Intoleransi Jadi Tantangan Berat Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Kamis, 29 Desember 2016 | 17:53 WIB
Intoleransi Jadi Tantangan Berat Indonesia
Ilustrasi toleransi beragama. (Shutterstock)

Suara.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammdiyah Din Syamsudin menilai Indonesia sedang mengalami persoalan yang cukup serius, khususnya terkait persatuan bangsa. Itu tantangan berat untuk Indonesia.

"Kebangsaan Indonesia dan juga bangsa Indonesia, saat ini sedang menghadapi tantangan berat, besar, kompleks dan complicated," kata Din di Aula Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Menurut dia, saat ini ada masalah dari kemajemukan yang belum selesai. Dan disusul dengan ancaman pemajemukan.

"Jadi ada masalah pluralitas tapi ada juga tantangan pluralisasi," ujar Din.

Hal ini, lanjut Din, adalah bagian yang tak terelakkan sebagai konsekuensi logis dari globalisasi. Pemajemukan dan pluralisasi melanda dunia sehingga menimbulkan individualisme negara.

"Sehingga pecah federasi, konfederasi seperti Uni Soviet dan Yugoslavia dan Eropa juga mendapat ancaman yang serupa," tutur Din.

"Asian relatif stabil. Sementara Indonesia sudah menyandang masalah pluralitas, kemajemukan, karena semen perekat kebangsaan kita bisa menjadi nation state," Din menambahkan.

Menurut dia, status negara bangsa Indonesia belum menjadi sesuatu yang kuat. Katanya, tidak merupakan sebuah basis solidaritas yang kental.

Ia melanjutkan, istilah ke-Indonesiaan hanya dibalut dan diikat oleh rasa senasib sepenanggungan karena menjadi manusia-manusia yang terjajah dalam waktu yang lama.

baca juga

"Sehingga hanya rasa senasib dan sepenanggungan inilah yang menjadi basis dari perasaan kebangsaan kita, wawasan kebangsaan kita, dan lebih dari yang ada itu," kata Din.

Din mengimbau agar dialog lintas agama lebih digalakkan lagi. Hal ini adalah bagian dari upaya bangsa untuk keluar dari isu-isu sektarian dan SARA.

"Kita sebagai bangsa yang majemuk ini menghadapi tantangan dan ancaman kemajemukan sebagaimana yang terjadi terakhir ini. Oleh karena itu tidak ada cara lain selain kita tingkatkan dialog," kata Din.

Din mengajak seluruh anak bangsa untuk duduk bersama melakukan dialog secara jernih. Persoalan pemajemukan saat ini membutuhkan kontribusi semua orang, salahsatunya dengan cara membahas masalah yang ada melaui sebuah dialog. Katanya, hal ini bertujuan untuk mencari jalan keluar.

"Saya berkeyakinan dengan ketulusan dialog kita akan mampu mencari solusi yang terbaik, karena kita sudah punya konsep dasar Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, maupun UUD 1945 dan NKRI," ujar Din.

Din mengaku sangat optimis bahwa semua masalah yang ada saat ini bisa di atasi.

"Termasuk tantangan fundamentalisme, radikalisme, ekstrimisme yang ada di mana-mana," kata Din.

Hal itu, kata Din, sangat mudah diatasi apabila semua kelompok-kelompok besar yang ada di Indonesia, seperti suku, agama dan organisasi kemasyarakatan lainnya, sama-sama memiliki keinginan kuat untuk bersatu.

"Saya berkeinginan, karena mayoritas bangsa ini menginginkan Indonesia yang bersatu dan juga Indonesia yang maju. Sebab itu saya mendirikan Pergerakan Indonesia Maju, yang juga bersifat lintas agama, suku, profesi," kata Din.

Kekerasan dan diskriminasi atas nama agama terus terjadi di Indonesia. Keyakinan, suku, dan ras menjadi alat untuk kepentingan mendapatkan kekuasaan di Indonesia, terutama jelang pemilihan umum (Pemilu).

Mereka yang menjadi sasaran intoleransi adalah kelompok minoritas, di antaranya Ahmadiyah, Syiah, Tionghoa dan nasrani. Kelompok lebian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) pernah menjadi bulan-bulanan untuk dipersalahkan.

Bahkan sampai penghujung tahun 2016 ini, sentimen negatif terhadap warga keturunan Cina menguat. Kebencian disebar dengan dalih nasionalisme dan kepentingan kelompok radikal.

Salah satu lembaga yang beruang untuk keberagaman dan toleransi, Wahid Institute pernah memberikan hasil survei tentang potensi intoleransi dan radikalisme sosial keagamaan di kalangan muslim Indonesia. Hasilnya, Indonesia masih rawan terhadap intoleransi dan radikalisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Franz Magnis Kagum Ulama Terdahulu Tak Minta Keistimewaan

Franz Magnis Kagum Ulama Terdahulu Tak Minta Keistimewaan

News | Kamis, 29 Desember 2016 | 16:17 WIB

5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016

5 Tokoh Toleran dan Pemikirannya tentang Perdamaian Tahun 2016

News | Rabu, 28 Desember 2016 | 10:03 WIB

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

Gus Dur Pembela Minoritas yang Ditindas

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 18:22 WIB

Keluarga Keren, Tetap Guyub Rukun Walau Beda Agama

Keluarga Keren, Tetap Guyub Rukun Walau Beda Agama

News | Senin, 26 Desember 2016 | 19:05 WIB

Kebencian SARA Mengancam Hak Dasar Warga

Kebencian SARA Mengancam Hak Dasar Warga

News | Senin, 26 Desember 2016 | 13:29 WIB

Siapa Dalang di Balik Isu SARA?

Siapa Dalang di Balik Isu SARA?

News | Senin, 26 Desember 2016 | 11:56 WIB

Jan S. Aritonang: Jalan Panjang Hubungan Islam dan Kristen

Jan S. Aritonang: Jalan Panjang Hubungan Islam dan Kristen

wawancara | Senin, 26 Desember 2016 | 07:00 WIB

Panglima TNI Ajak Masyarakat Hormati Perayaan Natal

Panglima TNI Ajak Masyarakat Hormati Perayaan Natal

News | Kamis, 22 Desember 2016 | 06:46 WIB

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

Jokowi: Kesetiakawanan Sosial, Nilai Asli Bangsa Indonesia

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 09:15 WIB

Toleransi Beragama Adalah Ciri Kemajemukan Bangsa Indonesia

Toleransi Beragama Adalah Ciri Kemajemukan Bangsa Indonesia

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 08:20 WIB

Terkini

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:48 WIB

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 08:44 WIB

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

News | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

×