Resto yang Buka Siang Hari Diminta Dilabeli 'Khusus Non Muslim'

Chaerunnisa
Resto yang Buka Siang Hari Diminta Dilabeli 'Khusus Non Muslim'
Suasana di warung makan Alam Sunda Jakarta (Foto: suara.com/Dinda RachmawatI)

Restoran yang diizinkan warungnya buka pada siang hari selama Ramadan diminta melabeli 'khusus non muslim'.

Suara.com - Sekretaris Daerah Kota Padang, Sumatera Barat, Asnel, meminta pengelola restoran yang diizinkan warungnya buka pada siang hari selama bulan Ramadan memberikan label "khusus non muslim" di depan rumah makan mereka.

"Sudah ada kesepakatan dengan pengelola rumah makan selama bulan puasa saat siang tidak diperbolehkan buka, kecuali yang direkomendasikan dan diberi tanda khusus," katanya di Padang, Senin.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, rumah makan ini sebagian besar berada di kawasan Pondok dan sekitarnya. Sedangkan rumah makan di luar kawasan itu tidak diizinkan buka, kecuali jelang berbuka hingga waktu sahur.

Ini dilakukan untuk menghormati masyarakat Islam yang berpuasa sekaligus menghargai warga non-muslim yang tidak berpuasa, termasuk wisatawan asing.

"Pedagang telah berkomitmen diharapkan tidak ada yang melanggar," ungkapnya.

Selain komitmen dengan pengelola rumah makan, pihaknya juga sudah sepakat dengan pengelola hiburan malam untuk tutup selama Ramadan.

"Kami telah bertemu, dan sebagian pengelola setuju menutup warungnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Padang Japeri Jarap mengimbau seluruh masyarakat menciptakan harmonisasi dan hubungan silaturahim selama Ramadan.

Terlepas dari segala perbedaan, setiap warga mempunyai kewajiban yang sama dalam mematuhi peraturan yang ditetapkan.

Dia berharap, Ramadan tahun ini tercipta suasana yang kondusif hingga Idul Fitri 1438 Hijriyah mendatang. (Antara)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS