e-KTP Bermasalah, 267 Napi di Bekasi Terancam Golput

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Januari 2017 | 23:13 WIB
e-KTP Bermasalah, 267 Napi di Bekasi Terancam Golput
Ilustrasi penjara. (shutterstock)

Suara.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III B Bekasi, Jawa Barat mencatat 267 dari 365 warga binaan terancam tidak mempunyai hak pilih dalam pemilihan kepala daerah pada 15 Februari 2017.

"Sedangkan yang sudah melakukan perekaman hanya 98 orang dan dinyatakan masuk masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT)," kata Kepala Lapas III B Bekasi, Kadek Anton Budiharto di Kabupaten Bekasi, Rabu.

Menurut dia, kedatangannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini guna menjamin hak pilih warga binaannya di Lapas Kelas III B Bekasi. Hal ini karena dari 1.124 warga binaan, terdapat 365 orang yang memiliki kartu tanda penduduk Kabupaten Bekasi dan masih banyak belum melakukan perekaman. Tentu dalam hal ini perlu dilakukan mediasi agar warga binaan masuk dalam DPT.

"Warga binaan ini harus dibantu agar tetap dapat melakukan pencoblosan pada saatnya nanti. Selain itu dikarenakan adanya masalah hukum yang mereka hadapi," katanya.

Ia menambahkan, dalam menjembatani antara warga binaan dan pemilik daftar pemilih tetap ini harus dilakukan komunikasi intensif guna mendapatkan hak warga binaannya.

"Paling utama, kami ingin memastikan warga binaan kami yang memang memiliki hak pilih," katanya.

Dari hasil pertemuan itu, KPU akan memverifikasi lebih dulu mereka yang belum tercantum dalam DPT. Kemudian KPU akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi untuk mengecek data kependudukan narapidana.

Ini tentunya sesuai ketentuan yang berlaku, pemilik hak suara hanya mereka yang telah memiliki atau terekam Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Idham Holik mengungkapkan, pihaknya akan memantau data narapidana di Lapas Kelas III B Bekasi agar masuk dalam DPT Tambahan (DPT TB).

baca juga

Namun karena tingginya mobilitas keluar-masuk warga, pendataan hanya akan dibatasi hingga 31 Januari 2017.

"Jadi yang didata terakhir sampai 31 Januari. Nah pada tanggal 1 Februari sampai hari H itu yang akan diakomodir adalah yang memiliki data kependudukan dan dikonfirmasi ke formulir A5," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Surat Terbuka Prabowo untuk Warga Bekasi Agar Pilih Ahmad Dhani

Surat Terbuka Prabowo untuk Warga Bekasi Agar Pilih Ahmad Dhani

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 18:26 WIB

Demi Ahmad Dhani, Prabowo Ingatkan Adanya Usaha Beli Suara Warga

Demi Ahmad Dhani, Prabowo Ingatkan Adanya Usaha Beli Suara Warga

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 18:16 WIB

Tentara TNI AL Ditembak di Bekasi

Tentara TNI AL Ditembak di Bekasi

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 12:37 WIB

Janji Ahmad Dhani Jika Menang: Membuat Kabupaten Bekasi Agamis

Janji Ahmad Dhani Jika Menang: Membuat Kabupaten Bekasi Agamis

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 20:33 WIB

Meski Ahmad Dhani Tersangka, PKS dan Gerindra Yakin Menang

Meski Ahmad Dhani Tersangka, PKS dan Gerindra Yakin Menang

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 15:25 WIB

Diperika Polisi, Dhani Terganggu untuk Kampanye Cawabup Bekasi

Diperika Polisi, Dhani Terganggu untuk Kampanye Cawabup Bekasi

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 22:56 WIB

Rencana 4 Teroris yang Dilumpuhkan di Waduk Jatiluhur Mengerikan

Rencana 4 Teroris yang Dilumpuhkan di Waduk Jatiluhur Mengerikan

News | Senin, 26 Desember 2016 | 12:21 WIB

Jika Waduk Jatiluhur Dibom Teroris, Dampaknya Lebihi Tragedi WTC

Jika Waduk Jatiluhur Dibom Teroris, Dampaknya Lebihi Tragedi WTC

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 20:54 WIB

Dua Teroris Sempat Mancing Bareng Warga di Waduk Jatiluhur

Dua Teroris Sempat Mancing Bareng Warga di Waduk Jatiluhur

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 20:32 WIB

Teroris Sembunyi di Rumah Apung Waduk Jatiluhur Ngaku Mau Mancing

Teroris Sembunyi di Rumah Apung Waduk Jatiluhur Ngaku Mau Mancing

News | Minggu, 25 Desember 2016 | 20:19 WIB

Terkini

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×