PBNU dan FAPP Kawal Ideologi Pancasila

Chaerunnisa, Nikolaus Tolen

Jum'at, 16 Juni 2017 | 04:11 WIB
PBNU dan FAPP Kawal Ideologi Pancasila
FAPP dan PBNU kawal pancasila ideologi bangsa (Suara.com/Nicolaus)

Suara.com - Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) bekerjasama dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama mengawal Pancasila sebagai Ideologi bangsa. Tidak kurang 20 advokat perwakilan FAPP bersilaturahmi dan beraudiensi dengan pihak PBNU.

Di bawah koordinasi Advokat Senior I Wayan Sudirta dan Petrus Selestinus, Ignasius Andy, perwakilan FAPP diterima Helmy Faishal Zaini, Sekjen Pimpinan Pusat PBNU di Kantor Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya No.164, Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut FAPP memperkenalkan visi dan misinya guna memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

"Merawat kebhinekaan dan menjaga Pancasila sebagai Ideologi negara yang saat ini sedang dicoba untuk diganti oleh kelompok intoleran mengatasnamakan agama dengan ideologi khilafah," kata Petrus melalui keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan tersebut, anggota FAPP yang berasal dari lintas Suku, Agama, lintas Asosiasi dan lintas afiliasi Politik tersebut turut juga diperkenalkan. Dia juga mengatakan, diadakanya silaturahmi dengan PBNU karena memiliki kesamaan sikap tentang persoalan Kebangsaan, pluralisme dalam NKRI dan urgensinya dalam memperkokoh dasar negara Pancasila agar tetap tegak berdiri tanpa bisa digantikan oleh ideologi bentuk lainnya.

"Sebagai ormas keagamaan Islam terbesar di negeri ini, NU selalu tampil menjadi bagian terdepan dan konsisten menjaga, mengawal dan mempertahankan NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika ketika ada yang mencoba-coba mengganggu untuk menggantikannya dengan ideologi lainnya," imbuhnya.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia itu memaparkan, sejarah telah mencatat peran, posisi dan eksistensi NU sebagai Ormas Keagamaan yang selalu bersama-sama negara mengayomi seluruh warga masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan. Dia menilai, hal tersebut sungguh-sungguh sangat menyejukan dan melegakan, apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok kecil orang hendak menggantikan Pancasila dengan ideologi khilafah.

"Sebagai salah satu elemen bangsa yang memiliki kesamaan pandangan dan perjuangan dengan NU, yaitu sama-sama menjaga dan mempertahankan cita-cita Proklamasi, maka FAPP ingin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan PBNU terutama memperkuat perjuangan NU dalam bidang Advokasi hukum dan pembangunan hukum terkait dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Advokat senior I Wayan Sudirta menegaskan, tidak ada salahnya FAPP melakukan silaturahmi dengan PBNU, karena PBNU merupakan organisasi keagamaan terbesar yang selalu mengedepankan sikapnya mengayomi yang minoritas. Karenanya PBNU menjadi Ormas Keagamaan yang pertama dikunjungi oleh FAPP.

"Bagi FAPP, NU merupakan ormas terbesar dengan kekuatan mayoritasnya telah secara terbuka menyatakan siap untuk menjaga dan memperkokoh toleransi dan kebhinekaan serta secara konsisten dan persisten menolak keberadaan ormas-ormas intoleran dan radikal yang dalam aktivitas politik dan keagamaannya ingin menggantikan dasar negara Pancasila," kata Wayan.

baca juga

Karena itu, lanjut Wayan, tidak boleh ada kekuatan yang merasa diri lebih hebat, lebih kuat bahkan lebih berkuasa untuk menegasikan peran dan eksistensi kelompok lainnya dengan cara memaksakan kehendak. Wayan pun meminta kesediaan PBNU menerima hasil kajian hukum FAPP tentang konsep pembubaran Ormas-Ormas radikal dan intoleran untuk dibahas bersama, kemudian hasilnya diserahkan kepada Presiden Jokowi sebagai wujud partisipasi masyarakat terhadap upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai NKRI.

"PBNU menyambut baik kedatangan dan ide FAPP membangun kerja sama dalam menyikapi gerakan kelompok intoleran dan radikal yang akhir-akhir ini muncul dengan gagasan ingin mengubah dasar negara Pancasila dengan ideologi lain. Bagi NU, Pancasila sudah final dan tidak boleh diganggu gugat," ungkap Petrus.

"Kedatangan FAPP merupakan tambahan energi bagi NU, karena itu NU berharap FAPP menjadi salah satu mitra PBNU dalam menjaga dan mempertahankan Pancasila," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan Amerika: Kalau Pancasila Mati, Indonesia Mati

Ilmuwan Amerika: Kalau Pancasila Mati, Indonesia Mati

News | Rabu, 14 Juni 2017 | 22:40 WIB

Ilmuwan: Peran Islam Banyak Dihilangkan Dalam Sejarah Bangsa Ini

Ilmuwan: Peran Islam Banyak Dihilangkan Dalam Sejarah Bangsa Ini

News | Rabu, 14 Juni 2017 | 20:05 WIB

SBY: Pancasila Harus Diamalkan dan Diimplementasikan

SBY: Pancasila Harus Diamalkan dan Diimplementasikan

News | Senin, 12 Juni 2017 | 22:54 WIB

Mau Bubarkan Ormas Anti Pancasila, Wiranto Minta Dana Rp5 Miliar

Mau Bubarkan Ormas Anti Pancasila, Wiranto Minta Dana Rp5 Miliar

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 13:03 WIB

Ini Tugas Dewan Pengarah Ideologi Pancasila

Ini Tugas Dewan Pengarah Ideologi Pancasila

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 13:36 WIB

Dewan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila

Dewan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila

Foto | Rabu, 07 Juni 2017 | 13:34 WIB

Terkini

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:12 WIB

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 18:10 WIB

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:05 WIB

Selamat Kevin Diks! Istri Melahirkan Anak Kedua, Pelatih Gladbach: Dia Kurang Tidur

Selamat Kevin Diks! Istri Melahirkan Anak Kedua, Pelatih Gladbach: Dia Kurang Tidur

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:02 WIB

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:59 WIB

×