Jokowi Kutip Bung Karno Soal Internasionalisme dan Nasionalisme

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Selasa, 07 Maret 2017 | 13:45 WIB
Jokowi Kutip Bung Karno Soal Internasionalisme dan Nasionalisme
Presiden Jokowi menghadiri KTT Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia atau Indian Ocean Rim Association (IORA) Tahun 2017. [Foto Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo mengatakan, bahwa ‎semua negara tentu akan memperjuangkan kepentingan negaranya masing-masing. Hal ini disampaikan Jokowi mengutip pernyataan Proklamator sekaligus Presiden RI pertama Soekarno dalam sambutan pada pembukaan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) 2017 di Jakarta Convention Center, Selasa (7/3).

"Beliau katakan, Internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar dalam bumi nasionalisme. Sebaliknya nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sari internasionalisme," kata Jokowi.

Tapi saat ini teknologi menyebabkan globalisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Justru karena globalisasi sudah tidak terelakkan lagi, semua menjadi semakin membutuhkan.

"Kita butuh internasionalisme, untuk menciptakan solusi-solusi atas hambatan, atas tantangan yang timbul akibat globalisasi," ujar dia.

Namun, Jokowi mengingatkan sebagaimana yang diuraikan Presiden Sukarno bahwa internasionalisme bangsa Indonesia, harus berakar pada bumi nasionalisme, yakni nasionalisme yang sehat, yang bijaksana, yang menyampaikan kebenaran, menceritakan apa adanya kepada masyarakat masing-masing.

"Sebuah nasionalisme yang tulus yang berani melakukan yang terbaik untuk bangsa kita di jangka yang panjang, di jangka masa depan, bukan yang memancing atau terpancing emosi sesaat," tutur dia.

Di awal sambutannya, mantan gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta KTT IORA. "KTT ini, yang menandai dua dekade keberadaan IORA, terselenggara pada saat yang kritis bagi perekonomian dunia dan bahkan bagi umat manusia," ucap dia.

Presiden mengingatkan bahwa saat ini dunia berada di tengah-tengah sebuah revolusi global. Pertama, sebuah revolusi teknologi yang tanpa belas kasihan telah mem-penetrasi, dan melakukan perubahan ke depan. Kedua, sebuah revolusi politik yang berpotensi menandai permulaan sebuah era populisme.

"Dan di saat yang kedua revolusi ini menyatu itu seperti dua cairan yang eksplosif, yang mengalir bertabrakan," kata dia.

baca juga

Indonesia percaya bahwa kawasan Samudra Hindia memiliki potensi untuk menjadi sebuah kekuatan baru dunia.

"Kami percaya bahwa saat ini Samudra Hindia di ambang suatu keperkasaan dengan perkembangan masyarakat-masyarakat besar dan ekonomi-ekonomi yang semakin berperan di Afrika Timur, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan di Australia," ujar dia.

Meski demikian, diakui bahwa untuk mewujudkan harapan tersebut bukanlah suatu pekerjaan ringan. Samudra Hindia sebagai sebuah kawasan yang menyimpan kekayaan alam dan sumber daya, juga masih menyimpan permasalahan terkait dengan kemiskinan.

"Komunitas IORA ini adalah komunitas yang unik. Sebuah kawasan yang kaya, tapi dengan masih adanya kantong-kantong kemiskinan. Harus kita akui, kita masih harus melakukan modernisasi di banyak aspek," terang dia.

Menilik ke belakang, IORA sendiri sesungguhnya telah memulai upayanya dalam mewujudkan kemakmuran wilayah Samudra Hindia. Banyak prakarsa-prakarsa penting telah dilahirkan dalam berbagai bidang.

"Ditandai di tahun 2015 dengan kita menerbitkan Deklarasi Kerja Sama Maritim IORA di kota Padang di Indonesia. IORA juga telah memfasilitasi banyak kemajuan yang konkret di bidang penanggulangan bencana," kata Jokowi.

Selain itu, pemberdayaan dan kesetaraan bagi perempuan bahkan juga telah dibahas oleh negara-negara anggota IORA. Mereka percaya bahwa peranan perempuan dalam perkembangan suatu bangsa amatlah besar dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

"Tahun lalu di pulau firdaus kita, Bali, Menteri Luar Negeri kita telah menerbitkan Deklarasi Kesetaraan Wanita dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan," ujar Kepala Negara.

Persoalan pelestarian lingkungan hidup, yang kini telah menjadi isu global, tak terlewatkan. Kepada sejumlah kepala negara atau pemerintahan dan delegasi yang hadir, Jokowi mengungkap upaya Indonesia terkait isu tersebut.

"Sejak saya menjabat di tahun 2014, pemerintahan saya menerapkan program penindakan yang tegas terhadap praktik-praktik perikanan ilegal," ucap dia.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga telah berupaya keras agar peristiwa terbakarnya lahan gambut tak menerus berulang. Inilah langkah serius dari Indonesia sebagai bentuk pelestarian lingkungan.

"Kami juga telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi kebakaran lahan gambut yang setiap tahun mencemari udara dengan asap dan kabut," Kepala Negara menegaskan.

Namun, perlu diakui, masih banyak hal-hal mendesak lain terkait lingkungan yang harus diupayakan, baik oleh Indonesia sendiri, maupun dunia internasional. Oleh karenanya, Jokowi mengajak dunia internasional, khususnya negara-negara anggota IORA, untuk turut aktif dalam melahirkan solusi-solusi praktis terkait permasalahan tersebut.

"Saya mengimbau agar menteri-menteri kita, pejabat tinggi kita, dan para peserta KTT ini terus mendorong solusi-solusi praktis," tutur dia.

Mengakhiri sambutannya itu, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran negara-negara anggota IORA dalam KTT ini. Ia juga sekaligus mengajak para anggota untuk bersama-sama mewujudkan tujuan IORA melalui penyelenggaraan KTT IORA yang pertama ini.

"Mari kita selenggarakan konferensi secara konstruktif dan produktif menuju IORA Concord dan IORA Action Plan yang sudah kita canangkan. Terima kasih," tutup dia.

Setelah menyampaikan sambutan, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama beberapa Kepala Negara/Kepala Pemerintah di antaranya Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena, Presiden Mozambik Filipe Nyusi, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memukul tifa secara bersamaan yang menandakan dimulainya KTT IORA secara resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pada Peserta IORA, Jokowi Sebut Jakarta Kota yang Luar Biasa

Pada Peserta IORA, Jokowi Sebut Jakarta Kota yang Luar Biasa

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 09:14 WIB

Jokowi Undang Negara-negara IORA Berinvestasi di Indonesia

Jokowi Undang Negara-negara IORA Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 06:34 WIB

Jokowi Sebut Samudera Hindia Jadi Masa Depan Ekonomi Dunia

Jokowi Sebut Samudera Hindia Jadi Masa Depan Ekonomi Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 06:23 WIB

Jamu Makan Malam Peserta KTT IORA, Jokowi Promosikan Jakarta

Jamu Makan Malam Peserta KTT IORA, Jokowi Promosikan Jakarta

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 00:16 WIB

Ke KTT IORA, Jokowi Tampil Keren dengan Jas dan Dasi Biru

Ke KTT IORA, Jokowi Tampil Keren dengan Jas dan Dasi Biru

News | Senin, 06 Maret 2017 | 16:07 WIB

Jokowi Buka Business Summit KTT IORA

Jokowi Buka Business Summit KTT IORA

Foto | Senin, 06 Maret 2017 | 15:41 WIB

Pameran Produk Perdagangan

Pameran Produk Perdagangan

Foto | Senin, 06 Maret 2017 | 13:30 WIB

Istana Tepis Kabar Raja Salman Beri Hadiah Berlian ke Ibu Negara

Istana Tepis Kabar Raja Salman Beri Hadiah Berlian ke Ibu Negara

News | Senin, 06 Maret 2017 | 12:54 WIB

Jokowi: Pembangunan Harus Berdampak Pada Upaya Atasi Kesenjangan

Jokowi: Pembangunan Harus Berdampak Pada Upaya Atasi Kesenjangan

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 12:27 WIB

Jokowi: Infrastruktur Pelabuhan Merak dan Bakauheni Diperbaiki

Jokowi: Infrastruktur Pelabuhan Merak dan Bakauheni Diperbaiki

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 11:42 WIB

Terkini

Terungkap Isi Lapas Cibinong: 13 Rumah Dinas Belum Tercatat, Ada Kulkas Berisi Miras

Terungkap Isi Lapas Cibinong: 13 Rumah Dinas Belum Tercatat, Ada Kulkas Berisi Miras

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 15:28 WIB

Ke Sekolah Terkadang Diadang Banjir Rob, BRI Peduli Bantu Mahesa Lewat Sepeda Baru

Ke Sekolah Terkadang Diadang Banjir Rob, BRI Peduli Bantu Mahesa Lewat Sepeda Baru

Riau | Senin, 28 September 2026 | 15:28 WIB

KPK Pantau Temuan Lapas Cibinong, Buka Ruang Koordinasi dengan ORI dan Kemenimipas

KPK Pantau Temuan Lapas Cibinong, Buka Ruang Koordinasi dengan ORI dan Kemenimipas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:28 WIB

Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 15:27 WIB

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 15:24 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

×