Balada Patmi, Seorang Ibu Bersandal Semen

Reza Gunadha

Senin, 27 Maret 2017 | 09:29 WIB
Balada Patmi, Seorang Ibu Bersandal Semen
Ibu Patmi (48), Petani Kendneg yang ikut aksi mengecor kaki pakai semen di depan Istana Kepresidenan, meninggal dunia, Selasa (21/3/2017). [JMPPK]

Perjuangan petani Kendeng untuk menghentikan operasionalisasi pabrik semen PT SI, memang banyak menuai opini pro maupun kontra. Pihak yang sinis menilai, para petani tanpa alasan kuat secara hukum menolak kemajuan daerah sesuai perkembangan zaman. Namun, benarkah demikian?

Lagi, Asfinawati kepada Suara.com, Senin (27/3), mengungkapkan terdapat banyak produk hukum yang sebenarnya mendukung perjuangan petani Kendeng.

Ia mengatakan, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK)—organisasi yang dibangun petani Kendeng—mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan PTUN Semarang No. 064/G/2015/SMG tertanggal 16 April 2015 dan putusan banding PTUN Surabaya No. 135/B/2015/SBY tanggal 3 November 2015.

Upaya PK itu bertujuan untuk membatalkan proyek yang dinilai mengancam keberlangsungan hidup petani di kawasan pegunungan Kendeng.

PK itu sendiri diajukan atas dasar penemuan bukti baru (novum), terutama dokumen pernyataan saksi palsu yang menyebutkan kehadiran dalam sosialisasi pembangunan pabrik semen.

“MA lantas mengabulkan perkara dengan nomor registrasi 99 PK/TUN/2016 ini, yakni membatalkan objek sengketa atau pabrik semen yang akan dibangun. Putusan sendiri keluar pada Rabu, 5 Oktober 2016. Melalui keputusan itu, operasionalisasi PT SI seharusnya dihentikan,”tegasnya.

Namun, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo justru kembali menerbitkan izin lingkungan terbaru untuk PT SI di Kabupaten Rembang. Izin terbaru yang diterbitkan ini adalah untuk mengatur kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen perusahaan tersebut.

Penerbitan izin tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 660.1/6 Tahun 2017. Keputusan Gubernur ditandatangani Kamis, 23 Februari 2017.

“Pembangunan pabrik semen di area Pegunungan Kendeng terbilang kontroversial karena mengancam kehidupan para petani. Kaum tani terancam kehilangan lahan, air bersih, hingga terpapar pencemaran udara,”  terangnya.

baca juga

Selain itu, kata Asfin, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui keputusan resminyatertanggal 1 Juli 2014, meminta Gubernur Jateng untuk menjaga kelestarian akuiger cekungan air tanah (CAT) Watuputih Pegunungan Kendeng, sehingga diminta tidak ada kegiatan penambangan di kawasan tersebut.

Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) Kabupaten Rembang nomor 14 Tahun 2011 pasal 19  juga menyatakan, “kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf f berupa kawasan imbuhan air meliputi: Cekungan Watuputih; dan Cekungan Lasem.”

“Selain itu, ada pula Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2011 yang menyatakan bahwa Kawasan CAT Watuputih yang ada di Kabupaten Rembang merupakan kawasan lindung geologis. Namun, semua produk hukum itu tidak dipatuhi oleh pemerintah,” sesalnya.

Lantas, setelah berbagai upaya yang dilakukan sampai Yu Patmi bersedia rela menghembuskan nafas terakhirnya belum juga menghasilkan keputusan yang memuaskan, apakah petani Kendeng kapok, tak lagi mau berjuang?

Jawaban atas pertanyaan itu tampaknya adalah tidak. Minggu (26/3/2017)—tepat tujuh hari wafatnya Patmi—warga maupun aktivis memperingati kematiannya di kampung halaman Patmi, Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Selain doa, mereka juga berencana membuatkan monumen sosok Patmi dan diletakkan di bawah pohon jati yang berada di lahan seluas 10 meter persegi, sebelah rumahnya.

“Monumen yang bermakna besar, tidak hanya sekedar tumpukan batu tanpa semen tetapi sebagai lambang tekad bulat kami untuk terus berjuang menegakkan keadilan demi tetap lestarinya Pegunungan Kendeng,” kata Koordinator JMPPK  Gunretno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Petani Meninggal, Pemerintah Didesak Turun ke Kendeng

Satu Petani Meninggal, Pemerintah Didesak Turun ke Kendeng

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 17:36 WIB

Ibu Patmi Meninggal Usai Pasungan Semen di Kakinya Dibuka

Ibu Patmi Meninggal Usai Pasungan Semen di Kakinya Dibuka

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 16:56 WIB

Satu Peserta Aksi 'Dipasung Semen' Wafat, Presiden Jokowi Berduka

Satu Peserta Aksi 'Dipasung Semen' Wafat, Presiden Jokowi Berduka

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 15:22 WIB

Fadli Zon: Petani Kendeng Seharusnya Tak Perlu Aksi Cor Kaki

Fadli Zon: Petani Kendeng Seharusnya Tak Perlu Aksi Cor Kaki

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:20 WIB

Petani Kendeng Syukuran Ultah Jokowi di Depan Istana Merdeka

Petani Kendeng Syukuran Ultah Jokowi di Depan Istana Merdeka

News | Selasa, 21 Juni 2016 | 18:31 WIB

Brasil dan Belanda Tarik Dubes, YLBHI: Bisa Berdampak Ekonomi

Brasil dan Belanda Tarik Dubes, YLBHI: Bisa Berdampak Ekonomi

News | Minggu, 18 Januari 2015 | 12:47 WIB

YLBHI: Pemred Jakarta Post Dipidana Tunjukkan Kesesatan Berpikir

YLBHI: Pemred Jakarta Post Dipidana Tunjukkan Kesesatan Berpikir

News | Senin, 15 Desember 2014 | 11:15 WIB

YLBHI: Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

YLBHI: Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 13:10 WIB

Terkini

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:08 WIB

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Sumut | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

×