Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar

Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyampaikan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia menghasilkan tambahan devisa negara sebesar 5 miliar dolar AS di Jakarta.
  • Lembaga yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 ini berfungsi untuk memperkuat pengawasan terhadap transaksi ekspor komoditas.
  • DSI sukses memonitor lebih dari 6.000 transaksi ekspor dari tiga komoditas strategis dalam kurun waktu dua bulan lebih.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto sangat girang dengan kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Pasalnya, DSI membuat cuan negara dari tambahan devisa negara hingga 5 miliar dolar AS atau setara Rp89,41 triliun (kurs Rp17.882).

Saat ini, tutur Prabowo, DSI dibentuk sebagai pintu tunggal processing ekspor komoditas Indonesia. Namun, ia menegaskan fungsi DSI bukan untuk menguasai komoditas atau melakukan ekspor secara langsung.

Prabowo menjelaskan, kehadiran DSI ditujukan untuk memperkuat pengawasan terhadap transaksi ekspor. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui jumlah komoditas yang dimuat ke kapal, jumlah yang dilaporkan, hingga volume yang benar-benar tiba di negara tujuan.

"Saya ulangi processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Tapi sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor. Kita tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan laporan di negara tujuan," ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di sidang tahunan MPR. (tangkap layar)
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di sidang tahunan MPR. (tangkap layar)

Prabowo mengatakan DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Dalam dua bulan lebih, lembaga tersebut telah memonitor ekspor tiga komoditas strategis, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

"Dalam waktu 2 bulan 13 hari DSI sekarang telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dolar dari hanya tiga komoditas strategis," ungkapnya.

Tak hanya mengelola devisa ekspor, DSI juga disebut telah melakukan pemantauan terhadap ribuan transaksi ekspor.

"Lebih dari 6.000 transaksi ekspor tiga komoditas tersebut telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar dolar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, Saudara-saudara sekalian, dari pembayaran devisa hasil ekspor," imbuhnya.

Menurut Prabowo, temuan tersebut menunjukkan besarnya potensi penerimaan yang dapat diperoleh negara apabila pengawasan terhadap ekspor diperluas.

baca juga

"Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang semua komoditas ekspor kita akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasilnya yang akan masuk negara," katanya.

Prabowo mengatakan cakupan pengawasan DSI juga akan diperluas. Nantinya, pengawasan akan mencakup 50 pelabuhan yang tersebar di 25 provinsi.

"Dan sebagaimana saya katakan, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga," tegasnya.

Prabowo menegaskan kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan kekayaan Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyat kita hidup susah," katanya.

Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas. Ia mempertanyakan kondisi ketika komoditas berasal dari Indonesia, tetapi harga justru ditentukan oleh pihak lain.

"Dan pihak-pihak rating agencies bahkan banyak lembaga-lembaga keuangan menilai bahwa DSI adalah langkah positif bagi rakyat Indonesia. Mereka yang mengatakan bukan kita. Mereka yang mengatakan," imbuhnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, tetapi akan terus menjalankan kebijakan yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Kita menghargai semua masukan tapi kalau kita yakin kita berada di jalan yang benar kita terus akan kerja. Kita tidak mau dibuat rapor oleh bangsa lain tapi kita terbuka untuk masukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!

Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir

Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×