Pemerintah Diminta Jangan Berlebihan Antisipasi Medsos

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Sabtu, 31 Desember 2016 | 18:13 WIB
Pemerintah Diminta Jangan Berlebihan Antisipasi Medsos
Dosen UIN Syarif Hidayatullah, M Afifuddin (paling kanan) saat diskusi bertajuk'Kerakyatan Dalam Pemilu' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, M Afifuddin menilai, langkah Pemerintah dalam mengantisipasi perkembangan media sosial (medsos) sudah tepat. Namun, dia meminta agar pemerintah tidak berlebihan, dimana semua hal yang berbau kritis seperti adanya kritikan dikategorikan sebagai tindakan makar.

"Kalau pun ada tindakan, jangan semua pihak dianggap dikit-dikit makar dan seterusnya," katanya dalam diskusi bertajuk 'Kerakyatan Dalam Pemilu' di Bakoel Coffee, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2016).

Menurut dia, adanya langkah antisipasi yang diambil oleh Pemerintah, dilatari adanya kegundahan akan perkembangan medsos yang sudah tidak bisa dikawal lagi. Pasalnya, saat ini di medsos banyak sekali informasi-informasi yang tidak jelas dan bahkan mengatasnamakan orang lain, dimana sebenarnya orang tersebut tidak menyampaikan hal tersebut. Parahnya lagi, berita bohong tersebut dijadikan rujukan oleh sebagian pihak.

"Harus ada langkah selektif untuk menentukan kadar berita. Jangan sampai berita hoax itu diarahkan kepada orang yang selama ini kritis kepada pemerintah, harus selektif dengan kontennya, apakah benar dari orang itu," kata Afifuddin.

Namun, dia berharap pemerintah tidak langsung memberikan sanksi kepada pihak yang dinilainya bersalah. Sebab, menurutnya, pemerintah juga berkewajiban untuk mendidik dan mensosialisasikan penggunaan medsos kepada masyarakat.

"Harus diimbangi dengan pendidikan ke masyarakat. Jangan ujung-ujungnya saja langsung diambil hukumnya. Tapi penyadaran literasi atas medsos harus dilakukan. Kalau literasi ke masyarakat tidak dilakukan langsung tindak saja, ini juga tidak seratus persen benar. Karena masyarakat tidak semuanya well educated tentang hal ini. Dia tidak tahu atau sadar apa yang dilakukan melanggar aturan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggaran Iklan Medsos Global Tembus Rp668 T Pada 2019

Anggaran Iklan Medsos Global Tembus Rp668 T Pada 2019

Tekno | Rabu, 07 Desember 2016 | 07:15 WIB

Kumpulan Status Media Sosial di Saat Hujan Turun

Kumpulan Status Media Sosial di Saat Hujan Turun

Tekno | Selasa, 30 Agustus 2016 | 08:00 WIB

Kata KPAI Soal Foto Tak Senonoh Oknum Pelajar di Medsos

Kata KPAI Soal Foto Tak Senonoh Oknum Pelajar di Medsos

Lifestyle | Jum'at, 04 Maret 2016 | 18:12 WIB

Kata KPAI Soal Foto Tak Senonoh Oknum Pelajar di Medsos

Kata KPAI Soal Foto Tak Senonoh Oknum Pelajar di Medsos

Lifestyle | Jum'at, 04 Maret 2016 | 18:12 WIB

Waspada, Terlalu Sering Gunakan Media Sosial Berdampak Buruk

Waspada, Terlalu Sering Gunakan Media Sosial Berdampak Buruk

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2015 | 06:44 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×