Ini Pernyataan Resmi Polisi Malaysia soal Penangkapan Siti Aishah

Reza Gunadha

Kamis, 16 Februari 2017 | 14:24 WIB
Ini Pernyataan Resmi Polisi Malaysia soal Penangkapan Siti Aishah
Surat pernyataan resmi Kepolisian Diraja Malaysia (Royal Malaysia Police; RMP) terkait penahanan wanita asal Indonesia, yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Kepolisian Diraja Malaysia memastikan Siti Aishah, wanita asal Serang, Indonesia, teridentifikasi terlibat pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kepastian itu termaktub dalam surat pernyataan resmi Kepolisian Diraja Malaysia, yang dipublikasikan, Kamis (16/2/2017).

"Kepolisian Diraja Malaysia (RMP) menahan seorang wanita sebagai tersangka baru, yang kami yakini terlibat dalam kasus kematian pria Korea pada 13 Februari 2017," begitu tertulis dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala RMP, Inspektur Jenderal Tan Sri Dato' Sri Khalid Bin Abu Bakar.

Dalam surat resmi itu juga diungkapkan, RMP menyita satu paspor Indonesia dari wanita tersebut.

Paspor tersebut dibuat atas nama Siti Aishah, kelahiran tanggal 11 Februari 1992, Serang, Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengakui belum mendapat laporan resmi mengenai seorang warga negara Indonesia (WNI), yang ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena diduga terlibat pembunuhan Kim Jong Nam, kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abrurrahman Mohammad Fachir, berjanji segera memeriksa kebenaran informasi tersebut.

"Belum, kami coba konfirmasi dulu. Bisa jadi Menteri Luar Negeri (sudah dapat (laporan), tapi saya akan coba cek. Biasanya memang standarnya semua yang menyangkut warga kita kalau terkait kasus hukum pasti akan dikomunikasikan dengan perwakilan kita," kata Fachir saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan masih memverifikasi kebenaran informasi tersebut. "Kami sedang melakukan verifikasi mengenai informasi tersebut. Ada jutaan WNI di Malaysia," tukasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenlu RI Belum Dapat Laporan Satu WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Kemenlu RI Belum Dapat Laporan Satu WNI Ditangkap Polisi Malaysia

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 14:00 WIB

Kakak Kim Jong Un Tewas, Perempuan Asal Serang Ditahan

Kakak Kim Jong Un Tewas, Perempuan Asal Serang Ditahan

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 13:42 WIB

Perempuan Banten Diduga Terlibat Pembunuhan Kakak Kim Jong Un

Perempuan Banten Diduga Terlibat Pembunuhan Kakak Kim Jong Un

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 13:07 WIB

Pembunuh Kakak Tiri Kim Jong Un Ternyata Perempuan Vietnam

Pembunuh Kakak Tiri Kim Jong Un Ternyata Perempuan Vietnam

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 16:34 WIB

Kronologis Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong Un

Kronologis Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong Un

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 13:19 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×