Keren, Bogor Pelopori Peraturan Ojek 'Online'

Ririn Indriani

Jum'at, 24 Maret 2017 | 23:11 WIB
Keren, Bogor Pelopori Peraturan Ojek 'Online'
Anggota Polresta Bogor Kota membawa senjata untuk membubarkan massa pengemudi ojek 'online' di jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc/17]

Suara.com - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengapresiasi langkah Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk menyusun aturan tentang ojek 'online' untuk mengatasi kekisruhan angkutan konvensional dengan angkutan yang menggunakan aplikasi.

"Saya sudah tanya ke wilayah lain, belum punya aturan ini. Jika Bogor bisa duluan, ini akan jadi percontohan bagi daerah lainnya," kata Pudji dalam rapat koordinasi terkait transportasi di Balai Kota, Jumat (24/3/2017).

Untuk kali kedua rapat koordinasi dalam upaya menjembatani konflik antara angkot dan ojek 'online' di wilayah Bogor kembali dilakukan, kali ini di Kota Bogor menghadirkan perwakilan massa dari angkot dan ojek 'online' untuk bertemu dengan jajaran pemerintah baik di daerah, provinsi hingga pemerintah pusat.

Rapat yang dimoderatori oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghadirkan Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani.

Selain itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi HumasPolri Brigadir Jenderal Rikwanto, Sekjen Organda, Kakorlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Tomex Korniawan, Bupati Bogor, Nurhayanti serta Ketua Organda Kota maupun Kabupaten Bogor.

Menurut Pudji, kewenangan untuk mengatur onjek 'online' diserahkan kepada pemerintah daerah. Aturan tersebut bisa merujuk pada Undang-Undang Otonomi Daerah.

Karena lanjutnya secara aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak mengatur soal roda dua sebagai moda transportasi.

Sementara itu, revisi Peratuan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang 11 poin hanya mengatur tentang kendaraan roda empat yakni taksi online. Poin tersebut meliputi, soal KIR dan STNK berbadan hukum, kuota, tarif batas atas dan batas bawah, kapasitas silinder, jenis angkutan sewa, pool, bengkel pajak, akses dashboard' dan sanksi.

"Terkait aturan ojek online yang akan dirumuskan oleh pemerintah daerah ini, kami juga akan mengkoordinasikannya dengan kementerian terkait, kita akan libatkan Kementerian Dalam Negeri, agar peraturan daerah ini bisa disegerakan," kata Pudji.

Sementara itu, Pudji juga mengingatkan selama pemerintah daerah menyusun payung hukum operasional ojek 'online' semua pihak baik itu sopir dan pemilik angkot serta pengendara ojek online dapat menahan diri untuk tidak mudah terprovokasi.

"Selama revisi digulirkan, dan aturan daerah disusun, jaga kondusifitas, jangan mudah terprovokasi lagi," kata Pudji.

Dirjen Aptika (Aplikasi Informastika) Kemekoinfo Semuel Abrijani menyebutkan, situasi saat ini sedang terjadi masa tranformasi teknologi sebagai keniscayaan yang dapat membantu masyarakat saat ini.

"Saat ini lebih dari 50 penduduk Indonesia masuk dalam jaringan internet, tahun 2020 jumlahnya akan menjadi 80 persen. Dunia digital akan hadir dimana-mana, tapi bagaimana masa transisi teknologi berlangsung aman, berbarengan jangan sampai terjadi pergesekan tajam," katanya.

Semuel menambahkan, kekisruhan antara angkot dan ojek 'onlie' karena semuanya ingin sama-sama mencari rezeki, satu sisi ada yang ingin eksis dan satu laginya ingin hidup. Sehingga memerlukan aturan untuk mengharmoniskan keduanya.

"Kominfo siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengawal ekonomi digital yang telah mengubah tatan yang ada," katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, pihaknya segera bergerak cepat untuk menyusun peraturan terkait ojek 'online' bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga dapat diterbitkan pada 1 April 2017 bersamaan dengan revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribut Transportasi Online Vs Angkot, Gambar Ini Bikin Melongo

Ribut Transportasi Online Vs Angkot, Gambar Ini Bikin Melongo

Tekno | Rabu, 22 Maret 2017 | 19:23 WIB

21 Orang Diduga Terlibat Bentrok Angkot dengan Ojek

21 Orang Diduga Terlibat Bentrok Angkot dengan Ojek

News | Jum'at, 10 Maret 2017 | 04:23 WIB

Terkini

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:11 WIB

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:51 WIB