Sikap DPR untuk Rohingya: Bila Perlu Usir Dubes Myanmar

Arsito Hidayatullah, Bagus Santosa

Kamis, 31 Agustus 2017 | 16:06 WIB
Sikap DPR untuk Rohingya: Bila Perlu Usir Dubes Myanmar
Pernyataan sikap beberapa fraksi di DPR RI terkait masalah Rohingya di Myanmar, saat disampaikan di hadapan wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Empat fraksi di DPR, yaitu PKS, PAN, Gerindra dan PDI Perjuangan, meminta pemerintah untuk aktif membuka komunikasi dengan Myanmar untuk membahas masalah kemanusiaan di Rohingya, Myanmar.

Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf, ‎menyatakan bahwa pemerintah harus tegas untuk masalah ini. Bahkan, anggota Komisi III DPR ini mengatakan sudah menyiapkan ratusan anggota dewan se-ASEAN untuk memantau perkembangan di Myanmar.

"Kami siap mengusulkan kepada pimpinan DPR untuk mengirimkan 500 anggota dewan se-ASEAN untuk memantau. Selain pemerintah, PBB, LSM, tugas amanat konstitusi kepada kami juga meminta berperan," kata Muzammil di DPR, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid ‎menambahkan, dalam pekan ini, DPR akan mengintensifkan diplomasi antar-parlemen untuk menanggapi permasalahan di Myanmar ini.

"Kita selama ini ada diplomasi parlemen. Ini akan kita intensifkan‎ kepada ASEAN dan seluruh negara yang punya komitmen kuat kepada Myanmar. Minggu ini kita akan jalan untuk semua parlemen, dimulai dari parlemen-parlemen se-ASEAN," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

‎Di sisi lain, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menambahkan, Myanmar adalah bagian dari komunitas dunia. Sehingga, kata dia, Myanmar harus tunduk dan patuh terhadap nilai-nilai universal kemanusian yang ada. Dia bahkan meminta supaya bila perlu, Duta Besar Myanmar di Indonesia diusir.

"Kami minta pemerintah bertindak nyata. Malah PAN mengusulkan supaya Duta Besar Myanmar dipanggil. Kalau tidak mau mendukung kemanusiaan, usir dulu dubesnya. Biar mereka paham arti kemanusiaan. Ini bukan masalah agama. Ini masalah kemanusiaan," tutur anggota Komisi II DPR ini.

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan, Junimart Girsang mengatakan, pemerintah harus segera membangun komunikasi dengan pemerintah Myanmar, karena ini merupakan masalah HAM, yang menjadi dasar tertinggi di negara Indonesia. Apalagi menurutnya, saat ini kasus Rohingya ini mulai berimbas ke Sumatera Utara, Indonesia.

"Kita tidak mau kejadian di Myanmar berimbas ke Indonesia, karena ini sudah masuk ke Sumatera Utara. Kita dorong pemerintah melalui parlemen ini mendorong bangun komunikasi dengan pemerintahan Myanmar melalui Kedubes Myanmar di Indonesia, supaya kejadian Rohingya tidak menyebar ke mana-mana," ujar anggota Komisi III DPR ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Minta Rp343 Miliar untuk Biaya Jalan ke Luar Negeri

DPR Minta Rp343 Miliar untuk Biaya Jalan ke Luar Negeri

News | Kamis, 31 Agustus 2017 | 14:40 WIB

Krisis Muslim Rohingya, Erdogan Minta Sekjen PBB Tekan Myanmar

Krisis Muslim Rohingya, Erdogan Minta Sekjen PBB Tekan Myanmar

News | Kamis, 31 Agustus 2017 | 07:55 WIB

Buddha Indonesia: Bukan Konflik Agama, Kami Berdoa untuk Rohingya

Buddha Indonesia: Bukan Konflik Agama, Kami Berdoa untuk Rohingya

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 14:54 WIB

Terkini

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

×