Cerita Saksi Lihat Pelaku Menantang Polisi Lalu Ditembak

Siswanto

Senin, 03 Juli 2017 | 19:22 WIB
Cerita Saksi Lihat Pelaku Menantang Polisi Lalu Ditembak
Masjid Falatehan, sebelah Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, tempat seorang teroris menikam 2 anggota Brimob, Jumat (30/6/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Saksi mata bernama Andi (36) menceritakan peristiwa menegangkan yang terjadi di Masjid Falatehan, dekat lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/6/2017), malam. Ketika itu, terjadi penikaman yang dilakukan oleh Mulyadi kepada dua anggota Brimob AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar.

"Polisi yang menjadi korban penusukan berada di dalam masjid. Kejadian habis salat Isya," kata Andi ketika ditemui Suara.com di warung pecel lele yang berada di depan masjid, Senin (3/7/2017).

Andi tidak melihat secara ketika terjadi penusukan di dalam masjid. Tetapi, dia menyaksikan peristiwa ketika pelaku dilumpuhkan dengan senjata api oleh anggota polisi.

"Saya kan biasanya nongkrong di warung ini, tetapi hari jumat itu saya lagi pergi beli pulsa. Pas balik, tahu-tahunya udah ramai saja. Dan di lokasi kejadian pada diusir semua sama polisi-polisinya," ujar Andi.

Andi ketika itu melihat polisi memberikan tembakan peringatan kepada Mulyadi.

"Polisi kasih peringatan beberapakali, tiga kali atau empat kali. Tapi dia kabur, masih nantangin, habis itu baru ditembak ama polisinya," ujar Andi.

Andi mengatakan para saksi dibawa ke kantor polisi.

"Kalau mau lebih jelas lagi datang aja ke polsek, saksi-saksinya pada dipanggil ke polsek semua. Saksi yang dibawa ke polsek ada lima orang ada ustadz Jurned, suaminya ibunya yang dagang pecel A. Hamid, penjaga parkiran, biasa bersihin kamar mandi mesjid, satu lagi tidak tahu siapa," ujarnya.

Sebagian warga yang ditemui di sekitar masjid pada Senin (3/7/2017) terkesan masih ketakutan untuk memberikan keterangan wartawan.

“Saya cuma tahu doang," kata tukang ojek bernama Imam.

Suara.com kemudian mencari saksi lain di sekitar masjid.

Pedagang kelontong bernama Solihin (23) mengaku melihat kejadian pada malam itu. Bahkan, dia hampir jadi korban salah tangkap karena dikira anggota komplotan pelaku.

“Jadi saya hampir digebukin sama polisi, jadi sih pelaku itu di samping saya sambil lari-lari biasa kayak orang jogging sambil bawa-bawa pisau, saya disangka polisi komplotannya," kata dia.

Padahal, Sholihin bukan anggota komplotan. Dia berada di lokasi tersebut untuk berjualan.

"Saya cuma pedagang di sini. Karena memang di sini kejadian ramai banget sampai banyak yang nyebut astaghfirullah, astaghfirullah,” tutur Sholihin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Prabowo Lantik 2 Wamenkeu Baru: Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Dari Dubai Chocolate hingga Crookie, Alasan Tren Dessert Cokelat Terus Berubah

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

5 Rekomendasi Pembersih Wajah untuk Kulit Sensitif dan Sering Memerah, Aman Tidak Bikin Ketarik

5 Rekomendasi Pembersih Wajah untuk Kulit Sensitif dan Sering Memerah, Aman Tidak Bikin Ketarik

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Review Lagu 'Sederhana' Sheila On 7: Sindiran Buat si Paling Hobi Pamer

Review Lagu 'Sederhana' Sheila On 7: Sindiran Buat si Paling Hobi Pamer

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×