Cerita Hoax Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 20 Februari 2017 | 18:34 WIB
Cerita Hoax Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok
Masjid Al Waqfiyah, Salemba I, RT 7, RW 8, Paseban, Jakarta Pusat [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Pada 18 febuari 2017 beredar selebaran di media sosial dari Pengurus Majid Al-Waqfiyah. Isi selebaran itu secara tak tertulis ditujukan untuk menyerang calonn gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Selebaran itu mengumumkan, pengurus, ustad, ulama dan jemaah masjid itu tidak ingin membantu umat Islam yang memilih pemimpin dari kelompok non muslim. Mereka menyebut pemimpin dari kaum kafir.

Pihak masjid tidak menerima permintaan doal syukuran atau pun mengurus kematian warga sekitar masjid yang memilih kaum kafir sebagai pemimpin. Selain itu mengurus jenazah yang memilih kaum kafir. Selain itu pihak masjid akan memberikan zakat dan daging kurban kepada warga yang memilih kaum kafir.

"(Tidak mau melayani) undangan untuk kkegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan agama Islam dari warga yang nyata-nyata pilih kaum kafir," begitu tulisan dalam selebaran itu.

Pihak masjid akan memberikan pengampunan jika warga itu menyatakan taubat dengan disaksikan paling sedikit 5 orang pengurus masjid. Dalam surat tertulis Muhammad Shodiq sebagai ketua pengurus masjid.

Selebaran di media sosial itu menjadi viral di tengah suasana Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Indonesia, terutama di Jakarta. Ada dua calon gubernur dan wakil gubernur yang lolos, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Djarot Saiful Hidayat.

Selama Pilkada Jakarta, Ahok memang diserang isu SARA. Sampai dia menjadi terdakwa kasus penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah tentang kepemimpinan dalam agama Islam.

Sehari setelah surat itu viral, ada lagi video yang mendukung isi surat itu. Video itu diunggah di Twitter. Isi video itu menggambarkan sebuah kubah masjid dan suara lelaki yang tengah berkhutbah. Isi khotbahnya sama dengan isi selebaran itu. Video itu berdurasi 1 menit 31 detik.

Suara.com langsung datang ke Masjid Al Waqfiyah di Jalan Salemba I, RT 7, RW 8, Paseban, Jakarta Pusat. Kubah masjid yang ada di video yang sempat beredar itu berbeda. Masjid Al Waqfiah yang asli hanya memiliki kubah kecil di pintu masuk masjid. Masjid pun ada di sebuah gang.

Pengurus masjid di sana membantah menyerukan kepada umat agar memilih pemimpin muslim dan melarang memilih pemimpin non muslim di pilkada Jakarta.

‎"Kami dari pihak masjid sama sekali tidak pernah mengeluarkan pengumuman itu. Kami pastikan itu tidak benar, hoax‎," kata marbot Januri ketika ditemui Suara.com di Masjid Al Waqfiyah, Senin (20/2/2017) siang.

Semula Januri kaget mengetahui pengumuman yang mengatasnamakan Masjid Al Waqfiyah yang viral di media sosial. Dia mengatakan nama ketua pengurus masjid yang ditulis di poster pengumuman yang viral di media sosial, salah.

‎"Ketua pengurus masjid ini adalah Muhamad Shodikin, tapi pengumuman di medsos itu nama Muhammad Shodiq dan tidak ada stempelnya. Itu jelas palsu," kata Januri.

Januri mengatakan hari Minggu kemarin, sejumlah warga juga datang ke masjid untuk menanyakan perihal pengumuman tersebut.

"Kemarin tiba-tiba banyak warga datang ke sini, mereka bertanya soal pengumuman itu. Kami sampaikan itu hoax," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FUI Bantah Pasang Foto Panglima TNI di Poster Demo Anti Ahok

FUI Bantah Pasang Foto Panglima TNI di Poster Demo Anti Ahok

News | Senin, 20 Februari 2017 | 17:34 WIB

Ahok: Jika Anies Gubernur dan Tak Normalisasi Sungai, Bohong Dia

Ahok: Jika Anies Gubernur dan Tak Normalisasi Sungai, Bohong Dia

News | Senin, 20 Februari 2017 | 17:26 WIB

Sehari Sebelum Demo Anti Ahok, FUI Temui Fadli Zon Biar Tak Kaget

Sehari Sebelum Demo Anti Ahok, FUI Temui Fadli Zon Biar Tak Kaget

News | Senin, 20 Februari 2017 | 17:16 WIB

Ahok Kunjungi Korban Banjir Cipinang Melayu

Ahok Kunjungi Korban Banjir Cipinang Melayu

Foto | Senin, 20 Februari 2017 | 17:15 WIB

Tinjau Bukit Duri, Ahok Bingung Warga Belum Siap Pindah ke Rusun

Tinjau Bukit Duri, Ahok Bingung Warga Belum Siap Pindah ke Rusun

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:28 WIB

Gara-gara Ucap Potong Tentara, Iwan Bopeng akan Diperiksa Polisi

Gara-gara Ucap Potong Tentara, Iwan Bopeng akan Diperiksa Polisi

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:08 WIB

Ingin Tahu Pendapat Warga tentang Iwan Bopeng?

Ingin Tahu Pendapat Warga tentang Iwan Bopeng?

News | Senin, 20 Februari 2017 | 15:58 WIB

Reaksi Menteri Agama Soal Isu Ancaman Tak Salatkan Pro Ahok

Reaksi Menteri Agama Soal Isu Ancaman Tak Salatkan Pro Ahok

News | Senin, 20 Februari 2017 | 15:29 WIB

Isu Ustadz Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Walkot sampai Datang

Isu Ustadz Tolak Salatkan Jenazah Pro Ahok, Walkot sampai Datang

News | Senin, 20 Februari 2017 | 15:10 WIB

Warga Beberkan Cerita Iwan Bopeng Sebelum Sesumbar Potong Tentara

Warga Beberkan Cerita Iwan Bopeng Sebelum Sesumbar Potong Tentara

News | Senin, 20 Februari 2017 | 14:52 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB