Rachmawati Soekarnoputri: Kalau Mau Makar, Kami Kepung Istana

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Selasa, 10 Januari 2017 | 14:52 WIB
Rachmawati Soekarnoputri: Kalau Mau Makar, Kami Kepung Istana
Tersangka perbuatan makar Rachmawati Soekarnoputri menangis ketika bercerita proses makar yang pernah disaksikannya sendiri pada tahun 1965. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Tersangka perbuatan makar Rachmawati Soekarnoputri menangis ketika bercerita proses makar yang pernah disaksikannya sendiri pada tahun 1965. Saat itu terjadi pada ayahandanya, Soekarno.

Rachmawati menilai ayahnya diturunkan paksa oleh sekelompok orang dari kursi kepresidenan. Cerita ini diutarakan Rachmawati ketika melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon, di DPR, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

‎"Pada tahun 1965 saya berada di Istana, saya tahu artinya makar. Pasukan tidak dikenal mengepung istana menanyakan Presiden di mana. Itu kan jelas (makar). Tapi kami datang ke MPR Pak," kata Rachmawati yang kemudian kalimatnya terputus.

Sontak dia terdiam sebentar. Suaranya sesegukan dan sejumlah tisu yang ada di depannya diambil untuk mengelap hidung dan matanya. Intonasi bicaranya pun naik turun, bahkan sesekali berhenti sambil menarik nafas panjang.

‎"Saya berada di istana pak," katanya dan berhenti lagi untuk mengelap hidungnya lagi.

"Jadi bagaimana yang dikatakan makar itu saya tahu. (Setelah makar 1965) Saya tahu, tak lama kemudian ada pengumuman di radio, dewan revolusi dipimpin oleh Kolonel Untung," sambung Rachmawati.

‎Setelah itu, Rachmawati membandingkan dengan apa yang dilakukannya sebelum peristiwa 2 Desember 2016. Di mana, dia dijadikan tersangka perencanaan makar karena dianggap akan mengepung kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat. Padahal, Rachmawati mengaku hanya akan menyerahkan petisi terhadap kinerja Presiden Joko Widodo kepada MPR.

"Kami ingin datang ke MPR (pada tanggal 2 Desember 2016) menyampaikan petisi. Kalau mau makar, kami kepung istana bukan ke MPR yang katanya ini rumah rakyat," kata dia.

‎Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ini pun curiga penangkapannya atas kasus perencanaan makar merupakan hal yang direncanakan.

Karenanya, dia berharap kasus ini bisa dihentikan dan tidak ditindaklanjuti karena sampai sekarang kasus tersebut belum menemui bukti permulaan terkait dugana tindak pidana makar.

baca juga

"Saya sudah melihat ini by desain ini akan justru digambar gemborkan persatuan akan pecah belah. Golongan agama dikatakan kelompok radikal terorisme dan kelompok nasionalis dikatakan makar. Ini antitesa kita untuk menggelar konsolidasi persatuan NKRI," kata dia.

"Kami memohon untuk tidak berlarut gelar perkara tuduhan ini supaya di SP3 kan ini jalan terbaik. Supaya kita bisa mengadakan rembuk nasional mau dibawa kemana bangsa kita. Solusi penyelamatan bangsa kita," ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Rachmawati tidak sendirian. Dia datang dengan Kivlan Zein, Hatta Taliwang, Firza Huzein, dan tersangka penghinaan Presiden Joko Widodo Ahmad Dhani, serta rombongan dari Advokat Cinta Tanah Air.

Rombongan ini diterima oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon ditemani Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Supratman Andi Agtas, dan Anggota Komisi III DPR Fraksi ‎Gerindra Wenny Warouw.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eggi Sudjana Ungkap Pesantren Arifin Ilham Tempat Rapat Demo 212

Eggi Sudjana Ungkap Pesantren Arifin Ilham Tempat Rapat Demo 212

News | Senin, 09 Januari 2017 | 19:06 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Dikirim Ke Kejati DKI

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Dikirim Ke Kejati DKI

News | Senin, 09 Januari 2017 | 16:14 WIB

Polisi Klaim Belum Temukan 'Peta' Aliran Dana Makar

Polisi Klaim Belum Temukan 'Peta' Aliran Dana Makar

News | Senin, 09 Januari 2017 | 16:05 WIB

Eggi Sudjana Bingung Disebut Hadir di Pertemuan Makar Rachmawati

Eggi Sudjana Bingung Disebut Hadir di Pertemuan Makar Rachmawati

News | Senin, 09 Januari 2017 | 15:50 WIB

Polisi Sebut Ichsanuddin Noorsy Ikut di Pertemuan Makar

Polisi Sebut Ichsanuddin Noorsy Ikut di Pertemuan Makar

News | Senin, 09 Januari 2017 | 14:21 WIB

Polisi Periksa Ichsanudin Noorsy Terkait Kasus Makar

Polisi Periksa Ichsanudin Noorsy Terkait Kasus Makar

News | Senin, 09 Januari 2017 | 11:12 WIB

Rampung, Berkas Makar Sri Bintang Segera Dikirim ke Kejati DKI

Rampung, Berkas Makar Sri Bintang Segera Dikirim ke Kejati DKI

News | Jum'at, 06 Januari 2017 | 17:07 WIB

Polisi Telusuri Peran Firza Husein Soal Dugaan Aliran Dana Makar

Polisi Telusuri Peran Firza Husein Soal Dugaan Aliran Dana Makar

News | Jum'at, 06 Januari 2017 | 14:27 WIB

Yusril Bersikeras Rahcmawati Soekarnoputri Tidak Makar

Yusril Bersikeras Rahcmawati Soekarnoputri Tidak Makar

News | Kamis, 05 Januari 2017 | 21:04 WIB

Soal Makar, Ahmad Dhani Dicecar Polisi 29 Pertanyaan

Soal Makar, Ahmad Dhani Dicecar Polisi 29 Pertanyaan

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 23:14 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×