Ketua BNP2TKI: Siti Aisyah Tidak Terdaftar sebagai TKI

Reza Gunadha, Bagus Santosa

Jum'at, 17 Februari 2017 | 16:38 WIB
Ketua BNP2TKI: Siti Aisyah Tidak Terdaftar sebagai TKI
Siti Aisyah, WNI asal Serang, (berbaju kuning), ketika ditangkap Polisi Diraja Malaysia di sebuah hotel di Ampang, Kuala Lumpur, Kamis (16/2/2017). [CCTV/The Star]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja ‎Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, Siti Aisyah tidak terdaftar sebagai Tenaga Kerja Indonesia. 

Siti merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Malaysia. Ia diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim JongUn.

"Dia tidak terdaftar sebagai TKI dan itu diperkuat data di Kementerian Luar Negeri. Kalau yang bersangkutan ke luar negeri menjadi tenaga kerja, artinya dia TKI  tidak prosedural atau TKI ilegal," kata Nusron di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

‎Ia mengakui, aktifitas TKI ilegal seperti Aisyah sulit terdeteksi sehingga perlindungan terhadapnya lemah.

Namun, Nusron menegaskan pemerintah tetap akan mengadvokasi Aisyah walaupun tidak terdaftar sebagai TKI.

"Semua TKI yang ada di luar negeri, apapun kesalahannya, prinsip awal pemerintah adalah ‘mereka tidak bersalah’. Sebab, belum ada pembuktian bahwa Aisyah benar-benar bersalah atas pembunuhan itu,” terangnya.

BNP2TKI, sambung Nusron, kekinian tengah berupaya menghubungi pejabat Kepolisian Diraja Malaysia agar diberi kesempatan bertemu dengan Siti Aisyah.

Sebelumnya diberitakan, Kim Jong Nam diduga disergap dan disemprotkan cairan beracun oleh seorang wanita ketika yang bersangkutan menunggu jadwal penerbangan ke Makau, Tiongkok, di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Jong Nam lantas tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

baca juga

Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak tiri Kim Jong Un, baru dipublikasikan pemerintah Malaysia, Selasa, (14/2/2017).‎

Selang dua hari, Kamis (16/2), Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar mengungkapkan, menangkap tersangka baru pembunuhan Kim Jong Nam. Tersangka yang memegang paspor Indonesia itu bernama Siti Aishah.

Ia mengatakan, Aishah berusia 25 tahun berasal dari Serang. Ia lahir pada 11  Februari 1992.

"Dia kami tangkap hari Kamis, sekitar pukul dua dini hari. Kami berhasil mengidentifikasinya berdasarkan kamera pengintai di Bandara Internasional Kuala Lumpur," tutur Khalid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK: Siti Aisyah Pasti Sudah Hilang Kalau Benar Jadi Agen Rahasia

JK: Siti Aisyah Pasti Sudah Hilang Kalau Benar Jadi Agen Rahasia

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:51 WIB

Aisyah Terjerat Pembunuhan Tingkat Tinggi, Kemlu Datangi Rumahnya

Aisyah Terjerat Pembunuhan Tingkat Tinggi, Kemlu Datangi Rumahnya

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:44 WIB

Indonesia Janji Bantu WNI Terduga Pembunuh Kim Jong Nam, Aisyah

Indonesia Janji Bantu WNI Terduga Pembunuh Kim Jong Nam, Aisyah

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:15 WIB

Aisyah Diduga Dipakai Agen Bunuh Kim Jong Nam, Menlu Harus Aktif

Aisyah Diduga Dipakai Agen Bunuh Kim Jong Nam, Menlu Harus Aktif

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 14:54 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×