Aktivis Penyelamat Satwa Protes Sirkus Lumba-Lumba di Balikpapan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 29 Januari 2017 | 20:24 WIB
Aktivis Penyelamat Satwa Protes Sirkus Lumba-Lumba di Balikpapan
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melakukan aksi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (31/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Aktivis Koalisi Penyelamat Satwa terus menyuarakan protes terhadap sirkus lumba-lumba yang sedang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Sirkus itu penyiksaan, memaksa lumba-lumba yang dalam keadaan lapar mematuhi perintah instrukturnya," kata Maulana Malik, juru bicara koalisi itu, Minggu (29/1/2017).

Maulana berbicara di depan pengunjung Transmart di Daun Village, Jalan MT Harjono, Balikpapan yang menjadi tempat penyelenggaraan sirkus lumba-lumba. Puluhan aktivis mendampingi Maulana dan Husein Suwarno, koordinator aksi.

Para pengunjuk rasa antara lain berasal Forum Peduli Teluk Balikpapan (FPTB), Rare Aquatic Species Indonesia (RASI), Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), Komunitas Earth Hour, kelompok mahasiswa pencinta alam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Sirkus lumba-lumba keliling yang berpentas di Balikpapan berasal dari Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Pengelola mengaku mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup hingga kepolisian untuk menggelar acara tersebut mulai 20 Januari hingga 19 Februari mendatang. Para aktivis menentang sebutan penyelenggara bahwa sirkus lumba-lumba itu adalah bagian dari pendidikan atau edukasi.

"Pertunjukan itu bisnis murni dan mengeksploitasi lumba-lumba," kata Husain Suwarno.

Aksi penolakan terhadap sirkus itu di Balikpapan sudah dimulai sejak Minggu, 15 Januari.

Sebelumnya, saat berpertunjukan di Samarinda pada Oktober 2016, 110 km utara Balikpapan, Komunitas Stop Sirkus Lumba-lumba juga berunjuk rasa di depan tempat pertunjukan dan meminta orangtua untuk tidak membawa anak-anaknya menonton pertunjukan itu.

Siksa Lumba-lumba Menurut Koalisi Penyelamat Satwa, sirkus menjadi tempat penyiksaaan lumba-lumbaatau dolphin sejak saat pengangkutan dengan pesawat terbang hingga sehari-hari dalam pertunjukan.

"Saat diangkut, mereka dihimpit, namun tidak diberi air. Kulitnya hanya diolesi margarin atau sejenisnya dengan tujuan menjaga kelembapannya. Namun, itu justru bisa membuat kulitnya teriritasi," kata Maulana Malik.

Setelah tiba di tempat acara, lumba-lumba akan tinggal di kolam yang dangkal dan sempit. Kolam itu kedalamannya 3 meter dan diameternya 10 meter. Luas kolam itu tentu tidak sebanding dengan lautan, tempat alami lumba-lumba biasa menjelajah hingga 100 km sehari.

Menurut Maulana, kolam yang sempit itu menyakitkan lumba-lumba karena sonar, gelombang suara yang dikirimnya untuk mendeteksi obyek di sekelilingnya, kembali sangat cepat.

"Lumba-lumba menjadi pusing," katanya.

Air kolam sebagai tempat hidupnya juga dicampur dengan klorin atau garam yang bisa membutakan mata lumba-lumba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Sirkus Lumba-lumba

Tolak Sirkus Lumba-lumba

Foto | Senin, 31 Oktober 2016 | 13:00 WIB

Lumba-lumba di Sirkus Keliling

Lumba-lumba di Sirkus Keliling

Foto | Minggu, 31 Mei 2015 | 21:11 WIB

Stress, 150 Lebih Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Jepang

Stress, 150 Lebih Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Jepang

News | Sabtu, 11 April 2015 | 08:08 WIB

Kisah Manusia Berhubungan Seks dengan Lumba-Lumba

Kisah Manusia Berhubungan Seks dengan Lumba-Lumba

News | Senin, 02 Februari 2015 | 12:42 WIB

Selamat dari Kapal Tenggelam, 19 Nelayan Disambut Histeris

Selamat dari Kapal Tenggelam, 19 Nelayan Disambut Histeris

News | Jum'at, 23 Januari 2015 | 01:30 WIB

Lumba-lumba Mati Tercekik Jaring Nelayan

Lumba-lumba Mati Tercekik Jaring Nelayan

News | Senin, 01 Desember 2014 | 00:30 WIB

Lumba-lumba Ini Mati karena Kelelahan Bercinta

Lumba-lumba Ini Mati karena Kelelahan Bercinta

News | Sabtu, 08 November 2014 | 21:50 WIB

Studi Fosil Ungkap Usia Lumba-lumba yang Sebenarnya

Studi Fosil Ungkap Usia Lumba-lumba yang Sebenarnya

Tekno | Senin, 12 Mei 2014 | 06:16 WIB

Serunya Melihat Bayi Lumba-lumba di Ocean Dream Samudra Ancol

Serunya Melihat Bayi Lumba-lumba di Ocean Dream Samudra Ancol

Lifestyle | Kamis, 08 Mei 2014 | 15:01 WIB

Perenang Ini Lolos dari Hiu Pemangsa Berkat Sekawanan Lumba-lumba

Perenang Ini Lolos dari Hiu Pemangsa Berkat Sekawanan Lumba-lumba

News | Senin, 28 April 2014 | 13:47 WIB

Terkini

Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal

Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:59 WIB

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:54 WIB

Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum

Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:51 WIB

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:42 WIB

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:38 WIB

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:31 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:19 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook

Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:10 WIB