Buntut "Diksar Maut", Laman FB Mapala Unisi UII Dibanjiri Makian

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 25 Januari 2017 | 19:58 WIB
Buntut "Diksar Maut", Laman FB Mapala Unisi UII Dibanjiri Makian
Laman Facebook Mapala Unisi UII Yogyakarta. [Facebook/screen capture]

Suara.com - Buntut kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unisi UII Yogyakarta yang menelan korban jiwa tiga mahasiswa, publik pun merespon dengan penuh kemarahan dan rasa geram. Kegeraman itu antara lain disalurkan melalui laman Facebook Mapala Unisi, yang hingga Rabu (25/1/2017) malam ini terus dibanjiri kritik, hujatan, bahkan makian.

Publik tampaknya terutama geram karena sampai saat ini belum ada komentar maupun penjelasan resmi dari pihak Mapala Unisi. Buktinya, kata-kata "pengecut" dan lain sebagainya pun banyak dilantarkan netizen di laman media sosial tersebut.

Ungkapan kemarahan netizen bahkan memenuhi hampir semua postingan di akun itu. Tidak terkecuali pada postingan ucapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga di postingan tentang aksi sosial organisasi tersebut ke Aceh.

"Senior gila hormat, jiwanya juga ikut gila. Pengecut, setelah terbongkar semua langsung ketakutan pada sembunyi. Pengecut," tulis pemilik akun Manda Rizky.

"Orang orang yang mentalnya bully dan membiarkan itu terjadi sampe anak orang meninggal ga akan dapet tempat di masyarakat . Sengsara dunia akhirat . Cocoknya busuk di penjara . Amin . (Pasti banyak yang doa kaya gini buat kalian. Ngumpetlah selayaknya pengecut )" tulis akun Ajeng Ayu Okliwati pula.

"Gunung kalian daki, alam kalian sayang, junior kalian hajar smpk mati.. Tolong jelaskan ideologi tolol kalian ini !" tulis netizen lainnya dengan akun Pandu Hapsara.

"Buat senior MAPALA UNISI, malulah pada diri kalian sendiri!!! Tinggal tunggu waktu saja sampai panitia dan penyiksa dipenjara... Buat junior MAPALA UNISI yang terlanjur masuk, lebih baik kalian keluar sekarang... sayangi nyawa kalian!!!" tulis akun Imran Muhammad Fajar pula.

"Ketuanya mana? ga berani menemui keluarga korban? Oh pengecut, ya pantes. Memang mendaki gunung tak sesusah memikul tanggung jawab bung. Apalagi sampe ngilangin nyawa anak orang. Tiga kali," tulis Rafsanzani Ayyas di bagian lainnya.

"Coba tanya panitianya. Haryono tegie, Denny wahyudi, Jembeng Unisi. Tadi sekilas liat di grup Mapala Unisi (huruf kecil). Tapi barusan itu grup gak bisa dibuka lagi," tulis Nayla Fitri Alya pula berkomentar.

Bukan hanya khalayak umum, kritik keras juga tak ketinggalan disampaikan orang-orang yang tampaknya juga sesama aktivis pencinta alam. Salah satu contohnya seperti yang dituliskan pemilik akun Dhany Petrucci.

"Dlm diksar tidak diajarkan jd pengecut. Klarifikasi... Jangan diam.. Bersihkan nama mapala unisi. Bersihkan citra mapala secara umum diseluruh indonesia!!! Salam lestari!!" tulisnya.

Seperti diberitakan, adapun kegiatan Diksar Mapala Unisi itu sendiri berlangsung pekan lalu di lereng Gunung Lawu. Tiga korban meninggal atas nama Ilham Nur Padmi Listiadi, Syait Asyam dan Muhammad Fadli adalah peserta yang merupakan mahasiswa yunior, serta diduga menjadi korban kekerasan para seniornya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Mahasiswa UII Meninggal Tragis, Muhadjir Sebut Itu Kriminal

Tiga Mahasiswa UII Meninggal Tragis, Muhadjir Sebut Itu Kriminal

News | Rabu, 25 Januari 2017 | 14:30 WIB

Tagana Banyumas Evakuasi Pendaki Mapala UI di Gunung Slamet

Tagana Banyumas Evakuasi Pendaki Mapala UI di Gunung Slamet

News | Senin, 18 April 2016 | 09:07 WIB

Terkini

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:52 WIB

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:42 WIB

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:29 WIB

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:11 WIB

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:09 WIB

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:59 WIB