggu, 20 November 2016 | 17:20 WIB

Rachmawati Dapat SMS Habib Rizieq di Sarasehan Papua, Isinya?

Rachmawati Dapat SMS Habib Rizieq di Sarasehan Papua, Isinya?

News | Sabtu, 19 November 2016 | 18:31 WIB

Terkini

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

×