Upaya Buruh Migran Menjadi Juragan di Negeri Sendiri

Suwarjono | Suara.com

Kamis, 14 September 2017 | 08:25 WIB
Upaya Buruh Migran Menjadi Juragan di Negeri Sendiri
Buruh migran Indonesia membuat kue

Dwi Tantri, tenaga kerja Indonesia asal Surabaya, Jawa Timur memilih sègera kembali ke Taiwan tempat dia bekerja, meski cuti masih tersisa satu minggu. Perawat orang jompo tersebut memilih lebih cepat kembali ke Taiwan dengan satu alasan kuat, mengikuti program pelatihan membuat kue atau baking. 

Workshop baking di Indonesia sangat mahal, apalagi untuk program panjang sampai 10 kali pertemuan. Saya tidak mungkin bisa ikut karena harus membayar mahal. Sedangkan di sini gratis,” kata Dwi Tantri, sebelum mengikuti workshop Baking & Ecommerce yang diselenggarakan di Kainan High School, Taipei, Minggu pekan lalu.

Tantri mengikuti kelas memanggang kue bersama dengan 20 tenaga kerja Indonesia di Taiwan. Workshop akan berlangsung selama 10 kali pertemuan, diadakan setiap hari libur kerja di akhir pekan. Pengajar pelatihan ini dari kalangan profesional kaya berpengalaman, dengan mengambil lokasi di sekolah yang memiliki peralatan lengkap dan memadai.  Selain belajar membuat kue panggang, sedikitnya 15 TKI  belajar membuka usaha toko online. Mereka mendapat teori dan praktek membuka toko online atau sering dikenal ecommerce.

TKI latihan membuat kue panggang

“Saya sangat senang bisa terpilih mengikuti pelatihan baking class ini. Pelatihan sangat berharga. Bagi kami, pelatihan ini persiapan kami untuk membuka usaha sendiri di Indonesia jika kontrak  kerja di Taiwan selesai. Saya berencana membuka usaha sendiri di Indonesia. Teman-teman di sini sangat ingin membuka wirausaha di kampung halaman mereka. Sudah waktunya membuka usaha sendiri, tidak menjadi TKI terus menerus,”  lanjut dia yang sudah 10 tahun menjadi buruh migran di Taiwan.

Pelatihan membuat kue dan workshop ecommerce ini diselenggarakan oleh Global Workers Organization, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia untuk Taiwan, BNP2TKI,  dan  Kainan High School of Commerce. Acara pembukaan dihadiri oleh Robert James Bintaryo, perwakilan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia untuk Taiwan, Wen Ying Lee, Wakil Sekretaris Jenderal Walikota Taipe, Karen Hsu Kepala Global Workers Organization Taiwan dan ratusan tamu undangan yang sebagian besar pekerja migran asal Indonesia.

Sambil bekerja menjaga orang jompo

Kepala GWO Taiwan Karen Hsu menjelaskan pelatihan baking dan ecommerce ini pertama kali diselenggarakan bagi buruh migran Indonesia. Tujuan, memberikan bekal ketrampilan bagi para pekerja asal Indonesia agar selesai menjalani kontrak kerja di Taiwan bisa mandiri. “Untuk tahap awal pelatihan membuat kue dan ecommerce. Pilihan ecommerce,  industri digital sedang tumbuh pesat di Indonesia, banyak wirausaha baru yang dilakukan dengan online. Ke depan kami ingin memberikan bekal ketrampilan lain, seperti bengkel,” katanya

Dengan bekal yang dimiliki, bila ingin keluar dari pekerjaan di Taiwan, bisa kembali ke Indonesia dan membuka usaha sendiri atau kewirausahaan. Pilihan lain, para pengusaha Taiwan yang membuka investasi di Indonesia bisa mempekerjakan mereka. “Banyak buruh migran Indonesia  fasih menggunakan bahasa Taiwan. Ini kelebihan para pekerja eks BMI Taiwan,” kata dia.

Keinginan lebih jauh diungkapkan Karen Hsu. Bila para pekerja BMI sudah trampil dan berhasil membuka usaha mandiri di Indonesia, pihaknya membuka kemungkinan untuk membantu mencarikan partner bisnis  atau permodalan dari Taiwan, sehingga bisa dikembangkan lebih jauh menjadi wirausaha mandiri. “Ini baru gagasan besarnya,” kata dia.

pelatihan membuat toko online

Robert James Binary selaku perwakilan Kantor Dagang Indonesia di Taiwan menyambut gembira pelatihan khusus pekerja migran ini. Pemerintah Indonesia, lanjut Robert, terus mendorong berbagai upaya memajukan kesejahteraan buruh migran, meningkatkan ketrampilan dan memberikan perlindungan.  "Ini pelatihan yang bagus. Mereka bisa membuka usaha di Indonesia, tidak perlu kembali ke Taiwan bila sudah mahir," kata dia.

Hal senada disampaikan Farid dari BNP2TKI Taiwan. Pemerintah terus melakukan perlindungan dan berupaya meningkatkan ketrampilan  para pekerja Indonesia di Taiwan yang jumlahnya terbesar kedua setelah buruh migran Indonesia di Malaysia. “Di Taiwan jumlah BMI mencapai sekitar 230 ribu pekerja,” kata dia.

Besarnya TKI ini membuat tantangan tersendiri, mengingat sebagian besar mereka bekería di sektor rumah tangga. Seperti asisten rumah tangga hingga pengasuh orang jompo. "Kami juga terus mendorong kepada pemerintah di Taiwan agar memberikan perlindungan kepada pekerja Indonesia, memenuhi hak-hak mereka. Seperti hak libur dan mendapatkan upah lebih," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

120 Kepala Desa Pastikan Perlindungan bagi Pekerja Migrannya

120 Kepala Desa Pastikan Perlindungan bagi Pekerja Migrannya

News | Rabu, 13 September 2017 | 09:37 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan "Desa Migran Produktif"

Pemerintah Resmi Luncurkan "Desa Migran Produktif"

News | Selasa, 12 September 2017 | 10:41 WIB

BRI Maksimalkan Layanan Dana Remitansi TKI yang Masuk Indonesia

BRI Maksimalkan Layanan Dana Remitansi TKI yang Masuk Indonesia

Bisnis | Selasa, 12 September 2017 | 05:00 WIB

Kurangi TKI Sektor Domestik, Tahir Foundation Bantu Pemerintah

Kurangi TKI Sektor Domestik, Tahir Foundation Bantu Pemerintah

News | Jum'at, 08 September 2017 | 16:30 WIB

Dubes Usulkan Pengiriman PRT ke Malaysia Dihentikan!

Dubes Usulkan Pengiriman PRT ke Malaysia Dihentikan!

News | Kamis, 07 September 2017 | 06:31 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB