Projo Tanggapi Isu Panas Hubungan Jokowi dan JK

Siswanto

Rabu, 17 Mei 2017 | 12:00 WIB
Projo Tanggapi Isu Panas Hubungan Jokowi dan JK
Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/3/2017). [Foto Biro Pers Setpres]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Pro Joko Widodo (Projo), Guntur Siregar, membantah rumor panas yang menyebutkan hubungan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin renggang, terutama setelah pilkada Jakarta.

"Itu hanya ada yang manas-manasin. Nggak ada (kerenggangan). Nggak mungkin. Itu tidak benar," kata Guntur kepada Suara.com, Rabu (17/5/2017).

Isu tersebut muncul di tengah gejolak massa dan politik pasca kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, Nasdem, dan Golkar atas rival, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS.

Menurut Guntur menghembuskan isu adanya keretakan hubungan Presiden dan Wakil Presiden sangat membahayakan negara.

"Ini belum move on aja. Ada yang manas-manasin. Sekarang, Ahok kalah apa hubungan dengan hubungan Jusuf Kalla dengan Pak Jokowi? Sudahlah, kita ini mau membangun demokrasi ke depan," kata Guntur.

Guntur berpesan kepada pendukung Ahok untuk menerima hasil pilkada Jakarta dan menatap ke depan. Apalagi, kata Guntur, Jokowi juga sudah berpesan sejak awal agar masyarakat menghormati hasil pilkada dan berlapang dada menerima siapapun yang keluar sebagai pemenang pilkada.

"Terimalah. Lapang dadalah. Pak jokowi, sudah bilang, kita harus terima. Harus menerima. Ke depan, kita bangun demokrasi yang benar. Menang kalah itu biasa dalam pertarungan. Jangan ngompori," kata Guntur.

Lebih jauh, Guntur mengingatkan bahwa jika situasi terus menerus gaduh, Jokowi yang rugi. Apalagi, sekarang menjelang pemilu presiden periode 2019-2024.

"Sudahlah kita akhiri kegaduhan. Pak Jokowi sudah bicara dengan bijaksana. Kita terima dengan lapang dada saja," kata dia.

baca juga

Ketika ditanya apakah Projo menangkap ada upaya untuk menjegal Jokowi menjelang pilpres 2019, mengingat elektabilitas Jokowi di survei-survei paling tinggi, Guntur menekankan tidak akan yang menjatuhkan Jokowi.

"Saya rasa nggaklah. Ngak boleh ada yang ngganggu. Itu yang ganggu itu makar namanya. Yang ngganggu Pak Jokowi dan Pak JK itu makar. Harus segera ditangkap," kata dia.

Menurut Guntur jika sekarang muncul isu, hal itu wajar dalam dunia politik.

"Biasa dalam politik. Kayak tadi, memanas-manasi saja," kata dia.

Guntur mengatakan Jokowi harus kembali tampil di bursa pilpres periode 2019-2024.

"Harus tampil. Harus bisa merealisasikan semua program yang ditawarkan ke rakyat Indonesia dan dilanjutkan periode kedua," kata Guntur.

Guntur yakin Jokowi memiliki kans besar buat memenangkan pilpres yang akan datang.

"Pasti dong. Kan Pak Jokowi pribadi kan bebas beban. Tidak ada beban masa lalu, tidak ada beban politik sebagai pemimpin. Makanya jangan coba-coba dikait-kaitkan dengan hubungan partai politik, hubungan dengan pilkada. Beliau presiden seluruh rakyat Indonesia," kata dia.

Menurut Guntur tokoh yang paling potensial untuk berhadapan dengan Jokowi di bursa pilpres adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia sekarang ini belum ada tokoh yang sekuat Prabowo.

"Belum ada yang lain yang bisa saingi Pak Jokowi, selain Pak Prabowo. Tapi ya itu, saya berharap kepada teman-teman seluruh para pendukung beliau, sudahlah hentikan kegaduhan. Kita kembali berjuang agar Pak Jokowi dipilih lagi," kata dia.

Siapa cawapres yang paling layak untuk mendampingi Jokowi di pilpres periode 2019-2024, Guntur tidak mau berspekulasi karena sekarang ini situasi politik masih sangat cair.

"Proses masih panjang. Nanti di-last minute. Nanti juga kelihatan dari survei-survei," kata Guntur.

Menurut Guntur pendamping Jokowi nanti idealnya tokoh wajah baru agar terjadi regenerasi pemimpin di negeri ini.

"Dan satu hal yang paling penting, dia harus berjiwa kebangsaan. Tidak ada kepentingan pengusaha, bukan titipan konglomerat. Harus untuk bangsa," katanya.

Supaya perjalanan Jokowi sampai ke 2019 aman dan dapat kembali memenangkan pemilu, menurut Guntur, kuncinya Jokowi harus tetap fokus menyejahterakan masyarakat.

"Kalau beliau on the track pada urusan rakyat. Bangun infrastruktur dan tetap bekerja, nggak usah dengar isu kiri kanan. Pokoknya dia dipilih karena rakyat, harus berjuang demi rakyat. Yang jadi benteng adalah rakyat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Bacakan Putusan Terkait Gugatan Ijazah Gibran

Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Bacakan Putusan Terkait Gugatan Ijazah Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:49 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Bahlil Jadi Menko hingga Listyo Masuk KSP, Reshuffle Prabowo Dinilai Bikin Geng Solo Makin Kuat

Bahlil Jadi Menko hingga Listyo Masuk KSP, Reshuffle Prabowo Dinilai Bikin Geng Solo Makin Kuat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

News | Senin, 28 September 2026 | 11:56 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:35 WIB

Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura, Jokowi: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi?

Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura, Jokowi: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi?

Video | Kamis, 24 September 2026 | 18:30 WIB

Eks Dirjen PHU Ungkap Pembagian Kuota Haji 50:50 Arahan Jokowi

Eks Dirjen PHU Ungkap Pembagian Kuota Haji 50:50 Arahan Jokowi

News | Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Jawa Tengah | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

9 HP Murah Ada NFC untuk Cek dan Top Up e-Money, Mulai Rp1 Jutaan

9 HP Murah Ada NFC untuk Cek dan Top Up e-Money, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

DPR Jadikan Putusan MK Soal Pendidikan Gibran Bahan Penting Revisi UU Pemilu

DPR Jadikan Putusan MK Soal Pendidikan Gibran Bahan Penting Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Ketemu Prabowo, Presiden FIFA Bocorkan Rencana Komitmen Investasi dan Event Sepak Bola di RI

Ketemu Prabowo, Presiden FIFA Bocorkan Rencana Komitmen Investasi dan Event Sepak Bola di RI

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Beli Rumah di Bali Tanpa Beban, BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% di Atria Trans Studio

Beli Rumah di Bali Tanpa Beban, BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% di Atria Trans Studio

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta

Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan

Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:08 WIB

95 Persen Warga RI Diklaim Percaya YouTube, Kreator Kini Jadi Senjata Baru Dorong Penjualan

95 Persen Warga RI Diklaim Percaya YouTube, Kreator Kini Jadi Senjata Baru Dorong Penjualan

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:50 WIB

×