Array

Mantan Teroris Akui Program Deradikalisasi BNPT Jitu

Ardi Mandiri Suara.Com
Minggu, 19 Maret 2017 | 03:28 WIB
Mantan Teroris Akui Program Deradikalisasi BNPT Jitu
Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri di Batam, Kepulauan Riau. [Antara/Kanwa]

Suara.com - Mantan teroris Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin mengakui program deradikalisasi yang dijalankan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) cukup bagus dan berhasil.

"Buktinya banyak para ikhwan yang dulunya radikal sekarang menjadi moderat," kata Khairul dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Kalaupun ada bekas pelaku terorisme yang belum "sembuh" dan kembali ke pemahaman jihad yang lama, yang sebenarnya salah, menurut dia jumlahnya tidak banyak.

Ia menilai langkah pemerintah dengan merangkul para mantan kombatan untuk membantu program deradikalisasi juga cukup efektif, karena orang telah terkena ideologi kekerasan akan sulit didekati oleh orang di luar mereka.

"Salah satu kunci deradikalisasi itu ialah kita harus dekat dengan mantan pelaku teror itu. Harus dekat dan harus dengan hati," kata dia.

Khairul yang pernah menjadi idiolog pelaku teror itu mengatakan orang-orang yang menganut ideologi kekerasan tidak bisa disadarkan dengan argumentasi.

"Mereka itu bukan orang yang perlu dinasihati karena mereka sudah merasa bahwa mereka bisa dinasihati oleh dirinya sendiri," ungkap Khairul.

Menurut dia pendekatan ekonomi justru lebih bagus digunakan untuk mendekati para penganut ideologi kekerasan daripada pendekatan ideologi.

"Kenapa? Mereka melihat negara memperhatikan aku, negara memperhatikan anak-anakku, oh negara memperhatikan istri dan keluargaku. Dengan begitu mereka akan melunak, apalagi bila kondisi perekonomiannya juga baik," tuturnya.

Dikatakannya, para mantan pelaku aksi terorisme setelah menjalani hukuman pasti butuh pekerjaan agar mereka tidak kembali ke jalan salah. Karena itu, mereka harus dilatih keterampilan.

"Langkah ini harus cepat. Hari itu mereka dibebaskan maka hari itu juga sudah mulai diperhatikan," ujar Khairul yang kini mengasuh Pesantren Darusy Syifa di Desa Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bagaimanapun, kata dia, mantan teroris itu adalah manusia biasa yang punya hati. Setelah keluar dari penjara hendaknya mereka tidak distigmakan macam-macam atau dikucilkan.

"Juga keluarga dan anak-anaknya harus dibantu ekonominya. Setelah itu baru pelan-pelan kita ubah ideologinya. Ini adalah pendekatan yang dilakukan Pak Suhardi Alius (Kepala BNPT, Red), cukup paten," tambahnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI